My Secret With CEO

My Secret With CEO
93


__ADS_3

Yola pun segera mengambil alih kursi roda Lila, “Kau memang tidak salah sama sekali. Tuan Melvin memang suamimu baik sejak seminggu lalu maupun sejak enam tahun lalu.” Ucap Yola.


Lila yang mendengar itu pun tersenyum saja, “Kita mau kemana?” tanya Lila saat dia menyadari Yola mendorong kursi roda nya menuju pintu keluar.


“Hum, tentu saja keluar.” Jawab Yola enteng.


Lila yang mendengar jawaban Yola pun menengadah menatap sahabat nya itu, “Keluar? Kemana?” tanya Lila bingung.


“Ikut saja. Aku mau mengajakmu keluar agar tidak bosan di rumah saja selama seminggu ini dan keluar hanya untuk terapi.” Jawab Yola.


“Kau mau mengajakku pergi? Tapi kemana?” tanya Lila.


“Hum, itu kejutan. Kau ikut saja.” ucap Yola.


Lila pun mengangguk, “Baiklah. Untuk kali ini aku ikut karena seperti nya aku juga sedikit jenuh.” Timpal Lila tersenyum.


Yola pun tersenyum dan mengangguk lalu segera membantu Lila naik mobil dan tidak lupa dia juga meletakkan kursi roda milik Lila itu di bagasi mobil. Baru lah setelah itu dia masuk ke depan kemudi lalu tidak lama kemudian mobil pun melaju meninggalkan kediaman utama milik keluarga Melvin.


“Hum, lumayan.” Ucap Lila.


Yola yang mendengar ucapan Lila pun mengangkat alis nya bingung, “Apa nya yang lumayan?” tanya Yola.


“Hum, cara mengendarai mobil. Seperti nya mengalami peningkatan drastis dari enam tahun lalu.” Ujar Lila.


Yola yang mendengar itu pun tersenyum, “Pekerjaanku di tuntut untuk bisa menyetir mandiri, La. Sejujur nya ini juga karenamu. Kau yang dulu mengajarimu mengemudi dan yang membuatku bertekad bisa menyetir sendiri karena kau juga. Aku ingin kau segera di temukan sehingga aku bekerja dengan maksimal di perusahaan. Aku ingin tahu semua informasimu dari mereka sehingga semua kesulitan yang aku hadapi bisa aku lewati karena tekadku yang ingin mengetahui di mana keberadaanmu.” Ujar Yola menjelaskan.


Lila yang mendengar itu pun tersenyum lalu sambil mengangguk-ngangguk, “Maafkan aku yang tidak meninggalkan surat apapun untukmu. Aku juga tidak mengatakan apapun yang terjadi padaku saat itu padahal kau selalu mengunjungiku di apartemen.” Ucap Lila.


“Hum, tidak perlu minta maaf karena aku juga pasti akan melakukan hal yang sama juga jika hal yang sama terjadi padaku. Aku pasti hanya memikirkan masalahku saja. Kau tidak salah kok. Aku bisa mengerti hal itu. Lagi pula dengan hal itu aku tidak jadi berbohong dengan menyembunyikan keberadaanmu. Kau sudah menyelamatkanku sebenar nya. Jangan merasa bersalah padaku.” Ucap Yola.


“Tapi tetap saja aku membahayakanmu. Apa mereka menyakitimu?” tanya Lila ingin tahu. Jujur saja dia belum sempat menanyakan hal ini kepada sahabat nya itu.


Yola menggeleng, “Mereka tidak menyakitiku kok. Hanya mengancamku saja karena tidak mempercayaiku. Tapi setelah mereka mempercayaiku bahwa aku tidak berbohong sama sekali terkait keberadaanmu. Mereka tidak lagi mengancamku. Mereka tidak menyakiti fisikku sama sekali.” Jelas Yola.

__ADS_1


“Tapi tidak perlu di pikirkan lagi karena aku sekarang sudah senang bekerja di sana. Gaji nya besar. Di mana lagi coba aku bisa menemukan pekerjaan sesuai minatku dan juga gaji nya sangat besar dengan bonus yang tidak tanggung-tanggung. Lalu yang paling penting lagi kau sudah ada di sini bersamaku. Aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi. Kau sudah di sini. Itu berarti semua sudah baik-baik saja.” sambung Yola.


