My Secret With CEO

My Secret With CEO
58


__ADS_3

“Apa?”


Alex pun menatap sekeliling nya itu yang terlihat kaget, “Kenapa kakek dan daddy kaget begitu? Bukan kah kalian tadi penasaran kenapa aku melihat ke arah CCTV? Aku juga yakin kalian pasti ingin tahu alasan nya bukan dan pasti berencana untuk mencari tahu. Jadi dari pada daddy dan kakek pusing mencari tahu maka lebih baik aku katakan saja.” ujar Alex.


“Bagaimana bisa kau seyakin itu nak? Apa iya mommymu melakukan itu?” tanya papi Emran.


Alex tersenyum mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh kakek nya itu, “Untuk apa aku ragu kek. Aku sangat tahu dan mengerti seperti apa mommyku itu. Dia sangat menyayangi kami. Lalu apa mungkin dia akan tega meninggalkan kami tanpa pengawasan dari nya. Itu adalah hal yang tidak mungkin.” Ujar Alex.


“Kakak benar. Mommy itu sangat menyayangi kami. Kebahagiaan kami adalah nomor satu untuk nya.” Timpal Alexa membenarkan ucapan kakak nya.


“Apa daddy dan kakek masih meragukan rasa sayang dan cinta momm kepada kami?” tanya Alex menatap daddy dan kakek nya itu.


“Nenek percaya boy. Mommy kalian pasti menyayangi kalian.” ucap mami Elea tiba-tiba bergabung setelah tadi dia keluar sebentar karena ada urusan.


Alex pun tersenyum mendengar ucapan nenek nya itu, “Daddy … aku katakan padamu. Mommy sangat menyayangi kami. Itu adalah kebenaran nya. Dia selalu mengutamakan kebaikan dan keselamatan kami di atas kebahagiaan dan keselamatan nya.” Ucap Alex.

__ADS_1


“Selama lima tahun ini kami tidak pernah sekali saja bertanya tentang dirimu kepada nya. Bukan karena tidak ingin tapi tidak ingin menyakiti nya hingga beberapa hari lalu kami tergerak ingin tahu akan keberadaanmu karena sesuatu. Kami sudah berusaha untuk mencarimu sendiri dan secara diam-diam karena tidak ingin menyakiti mommy. Tapi tidak pernah berhasil. Namun beberapa hari lalu sebelum kami datang ke sini. Kami bisa mencari tahu tentang dirimu hingga bisa mengetahui keberadaanmu. Saat itu kami pikir itu adalah sebuah keberuntungan kami atau berkat kemampuan kami yang sudah meningkat. Tapi ternyata mommy yang memberikan izin akses nya kepada kami agar kami bisa mencari tahu tentang Negara N dan di mana daddy kami berada. Dia memberikan izin itu kepada kami.”


“Daddy tahu kenapa dia melakukan itu. Mengizinkan kami untuk mengizinkan kami untuk mencari tahu setelah beberapa tahun dia menyembunyikan nya. Itu karena dia tahu kami mencoba untuk mencari tahu sendiri di mana keberadaan daddy. Dia kasihan kepada kami. Aku pernah melihat nya menangis saat sedang memeriksa komputer milik kami yang di mana di sana riwayat pencarian nya yaitu cara menemukan daddy yang tidak pernah di temui dan tidak di ketahui wajah nya. Dia menangis dan setelah itu dia ternyata memberikan kami akses untuk menemukan daddy.”


“Lalu setelah itu saat kami tahu keberadaan daddy. Kami memiliki keinginan meminta hadiah kepada mommy untuk ulang tahun ke lima kami yaitu bertemu daddy. Kami juga mencari selebaran lomba robotic yang di laksanakan di Negara N agar kami memiliki alasan untuk bertemu daddy. Tepat sebelum kami mengatakan dan meminta izin pada nya kami di bully oleh teman kami tidak memiliki daddy. Hal itu bertepatan dengan mommy yang datang menjemput kami. Dia mendengar hal itu sendiri. Kami tahu dia sedih mendengar hal itu tapi demi kami dia menahan kesedihan nya. Untuk pertama kali nya saat itu kami berani bertanya di mana daddy pada mommy. Kami sudah tahu tapi ingin mendengar nya sendiri dari nya.” Ucap Alex.


