My Secret With CEO

My Secret With CEO
72


__ADS_3

“Boy!” panggil Melvin rendah.


Alex pun segera menatap daddy nya itu yang memanggil nya dengan nada rendah yang sudah bisa dia artikan bahwa daddy nya itu melarang nya bersikeras dengan sikap nya kepada sang mommy. Dia memang sangat keras kepala tapi juga paling peka terhadap sekitar nya.


“Maaf dad!” ucap nya.


“Kamu tidak memiliki salah pada daddy. Minta maaf sama mommymu.” Ucap Melvin sedikit tegas.


“Maaf mom!” Ucap Alex segera menatap sang mommy yang sudah meneteskan air mata nya itu.


“Mommy kenapa? Apa sakit?” tanya Alex berubah khawatir dan mendekati Lila lalu mengusap air mata mommy nya itu.


Lila menggeleng, “Maafkan mommy. Maaf mommy sudah keras padamu boy. Tapi mommy tidak ingin kau tahu apa penyakit mommy. Satu hal saja yang ingin mommy katakan. Tanpa mendengar diagnosa dari dokter mommy pasti lumpuh. Kaki kanan mommy kaku tidak bisa di gerakkan. Apa itu cukup menjelaskan bagaimana keadaan mommy boy?” tanya Lila menatap putra nya itu.


Alex yang mendengar ucapan mommy itu pun seketika mengangguk dan memeluk Lila, “Maaf mom!” ucap Alex. Lila pun hanya mengangguk.


Melvin pun tersenyum melihat itu begitu juga Alexa yang tersenyum menatap daddy nya. Dia bangga kepada Melvin. Walaupun Melvin tidak bisa menemukan nya saat kecil tapi dia tahu bahwa daddy nya itu menyayangi mereka. Menyayangi mommy mereka juga.


Tiba-tiba ponsel papi Emran berdering di suasana yang tercipta haru itu. Papi Emran segera menjawab nya dan bicara dengan si penelpon. Semua orang di ruangan itu juga diam ikutt fokus kepada papi Emran, “Nak, Luke sudah sadar. Dia sudah di pindahkan ke ruang perawatan tepat di sebelah ruanganmu ini.” ucap papi Emran begitu selesai menelpon kepada Lila.


“Saya ingin menemui nya tuan Emran.” Mohon Lila.


Papi Emran pun mengangguk, “Kau memang harus menemui nya karena dia juga memanggilmu begitu tersadar.” Ucap papi Emran.


Lila pun hendak turun tapi Melvin dengan gerakan cepat segera menggendong Lila ke kursi roda, “Jika mau turun juga tetap saja perhatikan kakimu. Kau sudah tahu bagaimana keadaan kakimu itu tapi masih saja tidak mempedulikan kesehatan sendiri. Aku tahu kau ingin segera bertemu Luke tapi setidak nya perhatikan juga kakimu itu. Aku tidak mau kau semakin terluka.” Ucap Melvin lembut tapi tegas.


Lila yang mendengar ucapan Melvin itu pun sedikit merasa bersalah. Hati nya yang beku sedikit mencair dengan apa yang Melvin dan keluarga nya lakukan untuk nya. Tapi sekali lagi dia takut berharap karena takut harapan itu akan menyakiti nya. Dia sadar bagaimana kondisi nya sekarang. Mana ada seorang pria yang rela menikahi seseorang yang cacat terus di tambah lagi dengan racun dalam tubuh nya yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa nya itu. Dia tidak ingin meninggalkan kesedihan yang mendalam kepada orang-orang yang dia sayangi dan dia cintai.


“Maaf!” ucap Lila lirih. Melvin pun hanya mengangguk. Lalu dia segera mendorong kursi roda milik istri nya itu keluar ruangan perawatan Lila menuju ruang perawatan Luke yang tepat berada di samping kanan ruangan Lila.


Percaya lah, perasaan Melvin saat ini deg degan karena takut akan kenyataan yang terjadi antara hubungan Lila dan Luke. Dia takut dugaan nya itu salah. Dugaan putra nya itu salah. Lalu hubungan mereka bukan seperti dugaan mereka.


