My Secret With CEO

My Secret With CEO
40


__ADS_3

"Mom, apa ini restoran nya? Kenapa sepi?" Tanya Alex karena Lila sudah memarkirkan mobil di depan sebuah restoran tapi di sana tidak pengunjung sama sekali. Hanya mereka saja. Lampu sangat terang di dalam restoran itu tapi tidak ada sama sekali orang nya.


Lila memilih tidak menjawab pertanyaan putra nya itu. Lila segera turun dari mobil dan membantu membuka pintu mobil untuk kedua buah hati nya itu.


"Mom, kenapa sunyi. Kenapa tidak ada orang sama sekali?" kali ini bukan suara Alex tapi Alexa. Dia juga penasaran akan hal itu.


Lila tersenyum lalu memandangi kedua buah hati nya itu, "Mommy sudah booking restoran ini nak untuk perayaan ulang tahun kalian." ucap Lila.


"Ayo masuk!" sambung Lila segera mengajak kedua buah hati nya itu masuk dengan dia menggandeng kedua putra dan putri nya itu.


"Terus di mana pelayan nya mom? Apa hanya kita saja di sini?" tanya Alex lagi.


Lila yang mendengar itu tersenyum, "Tentu tidak begitu dong. Masa iya kita melayani diri kita sendiri kan tidak mungkin. Ayo masuk dan jangan bertanya lagi agar kalian bisa tahu semua nya tanpa harus mom jawab." ujar Lila.


Akhirnya Alex dan Alexa pun menurut dan mereka segera masuk dan benar saja begitu mereka sudah ada di depan pintu langsung ada pelayan yang datang dan membukakan pintu untuk mereka.


Mereka pun segera masuk, "Selamat datang nona Lila." ucap pelayan itu menyambut kedatangan Lila.


Lila pun hanya mengangguk lalu dia segera masuk dan dengan bantuan pelayan mereka segera di bawa ke tempat yang sudah di sediakan untuk jadi tempat dinner mereka.


Di sana sudah ada meja dengan enam kursi yang di sediakan. Lila dan kedua buah hati nya itu segera duduk dan tidak lama setelah itu makanan pun segera di sajikan. Semua makanan yang di sediakan adalah makanan kesukaan Alex dan Alexa.


Mereka pun menikmati makan malam itu dengan tenang dan penuh kebahagiaan. Lalu tidak lama setelah selesai makan. Pelayan pun datang lagi dengan kue.


Alex dan Alexa yang melihat itu tersenyum, "Ayo nak tiup." ucap Lila mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk kedua buah hati nya itu.


Alex dan Alexa pun meniup lilin di kue ulang tahun itu bersama-sama. Tapi sebelum meniup kue ulang tahun mereka berdoa dulu. Entah apa yang mereka minta hanya mereka saja hang tahu.


[Aku mohon tuhan tolong satukan mommy dan daddy. Aku ingin memiliki keluarga yang utuh.] Alexa.


[Aku mohon tuhan lindungi Mommy dan Daddy juga adikku. Aku mohon pertemukan kami dengan daddy dan kabulkan apapun permohonan yang di minta adikku.] Alex.


"Ayo potong kue nya." Ucap Lila.


Alex dan Alexa pun mengangguk dan memotong kue mereka itu dan menyuapi Lila dengan potongan pertama kue ulang tahun mereka itu.


"Terima kasih nak. Kue nya lezat." ucap Lila lalu mengecup kening kedua buah hati nya itu bergantian.


"Selamat ulang tahun sekali lagi mommy ucapkan. Kalian harus jadi anak yang bisa membuat bangga semua orang dan berguna untuk orang lain." ucap Lila mendoakan kedua buah hati nya itu di amin kan oleh Alex dan Alexa.


Lila menatap kedua buah hati nya itu lalu tanpa sadar air mata jatuh di pipi nya tapi langsung dia hapus karena tidak ingin membuat kedua buah hati nya itu sedih dan tahu apa perasaan nya saat ini.


"Mommy harap kalian bahagia dengan keputusan ini. Mommy akan mengabulkan keinginan kalian." Batin Lila.


Lalu setelah itu dia melihat jam tangan nya dan tersenyum.


"Boy ... girl ... Mom mau ke toilet sebentar yaa. Mommy kebelet pengen buang air." ujar Lila menatap kedua buah hati nya itu lekat.


Alex dan Alexa pun mengangguk penuh senyuman tanpa curiga sama sekali, "Kalian tunggu di sini. Mommy hanya sebentar saja kok. Kalian jangan kemana-mana yaa. Tunggu di sini. Okay." ucap Lila kepada kedua buah hati nya itu.


