
Kini Melvin kembali ke ruang perawatan Lila dan Luke. Tepat di depan ruang perawatan Luke, dokter dan perawat baru saja keluar dari ruangan itu, seperti nya untuk mengecek keadaan rutin Luke.
Melvin pun segera mendekati dokter itu yang sudah di tinggalkan oleh perawat lebih dulu. Melvin segera menyapa dokter yang menangani Luke itu, “Bagaimana keadaan nya dokter? Apa luka operasi nya sudah membaik? Tidak ada komplikasi?” tanya Melvin setelah menyapa dokter itu.
Dokter yang mendengar pertanyaan Melvin pun segera menjawab, “Luke tuan Luke sudah membaik tuan. Penyembuhan nya juga bagus tapi masalah nya tuan Luke memaksa untuk keluar hari ini atau paling lambat besok pagi padahal dia masih butuh pantauan kami mungkin selama dua hari ke depan. Saya mohon tuan tolong bujuk dia. Kami tidak ingin ada hal yang tidak di inginkan terjadi nanti. Kami sudah tanyakan alasan tuan Luke ingin keluar tapi tuan Luke tidak menjawab apapun.” Jawab dokter.
Melvin yang mendengar penjelasan dokter pun mengangguk mengerti, “Baiklah dokter akan saya berikan pengertian nanti kepada nya. Tolong usahakan pengobatan yang terbaik untuk nya. Ohiya, jika keadaan istri saya bagaimana dokter?” tanya Melvin yang memang dokter yang merawat Luke dan Lila adalah dokter yang sama. Walaupun kini Melvin segera meminta dokter di seluruh Negara yang mengerti racun sedang meneliti darah Lila.
“Selain racun dalam tubuh nya yang memang saat ini hanya sedang di atasi dengan obat yang memang milik nya. Untuk hal lain nya sudah di tangani dengan baik. Tadi juga kami baru saja memeriksa kondisi rutin nya dan nona Lila juga sudah memutuskan untuk menjalani terapi penyembuhan kaki nya. Kami saat ini sedang mempertimbangan terapi yang cocok untuk mengatasi kelumpuhan yang di alami nona Lila.” jawab dokter itu.
Melvin yang mendengar itu pun tersenyum dan mengangguk, “Terima kasih dokter. Lakukan yang terbaik untuk kedua nya. Ohiya, saya juga ingin test DNA kedua nya bisa segera di selesaikan.” Ucap Melvin. Dokter itu pun mengangguk. Lalu setelah itu mereka pun segera berpisah. Dokter segera kembali ke ruangan nya.
__ADS_1
Sementara Melvin dia memilih masuk ke dalam ruangan Luke. Dia ingin tahu alasan Luke kenapa ingin segera keluar dari rumah sakit tanpa mempertimbangkan keadaan nya.
Luke yang melihat Melvin masuk pun tersenyum dan hendak turun tapi Melvin melarang nya, “Tidak perlu turun Luke. Kau tidak perlu menunduk hormat padaku. Jika memang kau dan Lila memiliki ikatan darah dan terbukti kau adalah kakak nya. Bukan kah itu berarti kau adalah kakak iparku. Jadi jangan perlakukan aku seperti majikanmu. Cukup Lila yang memperlakukanku seperti itu, kau jangan. Bisa gila aku jika menghadapi dua saudara kembar yang menganggapku majikan mereka.” ucap Melvin.
Luke yang mendengar itu pun tersenyum, “Maaf! Saya belum terbiasa untuk itu. Walaupun itu memang benar bahwa Lila adalah adik saya. Tapi tetap saja umur kita berbeda jauh.” Ucap Luke penuh hormat.
“Hanya lima tahun Luke. Aku tidak setua itu.” ucap Melvin menekan kata tua dalam kalimat nya.
“Kau tidak bermaksud seperti itu tapi memanggilku dengan tuan.” Ucap Melvin dengan nada menyindir.
“Ahh sudah lah. Tidak perlu membahas hal itu. Aku kesini ingin menanyakan kenapa kau ingin keluar rumah sakit di saat lukamu itu belum sembuh sama sekali?” tanay Melvin menatap Luke.
