
"Kaak ... Maaf!"
Alexa segera mendekati kakak nya itu begitu papi Emran menurunkan nya. Alexa segera menggenggam tangan kakak nya dan dia goyangkan karena dia tahu kakak nya itu akan luluh ketika dia melakukan hal itu.
Alex mencoba tetap pura-pura kesal dan tidak terpengaruh dengan apa yang di lakukan oleh adik nya itu. Dia memalingkan wajah nya dari sang adik karena tidak ingin terpengaruh dengan wajah memelas adik nya yang bisa membuat nya luluh dan mudah memaafkan adik nya itu.
“Kaak … maaf!” ulang Alexa dengan menyentuh kedua kuping nya layak nya saat dia berbuat salah pada mommy nya dan dia harus meminta maaf pada mommy nya itu.
Papi Emran dan mami Elea yang juga sudah berada di sana dan melihat tingkah cucu perempuan nya itu yang berusaha mendapatkan maaf dari kakak nya pun tersenyum. Mereka senang melihat kedua cucu mereka yang sangat mereka cintai itu. Jujur saja dunia mereka terasa sempurna saat kedua cucu mereka itu ada bersama mereka. Apalagi putra tunggal mereka sudah menikah dengan wanita yang dia cintai dan juga mereka restui.
“Kaak!” panggil Alexa lagi saat Alex tidak merespon ucapan nya.
“Jangan lakukan itu lagi. Kau jadi tidak cantik seperti itu dek. Jangan perlihatkan wajah seperti itu pada orang lain jika kau tidak ingin di katai.” Ucap Alex.
Alexa pun tersenyum dan mengangguk, “Aku janji tidak akan melakukan nya selama kakak akan memaafkan aku.” Ucap Alexa.
Alex pun menghela nafas nya kasar lalu menatap manik mata kedua adik nya itu, “Iya kakak maafkan. Tapi jangan ulangi laki. Mommy kan sudah katakan kita bisa bermanja pada kakek dan nenek tapi tidak boleh meminta di gendong sekali pun kakek yang menginginkan nya. Ohiya untuk kakek juga jangan terlalu memanjakan nya. Dia jadi gadis yang suka menghamburkan uang saat sudah bertemu kakek dan daddy. Aku tidak menyukai nya.” Ucap Alex menatap sang kakek.
Papi Emran pun mengangguk, “Tidak masalah boy. Lagi pula kakek yakin cucu kakek ini pasti tahu menggunakan uang nya ke hal yang baik. Iya kan girl?” ucap papi Emran.
“Tetap saja jangan terlalu memanjakan nya kek.” Ucap Alex segera berlalu meninggalkan ruang keluarga itu dan segera menuju kamar nya.
Alexa pun segera berlari menyusul kakak nya itu. Papi Emran dan mami Elea saling menatap satu sama lain.
“Kenapa cucu laki-laki kita mengatakan itu pih? Emang apa yang sudah di lakukan oleh cucu perempuan kita?” tanya mami Elea penasaran.
“Dia tahu bahwa aku baru saja memberikan uang kepada cucu perempuan kita itu padahal dua minggu lalu kita baru memberikan mereka uang secara bersamaan. Tapi uang Alexa cepat habis.” Jawab papi Emran.
“Emang Alexa gunakan untuk apa pih?” tanya mami Elea.
__ADS_1
“Itu dia sumbangkan pada seorang nenek di gerbang sekolah mereka setiap hari nya. Aku tahu Alex pasti mengetahui hal ini juga tapi entah kenapa dia tidak menyukai hal itu. Kau kan tahu bahwa Alex itu lebih hebat dari Alexa. Dia adalah bodyguard utama untuk adik nya. Entah ada apa dengan nenek yang di bantu oleh Alexa itu hingga membuat Alex tidak menyukai nya.” Jelas papi Emran.
“Kenapa papi tidak meminta Nugraha mencari tahu.” Ucap mami Elea.
“Dia masih sibuk dengan urusan nya mih. Aku tidak ingin membebani nya dengan hal ini. Lagi pula selama cucu perempuan kita baik-baik saja maka tidak ada yang perlu di permasalahkan.” Ucap papi Emran.
“Tapi tetap saja pih segera cari tahu sesuatu. Jika Nugraha sibuk maka minta Deo untuk melakukan hal itu. Deo memang tidak sehebat Nugraha tapi dia juga memiliki kemampuan itu. Aku memiliki firasat buruk.” Ucap mami Elea.
“Tenang saja aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada cucu kita. Aku tidak akan membiarkan orang lain merenggut kebahagiaan yang baru saja kita dapatkan. Aku sudah menempatkan banyak bodyguard bayangan untuk menjaga mereka.” Ucap papi Emran menengkan sang istri.
“Aku janji aku tidak akan lakukan kesalahan dan aku pastikan cucu kita akan baik-baik saja. Tidak akan ku biarkan ada orang lain yang bisa menyentuh keluarga kita.” Ucap papi Emran.
“Aku percaya padamu. Cucu kita harus baik-baik saja. Lila sedang menjalankan pengobatan nya dan sudah menunjukkan perkembangan yang baik maka untuk itu aku harap semua nya baik-baik saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan. Aku ingin putra kita bahagia dengan keluarga kecil nya. Jangan sampai ada lagi hal yang membuat masalah dan kehidupan nya. Sudah cukup dia menjalani kehidupan menyedihkan dalam beberapa tahun ini.” Ucap mami Elea lalu segera berlalu.
Papi Emran pun segera meraih ponsel nya dan menelpon seseorang. Dia tidak boleh mengabaikan firasat sang istri. Saat kejadian di mana Melvin dan Lila pun mami Elea juga mendapatkan firasat buruk. Jadi dia harus memperhatikan hal ini. Jangan sampai ada yang lewat dari pengamatan nya.