Lila yang mendengar itu pun tersenyum, “Terima kasih sudah bertahan untukku. Aku bangga punya kalian sebagai sahabatku. Kau dan Delon adalah sahabat terbaik yang ku miliki.” Ucap Lila.


“Delon? Apa kau tidak sadar bahwa Delon sebenar nya dia--”


“Aku tahu. Dia menyukaiku bukan? Aku menyadari nya. Tapi dia hanya ku anggap sahabat saja. Aku tidak bisa menumbuhkan perasaan yang lebih dari itu untuk nya.” potong Lila.


Yola pun mengangguk, “Karena sejak dulu kau hanya mengidolakan tuan Melvin. Sejak usiamu 15 tahun kau sudah mengidolakan nya dan berkhayal menjadi istri nya. Tapi Tuhan seperti nya memang mendengar permohonan gadis remaja berseragam almamater salah satu sekolah sehingga membuat hayalanmu itu menjadi kenyataan.” Ucap Yola tersenyum.


Lila yang mendengar itu pun tertawa, “Yah, seperti nya memang Tuhan mengabulkan permohonanku itu tapi dengan banyak nya rintangan yang aku lewati.” Timpal Lila membenarkan ucapan Yola sambil mengingat kejadian beberapa tahun lalu itu, di mana dia saat itu yang baru pulang sekolah memutuskan singgah di salah satu tempat ibadah dan membuat permohonan di sana hanya karena melihat pria tampan yang membuat nya langsung tertarik.


“Itu karena kau hanya meminta di jadikan istri saja dalam permohonanmu. Kau lupa meminta di permudah jalan nya.” ujar Yola.


Lila pun kembali terkekeh dan membenarkan ucapan Yola itu, “Kau benar.” ucap Lila.


***


Lila pun memandangi Yola seolah bertanya, “Kau pasti akan tahu jawaban nya nanti untuk semua pertanyaanmu itu.” ujar Yola berbisik di telinga Lila. Yola pun segera mendorong kursi roda milik Lila itu masuk ke dalam taman di mana sudah di sediakan jalan yang di sepanjang jalan nya di taburi bunga.


Semakin masuk ke dalam taman hingga Lila pun melihat di sana ada salah satu group music kesukaan nya sedang menyanyikan salah satu lagu dan juga ada pianis nya. Lila juga melihat ada Melvin di sana dan juga keluarga nya.


Lila kembali memandangi Yola untuk mengucapkan terima kasih atas kejutan ini. Melvin segera mendekati Lila dan Yola lalu segera mengambil alih mendorong kursi roda Lila itu menuju panggung yang sudah ada di sana, “Terima kasih.” Ucap Lila.


Melvin yang mendengar itu pun hanya tersenyum saja, “Ini adalah kejutan untuk istriku karena ada kabar baik.” bisik Melvin.


Lila yang mendengar itu pun hanya tersenyum. Lalu begitu tiba di panggung group music kesukaan nya itu pun segera menyelesaikan lagu mereka. Lalu setelah itu segera menghilang dari tempat. Tinggal alunan pianis yang masih mengalun di sana.


Tiba-tiba Melvin berlutut di depan Lila, “Hum, istriku ini mungkin terlambat karena kita sudah menikah baik sejak seminggu lalu maupun pernikahan kita sejak enam tahun lalu. Selain itu juga kita sudah memiliki dua orang anak yang tampan dan cantik serta sangat jenius. Tapi aku tetap ingin melakukan nya. Sebelum nya aku sudah melakukan ini sebanyak dua kali tapi aku melakukan nya di tempat yang tidak sesuai. Untuk hari ini aku ingin mengulangi nya lagi.” Ucap Melvin.


