
“Saya tidak sepenurut itu tuan.”
Delon mengatakan itu dengan senyuman yang tersungging di bibir nya. Tentu saja dia tidak akan menyerah dengan mudah untuk perasaan nya itu. Dia sejak kecil hidup bersama Lila. Jika di bandingkan dengan Melvin maka tentu saja dia menang dari segi berapa lama mengenal Lila. Tapi seperti nya hanya dari segi itu saja dia unggul karena di bidang lain sudah di pastikan bahwa Melvin adalah pemenang nya. Namun apa salah jika dia memperjuangkan perasaan nya itu.
Mungkin, memang selama ini dia hanya di anggap sahabat oleh Lila. Tapi dia ingin mencoba sekali lagi agar hati nya tenang saat akan melepas dan memutuskan pilihan nya nanti. Dia juga tidak ingin menyesali pilihan yang akan dia ambil nanti. Dia butuh kepastian untuk mundur atau mungkin maju dalam perang perasaan ini.
Melvin yang mendengar ucapan Delon pun menatap tajam ke arah Delon, “Apa kau tidak sadar dia adalah istri saya.” ucap Melvin.
Delon pun mengangguk, “Saya tahu dan saya sadar tuan bahwa dia adalah istri anda di mata hukum. Tapi bukan kah dia tidak mengakui status itu. Jadi itu mengartikan bahwa saya masih punya kesempatan.” Ucap Delon.
“Kau--”
“Anda bisa memukul saya tuan. Anda juga bisa membalas pukulan yang sudah saya berikan. Tapi hal itu tidak akan mengubah keputusan yang sudah saya ambil. Saya sudah memutuskan untuk tidak menyerah sebelum dia sendiri menolak nya. Saya hanya ingin memastikan itu saja. Jika nanti akhir nya dia memilih anda maka sudah pasti saya akan menerima lapang dada. Saya hanya butuh kepastian saja agar hati saya ini lega.” Ucap Delon.
__ADS_1
“Berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk memastikan hal itu?” tanya Melvin akhirnya. Dia tidak mungkin menghalangi Delon akan keputusan nya itu. Delon memiliki hak untuk itu. Hak yang tak akan bisa dia rampas. Selain itu juga apa yang sudah di katakan Delon itu benar. Walaupun Lila adalah istri nya dalam hukum Negara tapi tentu saja dia tidak akan melakukan pemaksaan kepada Lila karena hal itu. Dia sudah tahu karakter Lila. Semakin di paksa maka pasti hanya penolakan saja yang di dapat. Untuk itu kini dia akan melakukan cara lain yaitu dengan kelembutan.
“Sampai dia sendiri memutuskan pilihan nya.” Jawab Delon.
Melvin yang mendengar ucapan Delon pun menganggukan kepala nya. Dia harus akui bahwa Delon adalah pria yang memiliki pendirian. Walaupun Delon masih muda tapi dia tidak bisa di intimidasi oleh kekuasaan, “Baiklah jika memang itu adalah keputusanmu. Saya setuju untuk hal itu. Tapi ingat saat dia memutuskan memilih kau pun harus menerima nya. Saya juga akan melakukan hal yang sama walaupun saya pastikan bahwa dia akan menjadi istri saya seutuh nya baik di mata Negara maupun di mata agama. Itu adalah janji dari Melvin Al Berto. Aku pastikan akan membawa nya ke altar pernikahan nanti. Cepat atau lambat.” Ucap Melvin.
“Kita akan bersaing secara baik-baik untuk mendapatkan nya.” Sambung Melvin.
Delon pun tentu saja mengangguk dan di sisi lain dia tersenyum bangga dengan apa yang di putuskan oleh Melvin. Jika memang pada akhirnya nanti dia kalah dan Lila memilih Melvin yang nota bene nya adalah idola sekaligus ayah dari anak-anak nya. Delon pasti akan menerima nya dengan senang hati. Selain ingin memastikan keputusan dan tidak akan timbul penyesalan dalam diri nya nanti. Dia juga ingin mengawal Lila menemukan kebahagian nya sendiri. Jika memang kebahagiaan itu bersama Melvin. Kenapa tidak dia setujui.
Setelah menemukan kesepakatan di antara mereka, Melvin dan Delon pun berpisah di tempat itu dan menuju tujuan masing-masing. Melvin kembali masuk ke dalam rumah sakit sementara Delon dia lebih memilih menuju parkiran rumah sakit di mana kendaraan nya berada dan menghubungi Yola untuk memberitahukan dia menunggu di sana.
Melvin segera menuju ruangan papi nya di rumah sakit itu. Dia menghubungi bawahan nya yang bertugas menjaga Linda dan Aruna. Tidak lama langsung tersambung.
__ADS_1
“Apa mereka baik-baik saja?” tanya Melvin.
“Tangan dan kaki mereka di ikat tuan untuk mencegah mereka akan meminum racun atau mungkin bunuh diri dengan cara lain.” Jelas bawahan Melvin itu.
“Bagus, tetap awasi mereka. Pastikan mereka menderita dulu. Jangan berikan kematian kepada mereka dengan mudah sebelum mereka menderita dan ikut merasakan apa yang sudah di rasakan oleh mertuaku dan istriku. Mereka tidak boleh mati dengan mudah.” Ucap Melvin tersenyum devil.
Jujur saja kini otak jahat dan kejam nya itu sudah menyusun rencana eksekusi terbaik untuk dua wanita yang sudah membuat wanita nya menderita. Jiwa devil nya sudah meronta-ronta untuk segera menuntaskan rencana yang sudah ada di otak nya. Tapi kali ini dia harus menekan keinginan nya itu untuk kebaikan semua nya.
Dia masih ingin menggali informasi dari dua wanita itu terkait racun yang sudah mereka berikan kepada Lila. Walaupun sesungguh nya dia sangat tidak ingin melakukan nya. Yang ingin dia lakukan yaitu meledakkan kepala kedua wanita itu. Tapi lagi-lagi dia harus menekan keinginan nya itu demi Lila. Demi kesembuhan Lila. Dia tidak ingin kehilangan atau pun melewatkan satu kesempatan apapun terkait pengobatan Lila.
Selain itu juga dia ingin Lila dan Luke sendiri yang memutuskan hukuman apa yang akan di dapat dan di berikan kepada Linda dan Aruna. Dia tidak ingin mendahului nya.
Melvin segera duduk di kursi kebesaran papi nya itu dan meletakkan ponsel nya di meja setelah selesai bicara dengan anak buah nya itu, “Lila, kau milikku. Milikku. Tidak akan ku biarkan siapa pun mengambilmu. Kau harus sembuh. Aku akan memastikan hal itu. Alex, Alexa dan aku butuh dirimu.” Gumam Melvin lalu dia menghubungi Deo untuk mencari tahu terkait Delon.
__ADS_1
Walaupun sebenar nya Delon menurut nya bukan ancaman tapi tetap saja dia ingin berjaga-jaga agar nanti tidak ada kesalahan. Dia sudah belajar banyak dari pengalaman. Lila membuat nya waspada setiap waktu dan keputusan yang dia ambil. Sungguh, kepergian Lila membuat nya dan membuat nya kehidupan nya berubah 180 derajat dari Melvin yang di kenal orang-orang.
Lila memporan-porandakkan fisik dan mental nya. Baru kali ini dia mendapatkan lawan yang seimbang bahkan mungkin lebih dari nya. Maka untuk itu dia pastikan bahwa Lila harus membayar kerugian nya yaitu dengan menjadikan Lila istri nya. Tidak akan dia biarkan Lila pergi. Itu adalah sumpah dan janji nya.