Sementara di kamar nya, Alex kini sedang menghubungi Delon.
“Uncle sedang menyelidiki nya boy. Kau tidak perlu khawatir.” Balas Delon.
“Ck … lama uncle. Aku tidak suka sesuatu yang lama. Uncle harus secepat nya menemukan siapa orang di balik semua ini. Uncle juga harus bisa menemukan apa orang itu adalah rekan kerja bisnis mommy atau daddy. Aku yakin salah satu dari mereka karena jika itu ibu dan kakak tiri mommy maka tidak mungkin. Mereka sudah tiada di tangan uncle Luke dan daddy. Selain itu juga mereka tidak punya kaki tangan yang bisa jadi alasan untuk balas dendam.” Ucap Alex.
Di seberang sana Delon mengagumi cara berpikir putra wanita yang sempat dia cintai itu tapi saat ini sudah berusaha dia lupakan dan relakan. Putra Lila itu wajah nya saja yang mirip Melvin tapi cara berpikir nya persis Lila.
“Uncle akan usahakan boy.” Ucap Delon.
“Aku tunggu kabar baik nya uncle. Aku tunggu sampai jam 7 malam ini. Jika tidak maka temui aku di kediaman utama bersama aunty Yola. Uncle dan Aunty harus bisa mendapatkan izin dari kakek dan nenek agar aku di izinkan ikut dengan kalian. Aku harus mencari tahu sendiri karena aku yakin nenek itu bukan orang baik. Hanya tampang nya saja yang menunjukkan rasa kasihan tapi aku memiliki firasat buruk terkait hal itu. Nenek itu tidak terlihat tulus sama sekali. Tidak akan ku biarkan dia menyentuh adikku.” Ucap Alex.
“Tenang saja boy. Alexa juga bukan orang bodoh yang tidak bisa mengenali hal itu. Kalian itu kembar dan lahir dari Rahim yang sama serta berbagi makanan yang sama sejak di dalam kandungan. Jadi uncle yakin Alexa juga pasti menyadari sesuatu.” Ucap Delon.
__ADS_1
“Alexa itu memang hebat uncle hanya saja dia sejak bertemu daddy mulai bodoh dan bisa di pengaruhi begitu saja. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Mommy dan daddy tidak ada di sini. Jadi Alexa adalah tanggung jawabku untuk menjaga nya. Begitu juga menjaga kakek dan nenek. Aku tidak ingin ada kesalahan uncle hanya karena kita yang terlalu menganggap sesuatu itu normal atau pun kebetulan. Aku tidak percaya sebuah kebetulan, uncle.” Ucap Alex.
“Huh, baiklah boy. Uncle akhiri panggilan ini. Nanti uncle hubungi lagi jika uncle sudah menemukan sesuatu.” Ucap Delon.
“Alexa itu adalah anak polos tapi aku tidak. Aku bisa membaca sesuatu yang buruk di mata nenek itu. Dia itu meragukan.” Ucap Alex.
Di sisi Alexa kini dia menatap buku nya yang baru saja dia keluarkan dari tas nya. Dia mengambil salah satu buku di sana yang baru saja dia dapatkan dari nenek yang beberapa hari ini dia beri uang saku nya.
“Aku tahu apa yang kau khawatirkan kak. Tapi aku juga bukan orang bodoh. Nenek itu dia bukan orang sembarangan. Dia sengaja mendekati kita untuk sesuatu. Dia sudah mengikuti kita sejak di bandara waktu itu. Aku mencoba masuk ke dalam perangkap nya untuk sesuatu. Aku ingin tahu tujuan nya mengikuti kita. Hanya ini satu-satu nya cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan jawaban nya. Jangan terlalu mengkhawatirkan aku kak. Kau sudah menjagaku selama ini. Jadi aku ingin membuktikan diriku bahwa aku bisa menjaga diriku sendiri tanpa bantuanmu. Untuk sekali saja aku ingin membuktikan diriku.” Ucap Alexa menatap buku di tangan nya.
***
Di sisi Delon, kini dia sedang mencari tahu apa yang di minta oleh putra sahabat nya.
“Kenapa sulit sekali mendapatkan informasi nenek tua itu? Kenapa aku merasa sedang menghadapi Lila saja.” Ucap Delon.
“Hey … apa yang membuatmu pusing seperti itu?” tanya Yola yang tiba-tiba saja datang ke tempat nya dengan membawa makanan di tangan nya karena ini memang waktu nya makan siang.
Delon pun menatap Yola lalu dia mengangkat bahu nya, “Sudah lah ayo kita makan siang dulu. Aku harus segera kembali ke kantor karena ada rapat setelah ini.” Ucap Yola segera memberikan makanan yang di bawa kepada Delon.
“Kau sangat sibuk ya.” Timpal Delon lalu menerima makanan dari Yola.
“Hum, begitu lah. Tapi lumayan lah sesuai dengan gaji yang ku dapatkan.” Ucap Yola tersenyum.
“Apa kau tidak pernah merasa lelah dan ingin berhenti dari pekerjaanmu?” tanya Delon mulai memasukkan makanan ke mulut nya.
“Lelah itu pasti ada tapi berhenti dari pekerjaan itu tidak akan aku lakukan dan tidak pernah terpikirkan di otakku. Aku sudah nyaman bekerja di sana karena aku bekerja di bidangku.” Jawab Yola.
Delon yang mendengar itu pun tersenyum, “Yola!” panggil nya.
__ADS_1
“Hum.” Sahut Yola tanpa menatap Delon dan serius dengan makanan nya..
“Ayo kita menikah?”