Alex dan Alexa pun kembali mengangguk, "Iya mom. Jangan khawatir. Kami bisa menjaga diri kami sendiri. Kami sudah besar. Tenang saja. Kami sudah lima tahun." Ucap Alex.


"Iya mom. Kami akan menunggu mom di sini. Kami tidak akan ke mana-mana. Jadi tidak perlu khawatirkan kami." Timpal Alexa.


Lila pun tersenyum lalu mengangguk. Dia pun segera meraih tas nya lalu memeluk kedua buah hati nya itu dan mengecup kening mereka bergantian sebelum dia pergi ke toilet.


"Maafkan mommy. Hanya ini yang bisa mommy lakukan agar keinginan kalian bisa terwujud. Mommy tidak akan meninggalkan kalian. Mommy akan tetap ada mengawasi kalian walau itu dari jauh." batin Lila meninggalkan kedua buah hati nya itu di meja di sana sambil menikmati camilan di sana.


Sungguh, Lila tidak tega melakukan ini hanya saja menurut nya ini adalah yang terbaik untuk semua nya. Air mata sudah menetes di pipi nya tanda dia tidak rela akan apa yang terjadi. Aku benci diriku yang lemah seperti ini. Lila segera melihat jam tangan nya kembali di mana di sana menunjukkan pukul 18.57.


"Tiga menit lagi kalian akan bertemu dengan daddy kalian nak. Semoga kalian menyukai kejutan ini. Maaf hanya ini yang bisa mommy lakukan." batin Lila lalu dia segera menuju pintu belakang restoran itu dan menjauh dari restoran itu dengan menaiki mobil yang satu nya lagi. Mobil yang memang sudah dia siapkan sebelum nya.


Sementara di depan restoran kini ada dua mobil yang masuk ke restoran itu dan memarkirkan mobil mereka di samping mobil yang ada di sana.


Orang yang di dalam masing-masing mobil pun keluar, "Mami ... Papi ... Kalian di sini juga?" ucap Melvin melihat kedua orang tua nya itu.

__ADS_1


Mami Elea dan papi Emran pun tersenyum lalu mengangguk, "Ayo kita masuk ke dalam." ucap mami Elea.


"Tunggu dulu. Sebelum kita masuk seharus nya kita siapkan dulu apa memang benar di sini tempat nya." Ucap papi Emran.


"Tentu di sini pih. Restoran U hanya ini saja. Emang ada di mana lagi." ucap mami Elea.


"Papi tahu itu mih. Tapi kenapa restoran ini sangat sepi dan tidak pengunjung satu pun." ucap papi Emran.


"Mungkin saja Lila membooking tempat ini pih. Mungkin dia ingin suasana yang tenang. Jadi tidak ada pengunjung sama sekali di sini." ucap Melvin mengutarakan pendapat nya walau pun dia juga sedikit merasa aneh dengan apa yang terjadi di sini. Semoga saja tidak ada kejadian yang tidak terduga lagi terjadi agar semua terjadi sebagaimana mesti nya. Dia tidak ingin ada drama apapun lagi. Dia ingin segera bertemu dengan putra dan putri nya sekaligus dengan wanita yang sudah melahirkan mereka ke dunia ini. Wanita yang memiliki status sebagai istri nya di mata negara selama kurang enam tahun ini.


"Benar itu yang di katakan Melvin. Ayo kita masuk saja sebelum kita terlambat dan tidak bisa bertemu dengan mereka." ucap mami Elea melihat jam tangan nya di mana jam sudah menunjukkan pukul 18.59.


Akhirnya ketiga orang itu pun segera masuk ke dalam yang langsung di bukakan pintu oleh pelayan di sana. Mereka sangat mengenal siapa yang datang itu karena memang ketiga wajah yang datang itu bukan lah wajah yang asing. Mereka sangat familiar karena sering terlihat di majalah bisnis dan berita bisnis sebagai orang nomor satu di negara ini.


Melvin, papi Emran dan mami Elea pun segera mengikuti pelayan yang menuntun mereka itu, "Silahkan masuk tuan, nyonya. Sudah ada di dalam yang menunggu." Ucap pelayan itu ramah begitu mereka tiba di tempat yang sudah di janjikan.


Kini perasaan Melvin deg degan dan gugup karena untuk pertama kali nya dia akan melihat dan bertemu dengan kedua anak yang hanya dia lihat lewat foto ketika masih bayi. Kedua anak yang lahir dari kejadian satu malam nya. Kedua anak yang di lahirkan oleh seorang gadis pemberani hingga membuat nya kalah menemukan keberadaan mereka. Sungguh dia sangat gugup saat ini. Apalagi jika harus mengingat bahwa dia akan bertemu dengan gadis yang dulu nya memberi nya kenikmatan walaupun dalam keadaan di bawah pengaruh alkohol.


