My Secret With CEO

My Secret With CEO
46


__ADS_3

Luke segera masuk mobil Lila dengan terburu-buru dan melempar bungkus rokok itu ke kursi di samping kemudi. Lila tersenyum melihat itu.


“Luke, turun kaca mobilku.” Ucap Lila.


Luke pun segera melakukan nya sementara Lila mengambil gaya dengan memasang kaca mata nya lalu seperti rencana yang sudah Lila susun sebelum nya. Mobil mereka pun segera melaju meninggalkan depan toko milik kakak dan ibu tiri nya itu.


“Luke, apa kau bisa pastikan dia melihat ke arah kita tadi?” tanya Lila setelah sedikit jauh dari toko itu.


Luke mengangguk, “Saya yakin dia melihat anda dengan jelas nona. Dia itu sudah sangat tertarik dengan saya hingga membuat saya jijik sendiri.” Balas Luke.


Lila pun tersenyum, “Aku tahu kau itu pria suci Luke.” Jawab Lila dengan tawa yang di tahan nya.


“Nona, jika anda memang ingin tertawa. Tertawa lah. Jangan menahan nya begitu.” Ucap Luke.


Lila pun terdiam, “Bagaimana mungkin aku bisa tertawa saat aku jauh dengan kedua anakku Luke. Aku memang ibu egois tapi apa aku salah jika aku ingin melindungi mereka dari bahaya yang mengincar nyawa mereka.” batin Lila.

__ADS_1


“Saya tahu pasti anda memikirkan dua anak anda itu nona. Saya tahu niat anda baik tapi tetap saja ini egois.” Batin Luke juga memandangi Lila dari kaca mobil itu.


Sementara di toko milik Aruna dan Linda terjadi kehebohan yang memang di inginkan oleh Lila. Seperti dugaan Luke bahwa Aruna melihat dengan jelas wajah Lila maka itu juga yang terjadi. Aruna yang memang tidak melepas pandangan nya dari Luke karena tertarik dengan tubuh Luke yang menurut nya sangat hot dan sexy hingga membuat nya rela jika harus jadi teman penghangat ranjang pria itu. Hanya saja apa yang dia lihat hari ini membuat nya dengan cepat memanggil mami nya itu.


“Mih.. mami..” panggil Aruna dengan berteriak.


Linda pun segera keluar dari arah dalam toko dan menatap putri nya itu, “Kenapa kau tidak punya sopan santun sama sekali Runa. Kenapa memanggil mami dengan berteriak begitu.” Ucap Linda menatap kesal putri nya itu.


Aruna pun mendesis, “Ck, mami tidak perlu mengatakan sopan santun padaku karena mami tidak pernah mengajarkan hal itu kepadaku. Mami hanya mengajarkan kepadaku cara memikat pria kaya saja. Jadi jangan mengungkit soal sopan santun padaku karena itu tidak akan aku lakukan.” Ucap Aruna.


“Lagi pula berita yang ingin aku katakan ini tidak berhubungan sama sekali dengan sopan santun dan aku yakin setelah mami mendengar berita yang ku ketahui ini maka aku yakin mami pun akan lupa dengan sopan santun dan tidak akan membicarakan nya lagi.” Lanjut Aruna menatap mami nya itu yang sudah mulai bertambah kesal dengan ucapan nya.


“Justru itu. Aku melihat Lila hari ini. Beberapa saat lalu. Aku yakin itu dia.” Ucap Aruna.


Linda pun yang awal nya tidak tertarik dengan berita yang hendak di sampaikan putri nya itu pun seketika menjadi sangat penasaran, “Apa kau tidak salah lihat? Kau jangan main-main Runa. Kita sudah kehilangan nya kurang lebih enam tahun ini. Jadi bagaimana mungkin dia menunjukkan diri setelah lama bersembunyi.” Ucap Linda.

__ADS_1


“Aku yakin itu dia. Dia pasti sudah kembali dan pasti ingin mengambil warisan nya itu.” ucap Aruna.


“Jika benar itu dia maka tidak bisa di biarkan. Kita sudah senang dengan mendapat perpanjangan warisan uang bulanan yang kita terima itu. Kita juga sudah membuat tuan Melvin percaya dengan apa yang kita lakukan. Jadi jika memang Lila sudah kembali maka kita harus membunuh anak itu. Aku tidak akan membiarkan nya lolos. Kita akan membuat nya menyusul mommy dan daddy nya.” Ucap Linda menggebu-gebu.


“Bagaimana cara nya? Bukan kah selama enam tahun ini kita sudah berusaha untuk membujuk pengacar Jay agar memberikan warisan Lila kepada kita. Tapi apa yang kita dapat? Justru warisan milik Lila itu di akuisisi oleh tuan Melvin yang mengaku sebagai suami nya. Lalu kini dia kembali. Jika dia kembali lalu dengan status nya sebagai pewaris sah usaha orang tua nya itu dan sebagai istri tuan Melvin. Apa kita memiliki kuasa untuk membunuh nya. Mami jangan terlalu bermimpi bisa membunuh nya.” Ucap Aruna.


Linda hanya tersenyum sinis dan misterius, “Urusan membunuh itu gampang dalam kamus mami. Kita akan melakukan hal yang sama dengan apa yang sudah kita lakukan pada mommy dan daddy nya. Bukan kah selama ini aman. Tidak ada yang tahu apa yang sudah kita perbuat. Kita memang tidak memiliki kemampuan jika harus melawan nya secara fisik tapi tentu saja kita punya otak yang licik untuk membuat apa yang tidak bisa kita dapatkan enam tahun ini menjadi milik kita.” Ucap Linda sangat percaya diri dengan rencana yang kini berputar dalam otak nya.


“Hum, baiklah. Katakan saja apa yang bisa ku lakukan untuk membantumu Mih. Tapi tentu saja tidak gratis. Saat kita telah berhasil menyingkirkan Lila maka aku ingin pembagian harta yang sama.” ucap Aruna tidak kalah licik dari ibu nya itu.


Linda pun menatap putri nya itu dan tersenyum lalu mengangguk menyetujui. Benar-benar partner in crime sehidup semati. Hubungan ibu dan anak itu memang tidak seperti hubungan ibu dan anak pada umum nya yang saling menyayangi satu sama lain. Mereka memiliki tujuan mereka sendiri yang tentu saja hal itu adalah uang dan uang.


Kembali ke sisi Lila, “Kurang ajar. Mereka ingin membunuhku. Jadi apa yang aku curigai selama ini memang benar. Kematian mommy dan daddy adalah sesuatu yang aneh. Kenapa aku baru mengetahui ini sekarang. Tidak, aku tidak akan membiarkan pembunuh orang tuaku hidup bebas. Tidak masalah jika harus mengorbankan nyawaku sendiri tapi aku pastikan bahwa dua wanita ular itu harus mati dan ikut merasakan apa yang mommy dan daddy rasakan. Dasar pencinta uang.” Ucap Lila geram mendengar suara dari penyadap yang di pasang di toko milik Aruna dan Linda itu oleh Luke tadi.


Lila pun segera keluar dari ruangan tersembunyi nya itu dan menemui Luke dan anak buah nya yang lain, “Rencana kita seperti nya harus di jalankan secepat mungkin. Aku tidak bisa menunggu lagi. Jadi bersiaplah.” Ucap Lila tegas menatap para bawahan nya itu. Jujur saja dia terlihat seperti seorang mafia saja.

__ADS_1


“Apa anda yakin akan melakukan ini nona?” tanya Luke sekali lagi.


“Aku yakin Luke. Ini adalah dendamku.” Balas Lila.


__ADS_2