“Melamar? Yah, lamaran. Jika sebelum nya adalah lamaran untuk menjadi istriku maka kali ini adalah lamaran agar kau bersedia menua bersamaku? Apapun yang terjadi nanti kita akan selalu bersama. Kau harus mempercayaiku. Ohiya satu lagi aku tidak ingin jawaban tidak untuk lamaranku ini karena aku hanya mau jawaban iya saja. Aku memaksa.” Melvin menjeda ucapan nya itu lalu mundur sedikit dari posisi nya. Lalu tetap dengan menggenggam tangan Lila dia pun melanjutkan perkataan nya itu.


“Greyila El Bara, mau kah kau menghabiskan hidupmu bersamaku? Menemaniku hingga kita menua bersama? Melihat anak-anak kita menikah dan memiliki cucu atau mungkin juga cicit.” Ucap Melvin.

__ADS_1


Lila yang mendengar itu pun terharu dengan semua nya. Hari ini dia tidak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini karena memang dia tidak mendapatkan informasi apapun.


Lila memandangi mata Melvin dengan lekat lalu dengan perlahan dia pun mengangguk, “Tentu saja aku bersedia. Aku mengidolakanmu sejak usiaku 15 tahun dan meminta kepada Tuhan untuk jadi istrimu. Lalu apa aku punya alasan untuk menolak tawaran ini?” ucap Lila lalu mengecup kening suami nya itu dengan lembut. Hal yang tidak di sangka oleh Melvin akan di lakukan oleh Lila mengingat istri nya itu sangat kaku.


Lila tidak menyangka bahwa semudah itu hati dan pikiran nya itu lagi-lagi terhipnotis dengan pesona Melvin. Jujur saja semua yang dia lakukan selama ini hanya berdasar pada kemarahan dan dendam di hati nya sehingga menutup semua kelembutan yang dia miliki. Menutup semua perasaan wanita yang dia miliki.


Di sana yang seluruh keluarga yang melihat itu pun ikut terharu dan bahagia karena mereka kini yakin bahwa Lila memang sudah benar-benar menerima keberadaan Melvin.


Melvin mendekati Lila dan memeluk istri nya itu erat, “Hubby, jangan erat-erat memeluk nya. Ingat luka operasiku masih belum sembuh total. Ingat juga istrimu ini masih belum sembuh dari lumpuh nya. Jangan menambah cedera pada tulangku.” Ucap Lila lirih.


Melvin yang mendengar bisikkan istri nya itu pun hanya tersenyum, “Terima kasih sayang. Aku akan menepati semua janji yang ku buat untukmu. Kau harus percaya padaku.” Ucap Melvin.


Lila pun melepas pelukan di antara mereka lalu dia menatap suami nya itu lekat, “Aku sudah mempercayaimu sejak usiaku 15 tahun dengan menjadikanmu idola.” Balas Lila.


Melvin pun tersenyum dan kembali memeluk Lila, “Maafkan jika idolamu ini sempat membuatmu kecewa. Aku akan menebus semua nya nanti.” Ucap Melvin.


“Hum, aku akan menagih nya nanti. Kau harus siap saat aku menagih tebusan nya.” balas Lila.


Melvin pun hanya mengangguk dan tetap memeluk Lila.


“Ouh ayolah adik ipar. Mau sampai berapa lama kau memeluk adikku. Kasihan tulang adikku akan remuk nanti.” Ucap Luke tiba-tiba sudah berada di dekat mereka.


Melvin pun segera melepas pelukan nya itu dan tersenyum saja menatap Luke, “Jangan lupa kakak ipar bahwa aku lebih tua darimu.” Balas Melvin.


“Aku tidak akan lupa adik ipar. Aku sudah mengingat nya dalam otakku sehingga membuatku sedikit menyesal karena menikahkan adikku dengan orang yang sudah tua.” Ujar Luke.


“Ck, sialan kau Luke.” Umpat Melvin kesal.


“Berani nya kau mengumpati kakak iparmu seperti itu.” balas Luke.


“Sayang!” adu Melvin.


Semua keluarga dan Lila pun hanya tertawa melihat pertengkaran suami dan kakak nya itu. Seperti nya ini pemandangan yang dia impikan selama ini.

__ADS_1


__ADS_2