Melvin perlahan membuka pintu ruangan perawatan Luke dan begitu masuk Lila tersenyum menatap seseorang yang sedang berbaring di ranjang pasien itu dengan menatap nya juga, “Luke!” panggil Lila.


“Nona Lila … anda baik-baik saja kan?” tanya Luke memandangi Lila.


Lila pun mengangguk, “Aku baik-baik saja Luke. Kan menolongku. Selain kakiku yang tidak bisa di gerakkan maka semua nya baik-baik saja. Lalu bagaimana denganmu? Kau tertembak Luke. Aku sangat khawatir.” Ucap Lila.


Luke tersenyum, “Saya tidak apa-apa nona. Selama anda baik-baik saja maka saya pun baik-baik saja. Tidak aka nada yang bisa membuat saya mati. Anda sudah menolong saya maka saya pasti akan menolong anda.” Ucap Luke tulus.


“Biarpun saya mati dan tidak selamat. Saya akan tetap senang melihat anda hidup.” Sambung Luke dengan senyum di wajah nya.


Lila menggeleng, “Jangan katakan itu Luke. Kau tidak boleh mati. Aku tidak mengizinkan nya. Jangan lakukan hal bodoh itu lagi. Jangan melindungiku. Aku bisa melindungi diriku sendiri. Jangan berkorban untukku jika kau ingin aku bisa hidup bahagia.” Ucap Lila.


Luke pun terdiam lalu Lila mendekati Luke itu dan memeriksa seluruh tubuh Luke yang terluka dan di balut, “Apa sakit?” tanya Lila lembut dan penuh kekhawatiran layak nya seorang pasangan mengkhawatirkan pasangan nya.


Jujur saja Melvin yang melihat itu merasakan cemburu dan iri. Dia iri dan ingin merasakan perlakukan lembut Lila seperti itu. Sungguh, perasaan nya semakin deg degan penuh dugaan akan hubungan Lila dan Luke.


Luke menyadari hal itu lalu dia melepas tangan Lila dari lengan nya, “Saya baik-baik saja nona. Tidak perlu khawatir.” Ucap Luke.

__ADS_1


“Yang perlu di khawatirkan itu anda karena pasti anda belum meminum obat pengen--” Luke menghentikan ucapan nya itu melihat Lila yang menggeleng.


“Apa yang kalian sembunyikan dariku?” tanya Melvin saat melihat apa yang terjadi di hadapan nya itu.


“Obat apa yang kau minum Lila?” sambung Melvin mendekati Lila dan Luke.


“Bukan obat apa-apa tuan.” Ucap Lila.


“Jangan bohong Lila. Kenapa kau sedikit saja tidak mempercayaiku.” Ucap Melvin frustasi.


“Kita tidak punya hubungan apapun yang bisa membuat saya percaya pada anda tuan. Tolong pahami lah hal itu.” ucap Lila.


“Tidak memiliki hubungan apapun? Kata siapa itu? Tidak kah kau sadar kita terikat satu sama lain. Kau adalah istri saya di mata hukum. Lalu Alex dan Alexa adalah bukti bahwa kita saling terikat dan memiliki hubungan. Tidak kah kau sadar akan hal itu?” ucap Melvin sedikit kesal karena seperti nya kesabaran nya itu sudah berada di level atas.


“Tapi kita memang tidak memiliki hubungan apapun. Kita tidak pernah saling mengucap janji pernikahan. Untuk Alex dan Alexa mereka hanya benih yang di titipkan oleh idola saya saja.” ucap Lila.


Melvin segera bersimpuh di depan kursi roda Lila itu, “Jika memang kau menganggap saya idola maka saya mohon menikah lah denganku Lila? Jadi lah istriku dalam arti sesungguh nya. Saling mengucap janji satu sama lain. Kita rawat dan jaga Alex dan Alexa bersama. Hidup bersama.” Ucap Melvin.


