
Kini Lila dan Melvin pun sudah berada di ruang tamu bersama para dokter juga ada di sana.
“Kak Luke di mana?” tanya Lila saat tidak melihat kakak nya.
“Kakak ada di sini dek.” jawab Luke yang datang dari arah dapur.
Lila pun tersenyum menatap kakak nya itu yang juga segera duduk di sofa yang ada di sana.
Setelah itu mereka pun segera membicarakan pengobatan Lila.
“Kak … by … kalian harus menemaniku. Dokter, tidak bisa kah aku tidak di bius total? Aku ingin merasakan bagaimana proses pengobatanku.” Ucap Lila menatap para dokter di sana saat mereka sudah ada di ruangan perawatan.
“Apa kau yakin akan menjalani pengobatan ini dalam keadaan sadar sayang?” tanya Melvin.
__ADS_1
Lila mengangguk, “Hum, aku mohon.” Ucap Lila.
“Lakukan seperti apa yang dia minta dokter.” Ujar Melvin di angguki oleh Luke juga.
“Ingat dek. Kau akan mengalami kejang saat obat di masukkan.” Ucap Luke memberi penjelasan.
Lila pun mengangguk ucapan kakak nya itu, “Aku sudah siap. Lakukan saja dokter. Tidak perlu memberikan anestesi untukku.” Ucap Lila segera membaringkan tubuh nya.
Luke dan Melvin segera mengambil tempat di kedua sisi Lila seperti yang di minta Lila. Sementara para dokter segera melakukan tugas mereka.
“Apa yang kau rasakan sayang?” tanya Melvin.
Lila menggeleng sambil melihat cairan infus yang masih mengalir karena formula sudah di masukkan ke tubuh nya dan kini cairan infus yang mencoba menetralkan formula itu agar bisa menyatu dengan darah dalam tubuh Lila.
__ADS_1
“Aku tidak merasakan apapun By. Hanya sedikit pusing saja.” ucap Lila jujur.
“Dokter apa itu normal?” tanya Luke karena yang dia tahu Lila tidak pernah merasakan pusing dan hanya kejang saja.
Para dokter tersenyum, “Itu adalah bagian dari reaksi tubuh nona Lila, tuan. Tubuh nya sudah terbiasa dengan formula itu hingga dia tidak mengalami kejang lagi dan tinggal menyisakkan pusing saja. Sebenar nya jika tubuh nona Lila tidak di anestesi selama ini maka selain kejang dia juga akan merasakan pusing. Tapi kita tidak melihat reaksi tubuh itu karena nona Lila tidak dalam keadaan sadar.” Jelas dokter James.
Lila yang mendengar penjelasan dokter pun tersenyum dan menggenggam tangan kedua lelaki nya itu, “Jangan khawatir. Aku baik-baik saja. Dokter apa hanya menghabiskan satu kantong infus saja atau masih ada lagi?” tanya Lila.
“Masih akan di pasang satu lagi nona.” Jawab dokter James.
Lila pun mengangguk mengerti, “Kakak … jika aku sembuh nanti aku ingin melihatmu menikah dan kita berlibur ke kota J bareng. Bisa kan suamiku? Seperti nya aku ingat kau punya hutang janji itu untukku.” ucap Lila menatap suami dan kakak nya itu bergantian.
Melvin pun mencoba mengingat lalu dia pun mengangguk begitu mengingat nya, “Baiklah aku ingat sayang. Kita akan melakukan hal itu nanti. Maaf sudah melupakan janji itu.” ucap Melvin tersenyum karena dia teringat saat membuat perjanjian itu dia belum tahu hubungan Lila dan Luke hingga saat itu sempat membuat nya cemburu karena Lila yang hanya ingin berlibur dengan suami nya.
__ADS_1
“Bagaimana kak? Kau setuju kan dengan apa yang ku minta itu?” tanya Lila beralih menatap kakak nya yang diam saja atas apa yang dia katakan.
“Kaak!”