“Lalu sepulang dari sekolah, mommy menceritakan semua tentang daddy. Saat itu dia tahu kami ingin mendaftar lomba yang daddy buat. Dia tidak langsung melarang kami dan hanya membagi kekhawatiran nya saja. Dia khawatir daddy sudah menikah dan kedatangan kami akan mengganggu keluarga kecil daddy. Kami tertidur mendengar cerita nya. Tapi siapa yang tahu bahwa mommy yang mendaftarkan kami di lomba yang daddy buat. Dia juga mengajak kami kembali ke sini dengan alasan membawa kami berlibur. Dia mewujudkan keinginan kami yang ingin merayakan ulang tahun ke lima kami bersama daddy.”


“Mommy sangat baik. Untuk itu lah aku tidak akan tega menyakiti nya dan merusak rencana yang dia buat. Semua rencana yang mommy buat adalah kebaikan. Jadi daddy aku mohon jangan rusak rencana mommy. Biarkan dia tetap melakukan apa yang dia inginkan. Sekalipun itu dendam. Mommy hanya seorang anak yang ingin membalaskan dendam kematian orang tua nya. Jika itu Alex mungkin akan melakukan hal yang sama dengan apa yang mommy lakukan.” Ujar Alex menyudahi penuturan panjang nya itu.


Mami Elea mendekap cucu nya itu dalam pelukan nya itu, “Menangis lah boy. Tidak masalah jika kau ingin menangis. Kita semua pantas untuk menangis. Tangisan adalah salah satu bentuk ungkapan perasaan. Jangan memendam nya sendirian.” Ucap mami Elea.


Alex pun menangis dalam pelukan nenek nya itu. Dia rindu pelukan mommy nya. Tapi tidak lama dia menangis karena dia selalu ingat perkataan Lila yang mengatakan bahwa anak laki-laki itu harus tumbuh kuat dari anak perempuan. Harus memiliki mental health yang kuat.


“Daddy ..” panggil Alex melepas pelukan nenek nya dan menatap Melvin.

__ADS_1


Melvin yang dari tadi diam saja setelah mendengar penuturan panjang putra nya yang dia simpulkan sebagai bentuk ungkapan kasih sayang untuk Lila. Ibu dari anak-anak nya itu. Dia kini tahu bagaimana kehidupan yang di lalui oleh Lila dalam menjaga anak-anak nya itu. Pantas saja Lila anak-anak nya itu sangat menyayangi mommy mereka. Dia tidak akan cemburu lagi akan hal itu.


“Ada apa boy?” tanya Melvin menatap putra nya itu yang memanggil nya.


“Apa daddy bisa berjanji akan hal itu?” tanya Alex.


“Daddy janji boy.” Jawab Melvin.


Alex pun tersenyum lalu beralih memeluk daddy nya itu, “Terima kasih dad.” Ucap Alex.


“Mommy hanya sedang membalaskan dendam nya. Tolong lindungi dia daddy tapi dari jauh saja. Jangan menunjukkan diri di hadapan nya. Daddy juga bertanggung jawab untuk dendam mommy ini. Daddy yang membuat nya tambah marah.” Ujar Alex menatap Melvin.


“Daddy tahu kan kenapa aku mengatakan bahwa daddy juga bertanggung jawab atas dendam mommy? Daddy sudah tahu kan di mana letak hal itu?” tanya Alex.


Melvin pun mengangguk. Dia tahu apa yang di maksud putra nya itu. Saat ini yang ada dalam pikiran nya adalah bagaimana putra nya itu bisa tahu semua informasi itu dengan mudah sedangkan putra nya itu baru beberapa hari berada di Negara N. Itu adalah pertanyaan yang ada dalam benak nya tapi hanya bisa di simpan di sana. Tanpa berani mengeluarkan nya keluar. Nanti saja. Untuk saat ini Lila adalah prioritas nya.

__ADS_1


Flash back of


__ADS_2