My Secret With CEO

My Secret With CEO
31


__ADS_3

Kini Melvin dan Deo sudah berada di perusahaan. Mereka langsung bergegas ke kantor begitu mendengar bahwa saham perusahaan sedang bermasalah.


“Apa kalian sudah temukan penyebabnya? Bagaimana mungkin bisa mengalami penurunan seperti itu?” tanya Melvin kepada bidang IT perusahaannya.


“Tuan, ini hanyalah akal-akalan saja. Sepertinya ada yang masuk ke system perusahaan kita. Mereka hanya mengotak-atik saja. Tapi setelah itu mereka pergi.” jelas Deo yang langsung mengambil alih bidang IT itu karena mereka tadi kelabakan saat melihat saham turun. Tapi ternyata itu hanya tipuan saja. Saham perusahaan tetap baik-baik saja.


“Terus apa sudah baik-baik saja sekarang?” tanya Melvin.


Deo pun mengangguk, “Sudah tuan. Semuanya sudah baik-baik saja. Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Semuanya hanya permainan saja. Sekarang system kita sudah baik-baik saja. Semuanya sudah baik-baik saja.” jelas Deo.


Melvin pun mengangguk lega lalu dia dan Deo segera meninggalkan ruangan IT itu dan segera ke lantai atas di mana ruangannya berada.


“Deo, siapa yang mencoba masuk ke system perusahaan kita? Bukankah system perusahaan kita baik-baik saja dan tidak bisa di terobos sama sekali. Kenapa sekarang bisa begini?” tanya Melvin.


“Iya tuan. System perusahaan kita memang baik-baik saja dan sudah terkuat di antara perusahaan lain.” Ujar Deo.


“Lalu kenapa ini bisa terjadi?” tanya Melvin.


“Saya juga bingung tuan.” Jawab Deo.


“Sepertinya aku harus mengganti pegawai IT Itu. Aku akan mengevaluasi mereka.” ucap Melvin.


Ting

__ADS_1


Tiba-tiba saja ponsel Melvin berbunyi tanda ada pesan masuk. Melvin segera meraih ponselnya dan membuka pesan teks yang di kirimkan oleh nomor tidak di kenal itu. Saat Melvin membukanya seketika dia terdiam kaget.


[Daddy! Ini kami Alex dan Alexa. Daddy maaf kami tadi masuk ke system perusahaanmu dan sempat membuat geger perusahaanmu akan editan yang kami buah terkait saham perusahaanmu. Tapi tenang saja kami sudah memperbaikinya seperti semula kok. Kami juga sudah menambah pengamanan system perusahaanmu itu hingga tidak ada lagi yang bisa menerobosnya seperti yang kami lakukan. Tenang saja daddy kami tidak berniat jahat kok. Kami hanya ingin melihatmu bekerja saja. Kami hanya ingin mengamatimu saja. Itu saja. Mommy sudah menceritakan tentangmu kepada kami. Tapi kami sudah berjanji padanya bahwa kami tidak akan menemuimu. Kami hanya di izinkan untuk melihatmu dari jauh saja. Daddy jangan benci mommy ya karena ini. Dia hanya melakukan yang terbaik untuk melindungi kami. Mommy tahu daddy sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri sehingga mommy takut saat dia mempertemukan kami dengan daddy, daddy akan mengambil kami. Kami tidak ingin itu terjadi. Kami ingin tinggal bareng mommy dan daddy tapi sepertinya itu tidak bisa karena daddy sudah menikah. Selamat atas pernikahan daddy. Sampaikan salam kami untuk adik kami dari ibu baru itu. Daddy, jangan mencari kami karena kami baik-baik saja bersama mommy. Dia sangat menjaga kami. Untuk itulah saat kami di hadapkan untuk memilih antara mommy dan daddy kami tetap memilih mommy walaupun sangat ingin bertemu daddy. Hum, daddy sampai sini dulu yaa nanti kapan-kapan lagi kami akan mengirim pesan lagi. Jangan menelpon dan mencari kami. I miss you daddy.]


Melvin membaca pesan teks itu menangis, “Deo, anak-anakku mengirimiku pesan Deo. Mereka mengirimkan pesan kepadaku. Aku mohon Deo tolong temukan mereka. Mereka ingin bertemu denganku hanya saja Lila salah paham padaku. Dia pikir aku sudah menikah karena status nikahku. Deo aku mohon temukan mereka. Mereka sudah mengetahui aku tapi kenapa aku tidak tahu seperti apa mereka sekarang. Ayah macam apa aku ini Deo.” Ucap Melvin sedih. Sungguh dia sangat sedih.


