My Secret With CEO

My Secret With CEO
39


__ADS_3

Kini tepat pukul 00.00, Lila bangun lalu menatap kedua buah hatinya yang sedang terlelap itu. Dia segera membisikkan selamat ulang tahun untuk kedua buah hati nya itu.


“Selamat ulang tahun boy, girl. Kebanggaan mommy.” Bisik Lila di telinga kedua buah hatinya itu.


Setelah mengucapkan selamat ulang tahun dan mendoakan kedua buah hati yang sudah dia lahirkan lima tahun lalu itu pun. Lila segera tidur kembali dengan memeluk kedua buah hati nya itu.


Keesokkan paginya, begitu Lila membuka mata dia tersenyum melihat kedua buah hati nya yang sudah bangun dan menatap nya.


Lila pun segera bangun dan bersandar di ranjang, “Selamat ulang tahun nak.” ucap Lila sambil memegangi pipi putra dan putri nya itu.


Alex dan Alexa pun tersenyum lalu segera berhambur ke pelukan Lila, “Terima kasih mom.” Ucap kedua nya.


Lila pun memeluk kedua buah hati nya itu erat, “Maaf ya boy, girl untuk ulang tahun kalian kali ini tidak ada perayaan apa pun. Tapi mommy akan mengajak kalian untuk makan di restoran malam nanti.” Ucap Lila.


Alex dan Alexa pun mengangguk, “Itu sudah cukup mom.” Jawab kedua nya bersamaan.


Lila pun tersenyum, “Ya sudah sana ayo bersih-bersih dulu.” Ucap Lila.


Alex dan Alexa pun turun dari ranjang dan segera menuju kamar mandi membersihkan diri mereka tapi secara bergantian karena memang Lila sudah mengajarkan walaupun mereka saudara ada hubungan darah tetap saja tidak boleh mandi bersama dan saling melihat.


Saat anak-anak nya itu sedang mandi dan berganti pakaian. Lila pun merapikan bed seada nya saja lalu dia segera menuju balkon untuk menelpon anak buah nya untuk persiapan perayaan ulang tahun kedua buah hati nya itu. Pantang bagi nya tidak merayakan ulang tahun kedua buah hati nya itu selama dia masih memiliki uang.

__ADS_1


Seharian ini Lila hanya di kamar hotel saja menemani kedua buah hati nya itu yang sedang membuat membaca buku panduan tentang robot terbaru.


***


Sementara di sisi Melvin, kini tepat jam tiga sore setelah dia menemui klien nya yang berasal dari Negara F. Dia pun kembali ke ruangan nya dan duduk di kursi kebesaran nya itu dan seperti apa yang dia lakukan sepanjang hari kemarin. Hari ini juga apa yang dia lakukan tidak jauh berbeda yaitu memantau ponsel nya apa ada pesan masuk.


“Deo, kenapa dia masih tetap tidak mengirimi aku pesan sama sekali. Menyebalkan. Apa dia mencoba menipuku lagi.” Ucap Melvin kesal.


“Tuan sabar. Saya tahu anda tidak sabar untuk bertemu dengan kedua anak anda dan juga dengan nona Lila tapi tunggu lah beberapa saat lagi.” Ucap Deo pusing sendiri mendengar keluhan atasan nya itu sebab Melvin sendiri yang mempercayai Lila tapi kini dia sendiri yang kesal karena tak kunjung mendapat pesan.


Sekitar setengah jam akhir nya ponsel Melvin berbunyi tanda pesan masuk. Dengan gerakan cepat nya Melvin meraih ponsel nya itu dan melihat pesan yang ternyata itu hanya lah pesan dari operator saja yang menawarkan promo.


“Ck, aku akan menuntut layanan operator itu. Apa dia pikir aku miskin hingga dia harus menawariku promo. Aku tidak butuh itu. Aku akan membeli saham dan mengakuisisi layanan operator sialan itu.” umpat Melvin kesal karena merasa di tipu. Hampir saja dia melempar ponsel yang di bandrol dengan harga dua digit itu karena saking kesalnya. Jika saja tidak mengingat bahwa hanya dari ponsel itu dia bisa mendapatkan kabar dari Lila yang masih abu-abu apa akan menepati janji nya atau tidak.


Sekitar 10 menit kemudian ponsel Melvin kembali berbunyi tanda ada pesan yang masuk. Melvin pun sebelum meraih ponsel nya itu dia menarik nafas, “Awas saja jika itu masih pesan dari operator sialan itu. Aku akan mengakuisisi layanan itu jika masih mengirimiku pesan.” Ucap Melvin kesal lalu segera meraih ponsel nya dan membuka pesan.


Seketika Melvin terdiam membaca pesan lalu dia berdiri dan melompat, “Deo, antar aku ke butik. Aku harus memiliki pakaian terbaik dan termahal malam ini. Aku akan menemui kedua anakku dan juga istriku di restoran U.” ucap Melvin senang dan segera meraih jas nya dan memakai nya.


Melvin dengan langkah cepat segera keluar dari ruangan nya itu hingga membuat Deo sedikit berlari agar bisa menyusul tuan nya yang sudah berada di lift.


“Deo, aku akan menemui anak-anakku.” Ucap Melvin senang dengan wajah yang di penuhi oleh kebahagiaan. Seolah kekesalan di wajah nya beberapa saat lalu itu tidak pernah terjadi. Menghilang hingga dasar.

__ADS_1


[Datang lah malam ini ke restoran U tepat pukul 07.00 tepat. Jangan kurang dari itu. Ingat juga jangan menyelidiki restoran itu atau datang sebelum pukul 07.00 ke sana. Aku janji akan mempertemukanmu dengan mereka selama kau menepati janji.]


Itu lah isi pesan singkat yang di kirimkan Lila itu yang membuat nya senang setengah mati hingga semua kekesalan nya menghilang. Pesan singkat yang sangat dia nantikan akhirnya tiba juga.


***


Singkat cerita, kini tepat jam 18.00 teng. Lila membawa kedua buah hati nya itu dengan mobil menuju restoran U.


“Mom, kita akan dinner di mana?” tanya Alex.


“Restoran boy. Nanti kamu akan tahu.” Jawab Lila.


“Terus kenapa kami harus memakai pakaian rapi seperti ini mom. Sampai pakai jas segala.” Ucap Alex.


“Iya mom. Alexa juga harus pakai gaun.” Tambah Alexa.


“Iya dong. Ini memang hanya makan malam saja tapi tetap saja ini adalah ulang tahun kalian. Jadi mommy tetap akan memberikan yang terbaik untuk kalian nak.” jawab Lila.


Alex dan Alexa pun mengangguk saja tanda mereka mengerti. Memang Alex dan Alexa hari ini tampil sangat menawan dengan jas di tubuh Alex yang sangat pas dan aura nya sebagai CEO keluar. Sementara Alexa sangat cantik dan imut dengan gaun nya yang senada dengan jas kakak nya yaitu berwarna navy. Lila sendiri memakai dress polos dengan warna yang sama. Namun percaya lah, aura Lila itu masih terpancar dan dia terlihat seperti gadis saja. Tidak ada tanda-tanda bahwa dia sudah pernah mengandung dua orang anak.


Jika saja Lila tidak pergi dengan kedua buah hati nya itu mungkin mereka akan berpikir dia masih gadis dan kadang juga walau dia pergi dengan kedua buah hati nya mereka mengira bahwa si kembar itu adalah adik nya.

__ADS_1


“Mom, apa ini restoran nya? Kenapa sepi?”


__ADS_2