
Kini Delon sedang dalam perjalanan menggunakan motor sport nya itu untuk mencari tahu di mana Lila berada, “Aku harus menemukan Lila. Sudah cukup sekali kau pergi tanpa sepengetahuanku. Jangan lakukan ini lagi. Tidak masalah jika kau selama nya hanya akan menganggapku teman, sahabat atau bawahan sekali pun yang penting kau tetap di sini. Di sisiku di mana aku bisa melihatmu. Aku mohon Lila jangan menyembunyikan dirimu lagi.” Batin Delon segera melajukan sepeda motor nya itu menuju markas yang dia miliki. Markas di mana semua peralatan yang dia miliki berada di sana.
Sementara di sisi Lila, kini dia sedang berada di seberang jalan sebuah toko yang dia tahu dari anak buah nya itu sebagai milik ibu tiri dan kakak tiri nya. Toko itu sudah di buka sejak beberapa jam yang lalu tapi pembeli bahkan hanya dua saja yang dia lihat datang ke sana.
“Pantas saja tidak ada pembeli. Barang yang mereka jual pun hanya sedikit. Pantas saja selalu bangkrut dan tidak berkembang sama sekali.” Batin Lila mengamati toko itu.
“Nona, apa kita akan mengawasi nya dari sini saja dan tidak keluar?” tanya bodyguard milik Lila sekaligus orang kepercayaan nya.
“Tunggu sebentar lagi. Aku sedang menunggu kesempatan. Baru kita akan lakukan apa yang sudah kita rencanakan.” Ucap Lila.
Bodyguard itu pun mengangguk, “Baik nona. Ohiya nona seperti nya ada yang mencoba menerobos perlindungan yang anda buat.” Ucap bodyguard itu.
Lila pun mengambil tablet nya, “Seperti nya ini Delon. Dia sudah tahu aku menghilang. Aku harus menambah perlindungan nya. Aku belum ingin menunjukkan diriku pada mereka sebelum rencanaku ini berhasil.” Ucap Lila mulai melakukan sesuatu lagi.
__ADS_1
“Nona, apa saya bisa mengajukan pertanyaan?” tanya bodyguard itu.
“Tanyakan saja Luke. Jika memang kau ingin bertanya maka tanyakan saja.” ucap Lila.
“Kenapa anda memilih jalan ini nona? Bukan kah anda tahu ini sangat beresiko? Jika anda menunjukkan diri di depan tuan Melvin dan keluarga nya lalu menceritakan dendam ini dengan mereka. Maka saya yakin mereka pasti akan membantu anda. Tuan Melvin itu selama enam tahun terakhir ini mencari anda nona. Dia tidak menikah sama sekali dan terus menantikan kepulangan anda.” Ucap Luke.
Lila pun terdiam, “Aku tahu aku egois Luke. Tapi aku belum bisa jika harus bertemu dengan nya. Selain itu juga ini adalah urusan keluargaku. Dendamku. Aku yang ingin mengetahui campur tangan mereka atas kematian mommy dan daddyku. Aku tidak ingin membahayakan orang lain dalam urusanku.” Ucap Lila.
“Lalu bagaimana jika sesuatu terjadi pada anda nona? Apa anda ikhlas meninggalkan kedua anak anda itu?” tanya Luke lagi. Sungguh, dia tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh nona nya itu yang menurut nya sudah keterlaluan menghukum Melvin. Hukuman macam apa yang di lakukan oleh nona nya itu. mengatakan tidak benci tapi justru membuat seseorang terpuruk hingga ke dasar. Apa nona nya itu sudah hilang rasa kasihan di hati nya.
“Ohiya terkait pertanyaanmu itu apa aku akan ikhlas jika terjadi sesuatu padaku nanti dan pergi meninggalkan kedua anakku. Jujur saja hatiku sebagai seorang ibu tentu tidak akan pernah ikhlas Luke. Tapi dendamku sebagai seorang anak pun tidak bisa aku abaikan. Aku akan berusaha untuk meraih dan mendapatkan kedua nya secara bersamaan. Walau aku tahu apa yang ku harapkan itu mungkin sulit di kabulkan Tuhan. Tapi aku hanya ingin bertaruh pada harapan dan keberuntungan yang ku miliki. Jika memang aku harus pergi karena misi ini maka setidak nya di akhir hidupku aku sudah memenuhi keinginan kedua anakku yang ingin bertemu dengan daddy mereka. Aku yakin tuan Melvin dan keluarga nya akan menjaga kedua anakku dengan baik.” sambung Lila tersenyum kecut.
Percaya lah saat ini batin nya itu sedang bertolak belakang dengan apa yang di katakan, “Aku tidak ingin pergi Luke. Aku ingin hidup dengan kedua anakku dan mungkin seorang suami jika Tuhan berkehendak dan memberiku kesempatan untuk itu.” batin Lila.
__ADS_1
“Nona, sebenar nya ada apa denganmu? Kenapa kau menjadi sangat keras kepala seperti ini. Aku tahu kau memang keras sejak dulu tapi kini aku merasa bahwa hatimu itu sudah sekeras batu hingga tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Kau seolah ingin menyerah saja. Apa yang sebenarnya kau sembunyikan dari kami.” batin Luke menatap Lila dari kaca mobil itu. Lila terlihat mengusap air mata nya yang menetes tapi dengan cepat dia hapus.
“Luke, kita lakukan rencana kita.” Ucap Lila.
Luke pun mengangguk dan dia pun segera turun dari mobil dan mendekati toko milik ibu tiri dan kakak tiri Lila itu. Dia berpura-pura sebagai pembeli rokok di sana.
“Selamat datang di toko kami tuan tampan. Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya Aruna dengan nada menggoda nya bahkan gadis itu pun meraba dada milik Luke.
“Kurang ajar. Kakak tiri nona ini memang tidak bisa di tolerir apa yang dia lakukan. Berani sekali dia menggodaku.” Batin Luke. Ingin rasa nya dia menembak mati gadis itu tapi pada akhirnya hanya senyum yang di paksakan yang keluar dari bibir nya.
Luke segera mundur, “Maaf nona. Saya hanya ingin membeli rokok saja. Jika memang nona tidak menjual nya maka lebih baik saya membeli di toko lain saja.” ucap Luke hendak berbalik tapi di tahan Aruna.
“Eee’ehh jangan gitu dong tampan. Hanya di goda sedikit saja sudah marah.” Ucap Aruna lalu segera mengambil sebungkus rokok yang di inginkan oleh Luke itu. Sementara Luke sedang mengumpati gadis itu dalam batin nya.
__ADS_1
“Ini tampan silahkan. Jika kau butuh sesuatu yang lain. Aku siap membantu. Di sana sudah ku tulis nomor ponselku. Kau bisa menghubungiku kapan pun kau mau.” Ucap Aruna memberikan rokok dan kembalian uang milik Luke itu dengan memperlihatkan belahan dada nya yang hanya di tutupi oleh pakaian pendek saja.
“Aku suka dia.”