__ADS_1
Luke yang mendengar ucapan Melvin pun tersenyum. Dia tidak kaget sama sekali hal itu. Dia tidak kaget dari mana Melvin bisa tahu. Ini adalah rumah sakit milik orang tua Melvin. Semua informasi di sini bisa dengan mudah sampai pada Melvin.
“Saya ingin menyelesaikan semua nya tuan. Maaf saya belum tahu harus memanggil anda dengan sebutan apa. Ini terlalu mendadak untuk semua nya. Maaf saya belum terbiasa untuk panggilan lain.” Ucap Luke.
“Seperti yang anda tahu tuan. Lila saat ini di tubuh nya sudah menyebar racun yang tanpa obat yang dia konsumsi bisa sewaktu-waktu dia meninggal. Saya ingin segera tahu penawar nya. Mungkin dari Linda dan Aruna itu yang sudah memberikan jenis racun tidak terdeteksi kepada Lila. Saya ingin balas dendam baik sebagai kakak maupun sebagai bawahan Lila. Saya tidak mampu melihat nya harus hidup dengan obat-obatan itu terus menerus yang sehari tidak dia konsumsi bisa memperburuk kesehatan nya. Saya tidak bisa leha-leha di sini. Saya tidak tenang untuk itu.” ujar Luke menyambung kalimat nya.
“Apa kau pikir aku juga tidak memikirkan hal yang sama juga. Percaya lah aku sama khawatir nya seperti dirimu. Jika kau ingin adikmu atau majikanmu itu sembuh maka aku ingin istriku, wanita yang ku cintai, gadis yang sudah ku nodai dan ibu dari kedua anakku itu sembuh. Aku mencintai nya Luke. Aku tahu mungkin bagimu ini adalah sebuah omong kosong atau mungkin sebuah tanggung jawab dariku karena sudah merenggut kehormatan nya dan sebagai ucapan terima kasihku pada nya karena dia sudah melahirkan keturunan untukku. Tapi percaya lah perasaanku ini tulus pada nya. Hanya dia saja wanita yang ku cintai dan akan ku nikahi baik di kehidupan ini maupun di kehidupan berikut nya. Aku hanya ingin dia saja.” ucap Melvin.
“Aku tidak akan melarangmu untuk melakukan keinginanmu itu atau pun apapun yang kau pikirkan saat ini yang ingin kau lakukan. Tapi setidak nya pikirkan lah kesehatanmu dulu. Pastikan semua baik-baik saja. Ingat, jika kau terluka Lila pun ikut terluka. Dia merasakan sakit nya. Aku juga tidak ingin melihat Lila sedih jika kakak atau satu-satu nya keluarga yang dia miliki pergi dari nya. Kau tahu bukan dia sangat mengkhawatirkanmu. Dia bahkan tidak mempedulikan diagnosa dokter terkait diri nya yang penting dia bisa tahu dan memastikan keadaanmu baik-baik saja. Apa kau ingin membuat nya khawatir dengan apa yang kau lakukan. Setidak nya tunggu lah dua hari lagi. Aku janji tidak akan melarangmu jika memang kau sudah di izinkan keluar. Aku sendiri yang akan membawamu menemui Linda dan Aruna. Tenang saja mereka berada dalam pantauanku. Aku tidak akan membiarkan mereka mati dengan mudah. Aku juga sama kejam nya dengan Lila, Luke. Bahkan mungkin lebih kejam. Aku juga sedang mencari dokter terbaik untuk kesembuhan Lila dan juga mencari tahu racun yang dua wanita itu berikan pada Lila. Anak buahku sedang mencoba untuk mendapatkan informasi itu dari mereka. Aku mohon sembuh lah dulu.” Sambung Melvin.
Luke yang mendengar penuturan panjang Melvin pun akhir nya menurut saja. Dia tidak ingin membantah apapun lagi jika memang Melvin sudah melakukan semua yang dia khawatirkan. Semoga saja semua nya berjalan lancar.
__ADS_1