Tidak jauh berbeda dengan Melvin. Kedua orang tua nya juga merasakan hal yang sama karena untuk pertama kali nya mereka akan bertemu dengan cucu mereka.


Ketiga orang itu melihat ada sebuah meja panjang fi sana dengan enam kursi dan ada dua anak kecil yang duduk di sana membelakangi mereka dengan pakaian warna navy mereka senada dengan setelan jas yang di pakai Melvin.


Melvin semakin gugup berjalan mendekati kedua anak kecil yang masih belum menyadari kedatangan mereka.


Alex dan Alexa yang mulai menyadari orang yang masuk ke ruangan mereka itu pun segera menoleh, "Mommy!" ucap kedua nya yang mengira bahwa itu mommy mereka yang kembali dari toilet tapi seketika mereka terdiam melihat siapa yang datang.


Mereka terdiam dan terkejut akan siapa yang berada di harapan mereka dengan jarak kurang dua meter. Alex dan Alexa segera turun dari kursi dan seketika air mata jatuh di pipi mereka, "Daddy ..." panggil mereka bersama-sama.


Melvin yang mendengar itu dari bibir dua anak kecil copyan diri nya itu pun segera melangkah cepat mendekati kedua nya dan membawa kedua nya ke dalam pelukan nya.. Dia sangat terharu melihat kedua anak nya itu. Yah, anak nya. Dia tidak butuh test DNA untuk membuktikan bahwa dua anak yang berada dalam pelukan nya itu adalah anak kandung nya. Garis wajah yang di miliki oleh kedua nya sudah menjadi bukti penting bahwa mereka adalah anak nya.


"Hiks ... hiks ... Daddy!" ucap Alexa menangis dalam pelukan Melvin itu.


Melvin pun mengeratkan pelukan nya kepada kedua buah hati nya itu sambil mengecup kepala mereka berulang kali.


"Iya ini daddy nak. Daddy kalian." ucap Melvin dengan bergetar. Sungguh dia sangat bahagia saat ini karena kini kedua anak nya itu berada di pelukan nya.


"Daddy!" panggil Alex dan Alexa menatap Melvin dengan tatapan penuh bahagia.


"Iya. Ini daddy." Jawab Melvin lalu kembali memeluk kembali kedua buah hati nya itu.


Mami Elea yang melihat itu terharu. Sungguh pemandangan yang membuat air mata nya menetes tanpa bisa di bendung sama sekali. Dia bisa melihat rasa rindu di mata kedua cucu nya itu. Rasa rindu yang membuncah tanpa bisa di cegah begitu Melvin memeluk mereka. Selain itu juga dia bisa merasakan kebahagiaan yang tidak terkira dari putra nya itu.


"Pih, mereka cucu kita. Sangat mirip Melvin." Ucap Mami Elea.


Papi Emran pun mengangguk, "Kau benar. Mereka sangat mirip Melvin. Kita tidak test DNA untuk membuktikan hal itu. Garis wajah mereka sudah membuktikan semua nya. Garis wajah kita yang menurun kepada kedua nya. Mereka adalah cucu kita. Yah cucu kita." Ucap papi Emran lalu mereka segera mendekati Melvin dan kedua cucu mereka itu yang masih asyik berpelukan satu sama lain.


Melvin yang merasa bahwa kedua orang tua nya berada di belakang nya pun segera melepas pelukan dari kedua buah hati nya itu.


"Nak, kenalkan ini--" ucap Melvin terhenti.


"Kakek dan nenek." Jawab Alex dan Alexa bersamaan.


Mami Elea dan papi Emran yang mendengar itu pun terharu, "Kalian mengenal kami nak?" ucap mami Elea bertanya dan mendekati kedua buah hati Melvin itu.


Alex dan Alexa mengangguk, "Mommy yang memberi tahu kepada kami." Ucap Alex.


Mami Elea pun tidak bisa menahan perasaaan nya lagi dan langsung membawa kedua cucu nya itu ke dalam pelukan nya. Lalu setelah mami Elea puas memeluk dan memberikan kecupan kepada kedua cucu nya itu pun segera bergantian papi Emran memeluk dan memberikan kecupan penuh kasih kepada kedua cucu nya itu. Cucu yang lahir tanpa perkiraan dan perencanaan sebelum nya. Cucu yang lahir yang baru hari ini mereka lihat secara langsung. Cucu yang lahir dengan penuh drama yang terjadi dan mungkin drama itu belum juga selesai.


