My Secret With CEO

My Secret With CEO
155


__ADS_3

Lila dan Melvin yang di minta istirahat bukan nya mematuhi nya. Kini pasangan suami istri itu justru sedang berada di depan laptop masing-masing. Melvin yang sibuk dengan urusan perusahaan nya. Sementara Lila juga sedang mendengarkan laporan Deo melalui panggilan telepon karena tadi tidak sempat melapor.


Laporan yang awal nya seharus nya Deo laporkan kepada Melvin justru di alihkan kepada Lila karena Lila sendiri sudah tahu dengan apa yang di lakukan suami nya itu. Meminta laporan perkembangan perusahaan daddy nya.


"Terima kasih, Deo! Aku menyukai laporanmu yang detail. Kau akan mendapatkan bonus dari rekening pribadiku." ucap Lila.


"Terima kasih kembali, nyonya!" balas Deo.


"Jangan coba-coba kau lakukan itu, Deo. Jangan menerima sepersen pun uang dari istriku. Biar aku yang melakukan nya. Kau adalah bawahanku. Asistenku. Aku haramkan kau menerima bonus dari istriku. Aku tidak rela." Ucap Melvin tegas dan cemburu menjadi satu.


Lila yang mendengar ucapan suami nya itu pun tersenyum, "Maaf Deo seperti nya bonusmu hangus." ucap Lila bercanda.

__ADS_1


"Tidak masalah nyonya. Saya juga masih sayang dengan nyawa saya. Pekerjaan ini juga penting untuk saya. Lagi pula saya juga sudah menerima banyak bonus." balas Deo.


Lila tertawa mendengar ucapan asisten suami nya itu, "Deo, segera putuskan panggilan nya." ucap Melvin.


Deo pun menurut. Tidak lama sambungan telepon pun segera terputus.


Lila segera menatap suami nya itu dengan senyum menggoda di bibir nya. Dia baru sadar bahwa ketampanan suami nya itu bertambah beberapa kali lipat saat sedang kesal menunjukkan kecemburuan nya.


Cup


"Jangan melakukan nya lagi sayang. Aku cemburu. Aku tidak akan pernah berpaling darimu. Tidak akan. Itu janjiku." ucap Melvin.

__ADS_1


"Apakah janji nya bisa di pegang?" tanya Lila bermaksud menggoda suami nya itu.


"Dear, apa kau masih ragu padaku? Bagaimana agar kau tidak lagi meragukanku? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Melvin balik menatap mata istri nya itu lekat.


Lila menggeleng, "Aku percaya padamu by. Aku hanya tidak percaya kau bisa cemburu seperti itu padahal aku hanya memberikan bonus atas hasil pekerjaan nya." ucap Lila.


"Tentu saja aku cemburu. Kau akan memberikan bonus pada nya menggunakan uang pribadimu. Padahal selama ini kau bahkan belum menggunakan kartu yang aku berikan. Aku tidak rela. Lagi pula dia asistenku. Hanya aku yang bisa memberikan bonus pada nya. Lalu kau adalah tanggung jawabku. Sudah sepantas nya yang melakukan nya." ucap Melvin.


Lila yang mendengar itu pun mengangguk, "Baiklah jika memang begitu. Tapi suamiku terkait kartu yang kau berikan kenapa aku belum menggunakan nya? Itu karena kau sudah memenuhi semua kebutuhanku. Jadi aku tidak membutuhkan nya lagi. Tapi kapan-kapan akan aku gunakan." ucap Lila.


Melvin pun tersenyum lalu memeluk Lila erat. Melvin mengecup kening istri nya itu berulang kali. Dia sangat mencintai wanita ini dan itu bukan hanya bualan saja.

__ADS_1


"Ayo kita selesaikan pekerjaan kita dulu sebelum mami masuk dan melihat kita tidak beristirahat seperti yang dia perintahkan." ucap Lila melepas pelukan mereka.


Melvin pun mengangguk dan mereka segera fokus kembali dengan komputer di hadapan mereka.


__ADS_2