My Secret With CEO

My Secret With CEO
19


__ADS_3

Jika waktu seminggu Lila dia melewatinya dengan penuh suka cita dengan mengembangkan usaha toko milik Nenek Saraswati dan kakek Parker maka lain halnya yang terjadi pada Melvin.


Seminggu terakhir ini dia bolak balik ke rumah sakit untuk menyembuhkan rasa mual yang timbul setiap dia bangun pagi. Dia sudah di periksa oleh dokter dan dokter mengatakan bahwa itu adalah sindrom couvade. Melvin tidak mengeluh dia merasakan mual dan muntah itu karena dengan begitu dia tahu bahwa Lila tidak menggugurkan kandungannya. Itu jadi semangat untuknya untuk terus mencari keberadaan Lila walaupun sudah seminggu berlalu tapi juga tidak kunjung mendapatkan info keberadaan gadis itu. Sungguh dia sudah kalah telak.


“Tuan, rapatnya akan segera di mulai.” Ucap Deo masuk ke ruangan tuannya itu. Sebenarnya dia tidak tega melihat wajah tuannya yang pucat pengaruh mual dan muntah yang parah yang dia alami.


Melvin pun mengangguk, “Baiklah kita kesana.” Ucap Melvin berdiri dan meraih jasnya.


“Tuan, jika anda merasa tidak bisa menghadiri rapat itu tidak masalah tuan tidak mengikutinya.” Ucap Deo.


Melvin menggeleng, “Gak apa-apa Deo. Aku bisa kok. Setidaknya dengan begini aku tahu dia tidak menggugurkan anakku. Aku akan bekerja keras untuk menemukan mereka.” ucap Melvin lalu mereka segera keluar menuju ruang rapat.


Sekitar satu jam rapat itu berlangsung. Melvin tidak banyak bicara seperti biasanya. Ini bukan karena dia yang tidak menyukai rapat hanya saja kepalanya pening dan mual yang dia derita pun parah.

__ADS_1


Begitu rapat selesai Melvin segera keluar dari ruang rapat dan menuju ruangannya dengan berjalan cepat menuju toilet karena perutnya serasa di aduk-aduk. Dia akan muntah nanti.


“Tuan muda seperti sedang mengalami sindrom couvade saja.” gumam Selena yang masih bisa di dengar oleh Deo.


“Jangan bicara sembarangan. Tuan memang senang kurang sehat.” Ucap Deo tajam. Selena pun hanya mengerucutkan bibirnya kesal.


Setelah mengatakan kalimat itu kepada Selena, ponsel Deo berbunyi tanda ada pesan masuk di ponselnya. Deo pun segera membukanya dan dia tersenyum mendapatkan info yang itu. Dia pun segera masuk ke ruangan Melvin menyusul tuannya itu.


Melvin menggeleng, “Sepertinya dia mengutukku. Tapi tidak masalah. Dia memang pantas untuk mengutukku, yang paling penting dia tetap mempertahankan kandungannya itu.” ucap Melvin segera mendekati kursinya dan duduk di sana.


“Ada apa Deo? Apa ada yang ingin kau katakan?” tanya Melvin menatap asistennya itu yang mendadak diam.


Deo pun segera tersadar, “Ahh itu tuan. Saya ingin memberikan laporan hasil rapat tadi. Terus juga ingin mengatakan bahwa kami telah menemukan dokter yang menangani nona Lila saat itu. Saat dia memeriksakan kandungannya. Dokter Ana sudah kembali dari kota J dari pelatihan yang dia ikuti.” Ucap Deo.

__ADS_1


Melvin yang mendengar itu pun segera berdiri, “Kalau begitu. Ayo kita kesana. Aku harus mendengarnya langsung dari dokter itu. Siapa tahu aja dokter itu tahu keberadaan Lila.” Ujar Melvin berdiri dari tempat duduknya itu menuju pintu keluar ruangannya.


“Biar saya antar tuan.” Ucap Deo.


Melvin pun mengangguk. Dia tidak ingin menolak kali ini karena jujur saja dia tidak bisa menyetir sendiri dalam keadaan seperti ini.


***


Singkat cerita, kini Melvin dan Deo sudah tiba di rumah sakit dan mereka segera menuju ruangan di mana dokter Ana berada. Melvin sudah membuat janji temu sebelumnya dan tentu saja Deo yang melakukan hal itu. Melvin dan Deo segera di persilahkan masuk begitu tiba di ruangan dokter Ana itu.


Dokter Ana segera menyambut dengan penuh senyum kedatangan pengusaha yang dia kenal sangat terkenal dan tersohor itu dengan segala pencapaian yang sudah dia raih di usianya semuda itu. Dia yang sudah kaya dan pewaris tunggal perusahaan nomor satu di Negara ini dan di tambah dengan perusahaan yang dia dirikan sendiri semasa dia menempuh pendidikan. Jadi sudah di pastikan dia adalah orang nomor satu di Negara ini. Tapi satu hal yang jadi pertanyaan dalam benaknya kenapa pengusaha itu datang menemuinya yang hanya seorang dokter kandungan. Bukankah jika ingin memeriksakan kesehatan dia salah datang dan membuat janji temu.


“Apa ada yang bisa saya bantu tuan.” Ujar dokter Ana.

__ADS_1


__ADS_2