Setelah selesai sesi berpelukan dan saling melepas rindu. Melvin segera menggendong putri nya sementara Alex di gendong oleh papi Emran.


"Mana mommy kalian? Kenapa hanya kalian yang ada di sini." ucap Melvin bertanya karena penasaran tidak mendapati wanita yang sudah melahirkan kedua buah hati nya itu.


"Mommy? Dia ada di toilet sedang buang air dad." jawab Alex.


Melvin, mami Elea dan papi Emran pun mengangguk mengerti mendengar jawaban yang di berikan oleh Alex itu.

__ADS_1


"Ohiya, apa bisa nenek tahu kenapa kalian bisa ada di sini dan bisa ada makanan di sini? Apa kalian sedang makan malam bersama mommy kalian?" tanya mami Elea.


Alex dan Alexa pun mengangguk, "Iya benar nek. Kami sedang melakukan dinner bareng mommy untuk merayakan ulang tahun kami yang ke lima." jawab Alexa tersenyum.


Melvin, Mami Elea dan papi Emran pun terdiam dan terkejut mendengar ucapan Alexa itu, "U-ulang tahun? Kalian sedang merayakan ulang tahun?" tanya Melvin tergagap. Sungguh, saat ini dia merasa jadi seorang ayah yang gagal. Bahkan ulang tahun kedua anak nya pun tidak ingat.


"Daddy, jangan sedih jika memang tidak ingat ulang tahun kami. Kami mengerti kok. Kita baru saja bertemu." ucap Alexa.


"Selamat ulang tahun boy, girl." ucap Melvin kepada kedua buah hati nya itu.


"Terima kasih daddy." jawab Alex dan Alexa bersamaan.


"Maaf daddy tidak membawa hadiah untuk kalian. Katakan saja kalian mau apa akan daddy berikan." Ucap Melvin.


Alex dan Alexa menggeleng secara bersamaan, "Kami tidak butuh hadiah daddy. Kami hanya butuh daddy saja. Kami sudah punya semua nya. Mommy memberikan apapun yang kami butuhkan dan apapun yang kami mau. Mommy tidak pernah membiarkan kami kekurangan apapun." Jawab Alex.


Seketika Melvin yang mendengar ucapan putra nya itu meringis karena sedih mengingat bagaimana Lila berjuang untuk menghidupi kedua anak nya itu di tengah-tengah dia menyembunyikan diri nya dan tidak memakai apapun uang dalam atm milik nya. Sungguh, wanita pekerja keras dan bertanggung jawab. Dia seperti pecundang saja. Dia dengan segala kekayaan nya dan kekuasaan yang dia miliki tidak bisa menemukan mereka dan baru kali ini bisa bertemu dengan kedua anak nya. Itu pun atas izin dan skenario yang di buat Lila sendiri.


Tidak hanya Melvin yang merasa menjadi pecundang dan bersedih akan apa yang di katakan Alex itu. Mami Elea dan papi Emran pun ikut sedih mendengar hal itu. Tapi di sisi lain mereka bangga dengan Lila karena walau di usia nya yang masih muda bisa bertanggung jawab atas hidup nya dan keputusan yang dia ambil. Selain itu juga dia menjaga kedua cucu mereka itu dengan sangat baik.


"Hum, boy, girl, ayo kita rayakan ulang tahun kalian sekali lagi bersama daddy dan mommy. Daddy akan meminta seseorang untuk membeli kue ulang tahun kalian." Ucap Melvin kepada kedua orang tua nya.


Melvin pun segera meminta pelayan untuk mendekat, "Bisa kah kalian memesan kue ulang tahun kepada kami?" tanya Melvin.


"Ahh tidak perlu membeli lagi tuan. Nona Lila sudah menyiapkan kue ulang tahun untuk perayaan ulang tahun si kembar." ujar pelayan itu lalu tidak lama kue ulang tahun yang besar dengan tiga susun itu di dorong mendekati meja ke arah mereka.


Melvin yang melihat itu pun hanya bisa diam sekali lagi. Seperti nya semua sudah di siapkan dengan baik oleh Lila. Sungguh gadis dengan semua persiapan sempurna nya.


Alex dan Alexa pun segera turun dari pangkuan Melvin dan papi Emran mendekati kue ulang tahun yang lebih besar dari kue ulang tahun yang mereka tiup dengan Lila, "Ini lebih cantik dari kue ulang tahun tadi ya kak." ucap Alexa.


