
“Ck, La. Kau menjebakku.” Desis Yola sambil menarik napas panjang karena sudah terlanjur masuk lingkaran jebakan yang di buat Lila.
Lila yang mendengar ucapan Yola tertawa.
“He’ehh siapa yang menjebakmu? Di mana letak aku membuat jebakan itu untukmu. Kau sudah terlalu menuduhku yang tidak-tidak La. Kau bisa aku laporkan atas dugaan penuduhan tanpa bukti.” Ucap Lila masih tertawa.
“La, kau berubah menyebalkan setelah kembali. ” ucap Yola berpura-pura kesal. Padahal di dalam hati nya dia bahagia melihat Lila sudah menemukan bahagia nya setelah apa yang di alami oleh sahabat nya itu.
Dia menjadi saksi atas semua yang di alami Lila sampai gadis itu menghilang tanpa jejak. Dia pun menjadi bagian dari kisah persatuan Lila dan Melvin yang penuh drama. Tapi syukur lah semua kini berakhir bahagia. Sahabat nya itu sudah menemukan bahagia nya. Apalagi mendengar sahabat nya itu sudah sembuh dari racun yang dia derita.
“Apa kau tidak suka melihatku baha--”
“Ck, pertanyaan macam apa itu, La. Aku sangat senang jika kau berbahagia bersama tuan Melvin.” Potong Yola cepat.
Lila pun tersenyum, “Aku akan berdoa pada yang Tuhan agar kau segera di pertemukan dengan jodohmu.” Ucap Lila.
“Aku belum memikirkan hal itu, La.” Ucap Yola.
Lila yang mendengar itu mata nya menyipit, “Mau sampai kapan kau tidak mau mengakui bahwa sebenar nya hal itu yang membebani pikiranmu saat ini? Jangan berbohong padaku, La. Aku adalah sahabatmu. Usia 29 tahun adalah usia matang untuk seseorang menikah. Aku akui aku pun menikah dan mengucap janji pernikahan itu di usia ini. Hanya saja kau pun tahu sudah sejak lama aku berstatus seorang istri dan kini aku sudah memiliki dua anak. Jadi jangan berpura-pura di hadapanku. Katakan apa yang membebanimu itu padaku. Jangan sok kuat di hadapanku.” Ucap Lila panjang.
Yola yang mendengar itu tersenyum jengah karena ternyata insting Lila masih tajam sama seperti dulu bisa membaca apa yang dia pikirkan. Jujur saja usia 29 tahun memang membebani nya apalagi ini adalah usia nya terakhir sebelum nanti akan berubah menjadi kepala tiga. Percaya lah jauh di lubuk hati nya dia pun ingin memiliki anak seperti Lila di usia nya sekarang. Tapi hilal jodoh itu belum menampakkan dengan jelas di hadapan nya. Sudah menampakkan tapi entah lah hal itu pasti atau hanya candaan belaka. Takut berharap.
“Makan lah. Aku akan menunggu sampai kau siap berbagi cerita mengenai bebanmu padaku.” Ucap Lila saat melihat makanan Yola datang.
Yola mengangguk dan segera menikmati makan siang nya itu sebelum jam istirahat selesai.
“Aku yakin ada yang terjadi padamu dan Delon selama aku berobat. Entah apa itu? Aku sangat penasaran tapi tentu aku tidak akan ikut campur terlalu dalam. Mengingat Delon pernah memiliki perasaan padaku. Aku tidak ingin membangunkan singa yang sedang tidur.” Batin Lila tersenyum mengingat sang suami yang pencemburu.
Padahal hingga usia kini hanya Melvin saja yang dia cintai dari maja remaja nya. Melvin sudah jadi pemenang pemilik hati nya selama ini. Melvin adalah satu-satu nya pria yang memiliki nya secara utuh.
Sepuluh menit sebelum waktu istirahat selesai, Yola sudah menyelesaikan makan nya.
“Kita masih punya waktu 10 menit untuk bicara. Hanya saja aku tahu kau butuh waktu untuk memikirkan masalahmu itu apa bisa di bagi denganku atau tidak. Tapi aku harap kau bisa membagi nya denganku. Sama seperti dulu saat kita masih berjuang bersama.” Ucap Lila sambil melihat jam tangan mahal nya hadiah dari Melvin.
“Aku pasti akan cerita padamu. Aku akan mengunjungimu nanti untuk berbagi masalahku. Karena jujur saja masalahku sangat banyak dan waktu sepuluh menit tidak akan cukup untuk menjabarkan nya.” balas Yola.
Lila mengangguk mengerti. Lalu kedua sahabat itu pun segera meninggalkan kantin perusahaan. Tapi sebelum nya mereka membayar makanan dan minuman mereka.
