
“Kau tidak sedang kesal kan?”
Lila yang mendengar pertanyaan suami nya itu pun segera memandang lekat sang suami.
“Apa aku terlihat kesal?” tanya Lila balik.
Melvin pun tersenyum lalu segera memeluk istri nya itu dan menggeleng, “Aku takut jika kamu kesal sayang. Aku tidak ingin melakukan hal yang membuatmu merasa tidak nyaman.” Bisik Melvin.
“Takut kenapa? Apa takut aku menghilang lagi?” canda Lila.
Melvin pun melepas pelukan nya itu dan memandangi Lila, “Jangan lakukan itu lagi. Aku mohon dengan sangat sayang.” ucap Melvin.
__ADS_1
Lila pun tersenyum mendengar hal itu, “Hum, tergantung--”
Cup
“Hubby … a-apa yang kau lakukan?” tanya Lila mendadak gagap karena Melvin mendaratkan kecupan lembut di bibir nya walaupun itu hanya kecupan singkat saja.
“Aku tidak akan membuat sesuatu yang bisa kau jadikan alasan untuk menghilang. Aku pastikan kau tidak akan bisa berada jauh dariku. Kau tidak di izinkan untuk menghilang dariku.” Ucap Melvin.
“Aku juga tidak ingin menghilang lagi.” Ucap Lila lirih tapi masih bisa di dengar oleh Melvin. Tapi dia memilih untuk tidak menanggapi nya.
“Mereka sudah pasti di tempat yang ingin mereka tuju. Tapi tidak perlu khawatir ada anak buahku yang akan mengawasi mereka.” jawab Melvin.
__ADS_1
Lila pun mengangguk, “Jangan terlalu menuruti mereka. Aku tahu putri kita itu menjadi sangat manja dan selalu ingin kemauan nya di turuti setelah bertemu dirimu. Dia menjadi asing bagiku. Dia menjadi orang yang berbeda dari putriku yang ku kenal kalem dan pendiam. Mereka seperti tertukar sekarang. Aku tidak tahu kenapa putra kita yang biasa nya heboh menjadi pendiam seperti itu. Aku ingin memanggil psikiater untuk memeriksa mental mereka.” ucap Lila mengeluarkan keresahan nya itu.
“Tenang saja. Kita akan selalu ada untuk mereka. Kita akan pastikan mereka baik-baik saja. Baik secara fisik maupun secara mental. Mereka baik-baik saja, aku yakin itu. Hanya saja saat ini mereka menunjukkan sifat asli mereka. Kau tidak perlu khawatir. Untuk saat ini kesembuhanmu adalah yang utama.” Ucap Melvin.
Lila pun mengangguk, “Maafkan aku jika aku salah mendidik mereka atau pun keras dalam mendidik mereka. Maafkan aku juga yang tidak bisa menunaikan kewajibanku terhadapmu sebagai seorang istri.” Ucap Lila.
“Tidak perlu pikirkan hal itu. Aku menikahimu bukan untuk itu walaupun tidak aku pungkiri aku juga butuh itu. Tapi demi kau, aku bisa menahan nya.” ujar Melvin menenangkan Lila. Dia tahu bahwa Lila pasti resah memikirkan hal itu.
“Bagaimana jika aku tidak sembuh? Bagaimana jika selama nya aku tidak bisa menunaikan kewajibanku itu? Bagaimana jika nanti kau ingin punya anak lagi?” tanya Lila.
“Itu tidak akan terjadi. Aku akan mengusahakan yang terbaik untuk kesembuhanmu. Kita akan menemukan obat untuk semua nya. Kau akan seperti sedia kala. Dan untuk menambah anak lagi. Itu tidak perlu di pikirkan. Bagiku Alex dan Alexa sudah cukup. Jadi jangan berpikir terlalu jauh. Aku hanya ingin kau sembuh dulu. Untuk hal lain nya tidak perlu di khawatirkan.” Ujar Melvin.
__ADS_1
Lila yang mendengar itu pun hanya tersenyum. Untuk pertama kali nya dia bicara dengan suami nya itu mengungkapkan keresahan nya selama seminggu ini. Memang Melvin memenuhi janji nya untuk tidak meminta hak nya tapi dia sebagai seorang istri yang merasa berdosa. Namun kondisi nya juga tidak memungkinkan untuk hal itu. Dia sangat mengerti bahwa Melvin adalah pria dewasa yang pasti nya butuh pelampiasan hasrat nya. Tapi dia bisa apa jika kondisi nya tidak mengizinkan.
Benar, untuk saat ini dia ingin fokus dulu pada kesembuhan nya. Karena itu adalah solusi untuk semua keresahan nya itu. Dia akan menjalani semua pengobatan yang sudah di atur oleh suami dan kakak nya untuk nya.