Papi Emran yang mendengar ucapan cucu perempuan nya itu pun terdiam mencoba mencerna, "Apa kalian sudah meniup kue ulang tahun sebelum nya?" tanya papi Emran.


Alex dan Alexa pun mengangguk, "Iya benar kakek. Tadi sebelum kakek, nenek dan daddy datang kami sudah makan malam dan meniup kue ulang tahun bersama mommy." jawab Alexa lagi. Dia yang biasa nya dingin dan sulit akrab dengan orang itu entah kenapa hari ini menjadi seseorang yang ceria penuh senyuman.


Melvin yang mendengar itu pun kini mulai merasa tidak tenang. Dia menatap ke arah papi Emran yang juga berpikiran sama dengan nya.


"Nak, sudah sekitar berapa lama mommy kalian ke kamar mandi?" tanya Melvin mulai khawatir.


"Mommy? Hum, sekitar 20 menit lalu." jawab Alex melihat jam tangan mahal di tangan nya. Sungguh, Lila memang tidak pernah membelikan sesuatu yang murah untuk anak-anak nya itu.


Melvin mendengar itu menjadi semakin khawatir. Tidak mungkin orang yang buah air sampai membutuhkan waktu hampir setengah jam begitu. Pasti ada sesuatu ini. Kenapa bisa saat mereka datang Lila pun sudah tidak ada. Ini pasti ada sesuatu yang terjadi.


Lalu tiba-tiba jam tangan milik Alexa berdering tanda ada pesan yang masuk. Alexa pun segera membuka pesan itu dan seketika dia tersenyum, "Daddy, tidak perlu khawatir mommy sudah pulang ke hotel. Dia tidak ingin mengganggu pertemuan kita. Lalu mommy juga tiba-tiba sakit perut sehingga harus pulang." jawab Alexa setelah membaca pesan dari Lila itu.


Melvin yang tidak percaya akan hal itu segera melihat nya sendiri dan membaca pesan dari Lila itu.


[Sayang, mommy sudah balik ke hotel yaa. Mommy sakit perut sayang. Tapi jangan khawatir mommy sudah ke dokter kok. Maaf mommy tidak bisa bergabung dengan perayaan ulang tahun kalian bersama daddy kalian. Ini adalah hadiah dan kejutan dari mommy untuk kalian. Semoga kalian menyukai nya. Selamat bersenang-senang dengan daddy dan kakek serta nenek kalian. Mommy menyayangi kalian. Love you boy, girl.]


Itu lah isi pesan dari Lila itu dan Melvin pun menghela nafas bukan karena dia lega setelah membaca pesan itu justru dia semakin tidak tenang. Jangan sampai ini ada sesuatu lagi. Melvin mencoba mempercayai apa yang dia baca itu tapi jauh di sudut hati nya dia merasa bahwa ada sesuatu yang terjadi di balik ini. Semoga saja kekhawatiran nya iyu tidak terjadi atau dia tidak tahu harus melakukan apa jika itu terjadi nanti.


"Sudah lah. Lebih baik ayo kita rayakan ulang tahun kalian." ucap papi Emran menatap putra nya seolah mengatakan semua akan baik-baik saja. Tidak perlu khawatir.


Akhirnya mereka pun segera memulai acara tiup lilin itu dengan Melvin, papi Emran dan Mami Elea yang menyanyikan lagu ulang tahun.


"Selamat ulang tahun nak." ucap Mami Elea lalu mencium kening kedua cucu nya itu bergantian. Mami Elea segera melepas kalung milik nya dan memakaikan nya kepada cucu perempuan nya itu.


"Nek, ini terlalu berat. Alexa tidak cocok memakai nya." ucap Alexa menolak saat kalung itu akan di pakaikan ke leher nya.


Mami Elea pun tersenyum, "Nenek tahu itu nak. Ini nenek hanya titip saja kepada mu. Nenek ingin memberikan ini kepada mommy kalian. Ini adalah kalung turun temurun." ucap mami Elea.


"Jika memang begitu nenek berikan itu kepada mommy." ucap Alex.


"Nenek juga ingin seperti itu nak. Tapi sekarang mommy kalian gak ada di sini." ucap mami Elea dengan wajah sedih nya.


"Hum, nenek jangan sedih. Kami akan membawa nenek ke hotel agar bisa memberikan nya sendiri kepada mommy." ucap Alex.

__ADS_1


Mami Elea pun tersenyum menatap putra dan suami nya. Kini mereka punya alasan untuk bertemu Lila.


Setelah acara tiup lilin itu pun mereka kembali makan bersama.


__ADS_2