“Aku akan ke ruangan suamiku.” pamit Lila yang di angguki Yola yang sudah berada di depan ruangan nya karena memang dari arah kantin ruangan Deo lebih dekat dari ruangan Melvin.
Lila segera menuju ruangan suami nya di mana di sana, Melvin masih berada di balik komputer nya. Lila melihat makan siang suami nya masih utuh di meja nya.
Melvin sendiri hanya menatap Lila sekilas dan tersenyum kepada istri nya itu yang memang pamit ke kantin perusahaan untuk bicara dengan Yola. Dia sendiri pun sudah memastikan hal itu lewat kamera CCTV perusahaan.
“Hubby, ayo hentikan dulu pekerjaan nya. Makan!” ucap Lila tegas segera membuka makanan di hadapan Melvin.
“Sebentar lagi sayang. Sedikit lagi.” Tolak Melvin halus karena memang pekerjaan nya sedikit lagi akan selesai.
“Hubby!” panggil Lila dengan nada rendah nya yang di artikan bahwa dia tidak ingin di tolak sama sekali. Itu adalah salah satu bentuk keras kepala nya.
Melvin yang mendengar itu pun segera menghentikan pekerjaan nya karena paham istri nya itu sedang dalam mode tidak ingin di tolak sama sekali. Dia tidak mungkin mencari masalah mengingat hubungan nya dengan Lila baru saja di katakan menghangat.
“Kenapa makanan nya tidak di makan? Padahal sudah janji akan memakan nya. Tapi lihat lah waktu istirahat sebentar lagi akan berakhir dan makan siang nya masih utuh. Apa dokumen-dokumen ini lebih penting dari kesehatan. Aku dokumen itu memang bisa bernilai miliaran dollar. Tapi ketika tubuh tidak sehat maka dokumen itu tidak akan berarti apa-apa.” ucap Lila segera menyuapi suami nya itu.
Bagaimana dia tidak kesal coba. Tadi saat dia makan, suami nya itu menolak untuk makan bersama dengan alasan masih mengerjakan dokumen dan berjanji akan makan nanti saat waktu istirahat tiba. Namun bukti nya apa, sampai dia kembali pun makanan suami nya masih utuh di tempat nya. Makanan yang tadi nya hangat itu kini sudah dingin karena saking lama nya di biarkan begitu saja.
“Maaf sayang.” ucap Melvin. Hanya itu yang bisa dia katakan karena tahu istri nya itu tidak ingin di bantah sama sekali. Hanya ingin di dengarkan saja. Melvin sendiri pun sadar sudah berbuat salah dengan tidak menepati janji nya lagi untuk makan siang saat jam istirahat. Pantas jika istri nya itu kesal pada nya.
“Kebiasaan. Saat tidak menepati janji pasti akan meminta maaf. Apa hal itu tidak bisa di ubah, by?” tanya Lila menatap lekat mata suami nya itu.
Melvin diam, “Aku tidak ingin melihatmu sakit. Anak-anak membutuhkanmu. Aku juga.” Lanjut Lila lalu kembali menyuapi Melvin.
Melvin yang mendengar pengakuan istri nya itu terharu dan merasa bersalah karena sudah mengabaikan makanan. Dia menarik Lila ke pangkuan nya.
Cup
“Maaf! Aku tahu kau pasti bosan mendengar kata maaf dariku. Tapi akan terus melakukan itu ketika membuat kesalahan. Aku janji tidak akan mengulangi hal itu. Dan jika pun aku lupa aku harap istriku ini tidak bosan mengingatkanku. Tidak masalah jika kau harus marah padaku sayang apabila aku melupakan janjiku lagi.” Ucap Melvin setelah mengecup bibir Lila sekilas.
“Baiklah, aku akan mengingat hal itu. Ayo sekarang makan lagi. Makan saja sendiri.” Ucap Lila lalu turun dari pangkuan suami nya itu.
“Eh aku masih mau di suapi sayang.” tahan Melvin.
__ADS_1
Lila menggeleng, “Aku tidak akan melakukan itu lagi. Bagaimana jika Alex dan Alexa melihat hal itu? Wibawamu akan jatuh di hadapan mereka, by. Kau tahu kenapa? Aku menyuapi mereka hanya sampai usia mereka dua tahun setelah itu tidak lagi karena mereka menolak nya. Mereka mengatakan mereka bisa sendiri dan sudah besar hingga tidak ingin di suapi lagi. Lalu bagaimana jika kau yang sudah seusia ini masih di suapi. Mereka masih berusia lima tahun dua bulan sementara kau tiga enam. Jadi demi kebaikan semua nya aku menolak untuk menyuapimu, by.” Ucap Lila tersenyum.
“Mereka tidak berada di sini, dear. Mereka tentu tidak akan melihat nya.” ucap Melvin.