Deo yang melihat tuannya menangis pun segera mengambil ponsel di tangan Melvin itu dan membaca pesan yang membuat tuannya menangis. Setelah dia membaca pesan itu dia pun seketika meneteskan air matanya.


“Tuan, kita harus selesaikan kesalahpahaman ini. Kita pikir dengan pengajuan pernikahan itu semuanya akan baik-baik saja tapi kini hal itu justru yang menimbulkan kesalahpahaman. Apa yang harus kita lakukan sekarang?” ucap Deo bingung.


“Kita pulang Deo. Aku harus bicara dengan mami dan papi terkait ini. Bagaimana pun papi yang mengajukan pernikahan itu ke kantor agama. Kita pulang. Perusahaan baik-baik saja. Mereka sudah memperbaiki systemnya.” Ucap Melvin.


“Aku memiliki anak yang genius Deo padahal aku tidak segenius itu. Entah gen siapa yang menurun kepada mereka itu.” ucap Melvin segera berdiri dan berlalu keluar dari ruangannya. Deo pun segera mengikuti Melvin dan keduanya segera kembali ke kediaman utama untuk mendiskusikan masalah yang terjadi.


Di Negara Y, kini Lila menemui kedua anaknya itu dan tidak ada di kamar mereka. Dia pun segera ke ruangan yang di gunakan oleh si kembar sebagai ruangan eksperimen mereka.


“Apa yang kalian lakukan boy, girl?” tanya Lila mendekati kedua anaknya itu.


“Hum, gak ada mom.” Jawab Alex.


“Ouh udah pintar bohong ya sekarang. Mommy tahu yang kalian lakukan. Kalian habis mengawasi daddy kalian itu kan. Jangan bohong karena mommy bisa membacanya.” Ucap Lila.


“Benar mom.” Jawab Alexa.

__ADS_1


“Kalian mencoba masuk ke system perusahaan daddy kalian?” tanya Lila melihat layar monitor di hadapannya itu.


“Iya mom. Tapi hanya iseng saja kok mom. Kami juga sudah memperkuat system perusahaan daddy setelah kami keluar tadi.” Jelas Alex.


“Jangan lakukan itu lagi. Daddy kalian pasti khawatir saat itu. Jangan lakukan itu lagi boy, girl. Kasihan!” ucap Lila yang di angguki oleh kedua anaknya itu. Lila pun tersenyum melihat itu.


“Sepertinya aku memang tidak bisa menghalangi kalian menemui daddy kalian nak. Baiklah, aku akan pertemukan kalian nanti.” Batin Lila menatap kedua buah hatinya itu.


Lila segera keluar dari ruangan anak-anaknya dan menuju toko menemui kakek Parker dan nenek Saraswati, “Nek … kek … Lila ingin bicara dengan kalian.” ucap Lila.


“Katakan saja nak. Apa yang ingin kau bicarakan.” Ucap nenek Saraswati.


“Lila sudah memutuskan Lila akan kembali ke Negara N.” ucap Lila.


“Apa kau yakin?” tanya kakek Parker.


Lila mengangguk, “Yakin kek. Aku akan pertemukan mereka dengan daddy mereka. Seperti yang kalian katakan itu adalah hak yang harus di dapat oleh anak-anak. Aku tidak boleh egois. Selain itu juga aku merindukan daddy dan mommyku. Sepertinya sudah cukup lama aku meninggalkan mereka. Aku akan kembali ke negaraku. Tapi tentu saja aku akan sekali-kali ke sini lagi.” Ucap Lila.


“Kami senang mendengar ini nak. Kami tahu kau pasti akan mengambil keputusan yang terbaik. Kami akan tetap jadi keluargamu. Jangan lupa untuk menghubungi kami jika sudah di sana. Jangan lupakan kami.” ucap Nenek Saraswati. Lila pun mengangguk.


“Tentu nek. Aku tidak akan melupakan kalian.” ucap Lila.


“Kapan kau akan pergi nak?” tanya kakek Parker.

__ADS_1


“Lusa.”


__ADS_2