“Saya tahu mungkin kau mengharapkan lamaran yang istimewa tapi saat ini saya hanya bisa melakukan ini. Setidak nya sampai kau setuju. Sekali kau setuju mau lamaran atau pesta pernikahan seperti apapun akan saya wujudkan.” Sambung Melvin.


Alex dan Alexa yang hanya melihat dari luar dengan di gandeng oleh kakek dan nenek mereka pun segera masuk melihat apa yang di lakukan oleh daddy mereka. Sementara Lila hanya diam saja terpaku.


“Mommy! Menikah lah dengan daddy! Kami mohon.” Ucap Alex dan Alexa bersamaan dan ikut bersimpuh di hadapan Lila itu tepat di samping Melvin.


Lila yang melihat itu pun menggeleng, “Alex … Alexa … berdiri lah. Jangan lakukan hal ini. Mommy tidak bisa nak. Mommy tidak bisa menerima lamaran ini. Tidak kah kalian lihat kedaan mommy saat ini yang hanya duduk di kursi roda yang sudah bisa menjelaskan keadaan mommy tanpa mommy jelaskan. Menjadi istri dari seorang Melvin Al Berto adalah impian banyak wanita di luaran sana termasuk mommy. Tapi itu dulu sebelum kejadian ini terjadi. Sebelum mommy lumpuh. Mana ada yang bersedia menikah dengan seorang wanita yang lump--”


“Aku bersedia. Aku menerimamu apapun keadaanmu. Selama kau bersedia maka tidak masalah apapun keadaanmu.” Potong Melvin tegas.


“Kenapa?” tanya Melvin.


“Katakan aku alasan yang sebenar nya.” Sambung Melvin.


“Kau tidak mengerti keadaanku. Mungkin kau bisa menerima aku lumpuh tapi aku tetap tidak bisa. Itu alasan yang tidak bisa aku jelaskan.” Ucap Lila.


“Kenapa selalu seperti itu Lila? Tidak bisa kah kau--”


“Saya akan katakan tuan Melvin apa yang membuat nona Lila tidak setuju.” Ujar Luke sudah kehabisan kesabaran menghadapi Lila yang keras kepala.


Lila yang mendengar ucapan Luke pun segera menoleh kepada Luke dan menggeleng dengan ekspresi memohon nya, “Jangan katakan apapun Luke. Apa kau ingin mendapatkan hukuman dariku. Kau sudah mengkhianatiku sekali dengan datang kepada tuan Melvin dan kau belum menerima hukuman untuk kesalahanmu itu. Jadi apa kau ingin menambah daftar hukuman mu dengan mengatakan hal itu?” ucap Lila.


“Saya menerima hukuman itu nona. Saya terima. Tapi saya tidak akan membela sikap keras kepala anda lagi. Saya akan mengatakan nya.” Ucap Luke menggeleng.


“Jangan Luke. Jangan--”


“Maaf nona. Untuk kali ini saya tidak bisa menuruti anda.” Ucap Luke kembali menolak.


Lila yang mendengar penolakan Luke pun hanya bisa menggelengkan kepala nya dan menutup mata nya. Dia baru sadar bahwa Luke itu memiliki sifat yang sama dengan nya, yaitu keras kepala dan bertekad.


“Dia menolak lamaran selain lumpuh karena seluruh tubuh nya ada racun. Racun yang tidak bisa di deteksi jenis nya. Racun yang sama dengan racun yang membunuh nyonya Dhara dan tuan Calvin. Nona Lila mendapatkan racun itu dalam jumlah sedikit dari ibu dan kakak tiri nya. Itu lah alasan terbesar nya ingin membalas dendam.” Jelas Luke.

__ADS_1


“Luke … mengkhianatiku lagi.” Ucap Lila lalu melemah dan seketika pun dia pingsan di kursi roda nya itu.


“Lila!” teriak Melvin lalu segera menggendong Lila kembali ke ruang perawatan nya.


“Mom!” ucap Alex dan Alexa menangis. Mereka sedih mendengar kenyataan akan kondisi mommy mereka itu. Racun adalah sesuatu yang mereka takutkan.


