
Di sisi Delon, kini dia berada di tempat rahasia nya itu sudah sehari semalam mencoba melacak keberadaan Lila tapi sekali lagi hanya jalan buntu yang dia dapat seperti enam tahun lalu saat Lila menghilang.
“Lila, kau pergi ke mana lagi saat ini? Kenapa kau meninggalkan anak-anakmu dengan daddy nya? Bukan kah kau sangat menyayangi mereka. Sebenar nya apa yang sedang kau lakukan saat ini sehingga harus bersembunyi lagi.” Ucap Delon frustasi.
Yah, dia memang sudah tahu bahwa Lila menghilang tanpa membawa kedua anak nya dan justru saat ini kedua anak nya itu sudah berada di tangan daddy nya. Melvin Al Berto. Yah, dia adalah laki-laki itu. Laki-laki yang sudah menodai sahabat sekaligus nona nya juga wanita yang dia cintai dengan diam-diam.
Delon dia memang mencintai Lila sejak umur nya 15 tahun. Sejak dia di jadikan oleh Dhara Caroline mommy nya Lila sebagai asisten pribadi Lila karena kemampuan nya di bidang teknologi. Memang terdengar cintai monyet dan tidak masuk akal bahwa itu adalah cinta. Tapi itu lah kenyataan nya. Dia yang jatuh cintai pada seorang gadis yang ceria pada saat itu dan sangat ramah menerima nya. Bahkan menganggap nya sahabat tanpa membedakan strata sosial mereka. Dia yang hanya anak seorang pengacara saja. Pengacara keluarga Lila.
Lila kecil sangat ceria dan ramah. Dia murah senyum hingga membuat nya jatuh cinta. Cinta masa remaja yang hingga kini masih saja dia pendam. Pernah memberi kode tapi selalu di anggap sebuah candaan saja. Jujur saja dia sebagai pria yang hidup dengan Lila dan melindungi gadis itu selama ini sakit dan kecewa saat Lila meminta nya untuk menghapus kejadian di club dan di hotel enam tahun lalu. Ego nya sebagai pria terluka melihat gadis yang dia jaga sepenuh hati kini hancur berantakan karena kejadian yang merenggut kehormatan nya.
Dia ingin membenci dan melupakan Lila tapi ternyata cinta remaja nya itu sangat kuat hingga membuat nya ikhlas menerima semua nya. Dia rela menikahi Lila jika saat itu Lila hamil dan butuh tameng untuk kehamilan nya. Tapi satu hal yang tidak dia duga Lila memilih pergi dari hidup nya dan semua nya hingga baru kembali beberapa hari lalu dan kini menghilang lagi.
“Lila, kenapa kau selalu menghilang. Tidak kah kau sadar bahwa aku mencintaimu. Aku akan menerima apapun keadaanmu saat ini. Aku rela jadi bapak si kembar. Mereka sangat menggemaskan untukku. Aku sudah jatuh hati pada mereka seperti aku yang sudah sangat mencintaimu.” Ucap Delon memandangi foto Lila yang tersenyum cantik di dinding ruangan rahasia nya itu.
Hanya di tempat ini lah dia bisa mengatakan dan mengungkapkan semua perasaan nya itu. Bicara dengan foto Lila dan meluapkan semua kerinduan nya selama enam tahun ini.
__ADS_1
“Lila, aku mohon tolong jangan sembunyi lagi dariku. Aku mencintaimu.” Teriak Delon di ruangan nya itu.
Delon menarik nafas panjang nya lalu kembali menatap layar monitor di hadapan nya itu yang masih saja berputar-putar melacak keberadaan Lila.
***
Sementara di sisi Lila, kini dia sedang mengeksekusi rencana nya. Semua rekaman suara dari penyadap yang Luke pasang di toko milik ibu dan kakak tiri nya itu semua nya sudah dia pindahkan agar bisa jadi bukti untuk kejahatan mereka.
“Luke, bagaimana rencana nya?” tanya Lila.
“Semua berjalan lancar nona. Mereka sudah masuk jebakan kita. Orang yang sudah kita atur untuk jadi pembunuh bayaran sudah di tangan mereka. Dia sudah menjelaskan bahwa ibu tiri anda itu sudah setuju dan akan menjalankan rencana nya hari ini juga.” Jelas Luke.
Luke pun mengangguk saja lalu segera melakukan tugas nya itu. Lila sepeninggal anak buah nya itu pun dia menarik nafas panjang nya dan kini memijat kepala nya. Dia melihat kedua gelang yang terpasang di tangan nya itu.
“Alex … Alexa … ini adalah kedua gelang pemberian kalian untuk mommy. Mommy selalu memakai nya. Semoga saja gelang ini jadi jimat pelindung untuk mommy nanti. Mommy tahu apa yang mommy lakukan ini adalah sebuah dendam yang besar yang pasti nya mungkin akan sedikit membahayakan mommy. Tapi ini adalah dendam seorang anak atas kematian orang tua nya. Mommy harap kalian mengerti dan bisa memahami apa yang mommy lakukan nak. “
__ADS_1
“Untuk kamu Alexa maafkan mommy yang menonaktifkan gelang milikmu agar kau tidak bisa melacak mommy. Kau itu memang keras tapi lembut dan mudah bersimpati dengan orang lain berbeda dengan kakakmu. Alex … putraku itu sudah tahu apa yang ku lakukan. Dia tahu aku mengawasi mereka. Semoga saja dia tidak melacakku. Dia adalah anak yang ku percayai yang bisa menutup rahasiaku sehingga aku tidak menonaktifkan gelang pemberian nya. Aku mempercayai nya yang tidak mungkin mengkhianati mommy nya ini.”
“Maafkan mommy yang terkesan berbeda dan pilih kasih terhadap kalian nak.” ucap Lila mengakhiri perkataan demi perkataan nya itu. Setelah melakukan itu Lila pun segera menuju layar monitor yang dia gunakan untuk mengawasi toko milik ibu dan kakak tiri nya itu.
Luke yang melihat apa yang di lakukan oleh Lila itu pun menarik nafas panjang, “Anda begitu menyayangi kedua anak anda itu nona. Tapi dendam ini sudah membuat anda bertindak egois. Saya tidak bisa melakukan ini. Anda sudah menolong saya saat itu maka kini saya memiliki tanggung jawab untuk melindungi anda. Saya tidak akan membuat anda dalam bahaya nona. Maafkan saya jika harus berkhianat tapi ini demi kebaikan semua nya.” Batin Luke lalu meraih ponsel nya itu dan menghubungi seseorang.
***
Singkat cerita, kini Luke sudah berada di tempat yang dia tentukan untuk jadi tempat pertemuan antara diri nya dan seseorang.
Tidak lama dia menunggu akhir nya tiba lah orang yang ingin dia temui itu, “Apa kau sudah lama menunggu?” tanya nya.
“Belum tuan. Saya baru saja tiba.” Jawab Luke penuh hormat.
“Santai saja. Jangan tegang begitu. Jelaskan apa yang ingin kau katakan hingga harus meminta saya menemuimu.” Ucap nya.
__ADS_1
“Maaf sudah mengganggu waktu anda tuan. Tapi ini adalah hal penting yang sudah tidak bisa saya pikir lagi. Saya butuh bantuan anda untuk semua nya. Saya takut jika ada sesuatu yang yang tidak di inginkan terjadi tuan.” Ucap Luke.
“Katakan!”