Sementara Luke kini dia semakin mengkhawatirkan keadaan Lila itu. Dada nya terasa sangat nyeri bahkan rasa nyeri nya itu mengalahkan rasa sakit saat dia tertembak.


“Ada apa denganku? Kenapa sangat sakit? Sakit sekali. Kenapa aku tidak tenang setelah mengatakan itu dan kini justru sangat sakit. Lila!” ucap Luke lalu dia pun akhirnya pingsan karena nyeri yang dia rasakan.


Kini Lila dan Luke sedang di tangani oleh dokter. Melvin dan yang lain nya menunggu di luar.


“Mih … pih … aku tidak akan mengampuni dua wanita itu. Mereka meracuni Lila. Aku tidak bisa kehilangan Lila.” Ucap Melvin.


“Tenang lah kita akan lakukan pengobatan yang terbaik untuk Lila. Papi sudah menghubungi seorang dokter pakar ahli racun dan obat nya.” Ucap papi Emran menepuk bahu putra nya itu.


“Kakek … apa mommy bisa sembuh?” tanya Alexa menatap kakek nya itu.


“Tentu nak. Mommy kalian pasti sembuh.” Ucap papi Emran.


Tidak lama dokter yang menangani Luke keluar dan mengatakan Luke baik-baik saja. Hanya pingsan saja dan kini sudah sadar.


Melvin pun segera masuk melihat Luke, “Bagaimana keadaanmu Luke?” tanya Melvin menatap Luke yang memegang dada nya.


“Saya baik-baik saja tuan.” Ucap Luke mencoba untuk bangkit. Melvin pun segera membantu Luke untuk bersandar.


“Lila bagaimana tuan?” tanya Luke menahan nyeri di dada nya.


“Dia masih di tangani oleh dokter.” Jawab Melvin.


“Itu pasti racun nya kambuh tuan. Dia sudah beberapa hari ini tidak meminum nya pasti. Dia butuh obat pengendali racun itu tuan. Jika tidak nyawa nya bisa tiada.” Ucap Luke.


Melvin yang mendengar itu pun segera menatap Luke, “Di mana obat nya Luke? Di mana? Katakan!” ucap Melvin.


“Di tas milik nya di ruangan nya tuan. Tempat itu.” jawab Luke.


Melvin yang mendengar itu pun segera keluar dengan tergesa-gesa dari ruangan Luke. Bahkan kedua orang tua nya dan kedua anak nya itu dia abaikan. Fokus nya saat ini yaitu menemukan obat Lila.


Tidak lama dokter yang menangani Lila keluar, “Bagaimana dokter?” tanya mami Elea.


Dokter itu menggeleng, “Nona Lila kritis. Racun itu sudah menyerang tubuh nya. Dia mungkin akan sadar tapi seperti nya untuk bertahan akan sulit. Seperti nya dia sudah tidak minum obat pengendali racun itu sehingga tubuh nya pun melemah.” Jelas dokter.


“Obat nya sedang di ambil dokter. Pastikan saja dia bisa menunggu sampai obat itu tiba.” Ucap Luke yang keluar dari ruangan nya dengan membawa tiang infus nya sendiri.


“Uncle … mommy akan baik-baik saja kan? Dia akan selamat bukan?” tanya Alex dan Alexa segera mendekati Luke dan menatap Luke dengan penuh haru.


Luke yang melihat anak kembar Lila itu pun mengangguk, “Tenang saja mommy kalian pasti akan sembuh. Kalian berdoa saja. Doa anak kecil itu pasti akan Tuhan kabulkan.” Ucap Luke menatap si kembar dengan tatapan penuh kasih.


Entah kenapa dia merasa memiliki hubungan dengan kedua anak di hadapan nya itu. Seperti kedekatan yang terjadi antara diri nya dan Lila. Dia juga merasakan hal itu saat berada di dekat Lila. Kadang dia menangis saat Lila berbaring lemah setelah meminum obat pengendali racun nya itu. Tapi sampai saat ini dia tidak tahu apa arti nya perasaan nya itu.

__ADS_1


“Uncle … kau mirip mommy!”


__ADS_2