“Apa kau lupa siapa mereka? Mereka itu anak-anakku. Aku bukan hanya ibu bagi mereka tapi juga guru. Jika mereka bisa mengacaukan system perusahaan hanya demi mencari tahu siapa kau. Jadi apa menurutmu membobol CCTV perusahaan adalah hal sulit?” ucap Lila.
Melvin yang mendengar ucapan istri nya itu pun tertawa, “Baiklah. Aku mengaku kalah sayang. Kau memang punya banyak cara untuk menolak hal ini. Selain itu, aku juga lupa memiliki anak-anak yang jenius. Tapi seperti nya mereka akan tetap memaklumi nya sayang. Mereka tahu kita itu masih dalam--”
“Stop! Jangan bicara aneh lagi.” Ucap Lila memotong ucapan suami nya. Dia khawatir jika memang putra nya itu akan membobol CCTV di ruangan Melvin dan mendengar apa yang mereka bicarakan. Percaya lah dalam hal ini Lila menyesal sudah mengajari kedua buah hati nya itu membobol CCTV hingga bisa mendengar suara yang di bicarakan dalam video yang terekam. Definisi senjata makan tuan.
“Jangan mengatakan hal mesum di sini. Alex--”
Melvin mengangguk paham saat Lila mengatakan nama putra mereka.
“Sulit juga ya memiliki anak terlampau jenius.” Ucap Melvin frustasi lalu segera makan sendiri.
Lila yang mendengar ucapan suami nya pun tertawa.
“Salah sendiri membuat mereka dalam keadaan tidak sadar. Jadi nya seperti itu kan? Repot sendiri.” Ucap Lila.
“Sayang!” ucap Melvin. Entah kenapa kosa kata yang di gunakan istri nya itu membangkitkan sesuatu dalam diri nya.
“Maka nya kita harus membuat dalam keadaan sadar dan melihat perbedaan nya.” ucap Lila masih menggoda suami nya itu. Tapi untuk memiliki anak lagi tentu saja itu adalah keinginan nya. Dia ingin memiliki anak dalam ikatan pernikahan nya dengan idola nya itu. Walaupun si kembar tetap lah anak yang dia sayangi dan dia cintai.
Melvin diam dan tidak menjawab ucapan istri nya karena alarm di otak nya segera aktif saat istri nya itu mengungkit memiliki anak lagi. Dia ingin tapi demi kebaikan dia rela mengekang keinginan itu. Cukup sekali dia bertindak bodoh dan tidak ingin mengulangi nya lagi.
“By, kau makan lah di sana.” Pinta Lila pada suami nya itu sambil menunjuk sofa yang ada di ruangan Melvin.
Melvin memandangi Lila bingung, “Ck, pindah saja by. Tidak perlu menatapku seperti itu.” ucap Lila.
Melvin pun mengangguk dan menurut. Dia segera menuruti perkataan istri nya dan berdiri dari kursi kebesaran nya tapi tidak langsung menuju sofa. Dia ingin tahu apa yang akan di lakukan istri nya itu.
Lila yang melihat suami nya hanya diam dan berdiri di samping nya pun terkekeh.
“Sudah sana duduk di sana by.” Ucap Lila.
Melvin menggeleng, “Aku ingin tahu apa yang akan di lakukan istriku ini hingga harus memintaku berpindah.” Ucap Melvin.
“Aku ingin mengasah otakku dulu, by. Aku takut jika aku sudah lupa bagaimana mengelola perusahaan karena saking lama nya tidak lagi menekuni hal ini.” ucap Lila.
Melvin yang mendengar ucapan Lila bukan nya ragu akan ucapan istri nya mengenai pekerjaan nya justru ragu bahwa Lila lupa ilmu yang sudah dia pelajari melihat bagaimana cekatan nya istri nya itu saat ini.
Melvin melihat hasil kerja Lila yang ternyata sudah sangat sesuai dengan apa yang dia inginkan. Tidak ada kesalahan sama sekali padahal istri nya itu hanya meneruskan apa yang dia kerjakan dan hanya membaca sekilas dari atas saja tapi bisa mengerti semua nya.
“Hubby, ayo habiskan makananmu dulu. Nanti jika sudah selesai kau bisa melihat nya dan memastikan hasil pekerjaanku apa sudah sesuai dengan yang kau inginkan atau tidak.” Ucap Lila.
Melvin pun akhirnya menurut dan segera menikmati makanan nya tapi bukan nya di sofa justru dia mengambil kursi dan di tarik nya di samping Lila.
Lila pun membiarkan saja apa yang di lakukan suami nya itu dari pada makan siang nya semakin tertunda jika Lila tetap memaksa Melvin untuk makan di sofa.
Sepuluh menit kemudian akhirnya Melvin menyelesaikan makan nya. Lila juga sama. Dia sudah menyelesaikan dokumen yang di kerjakan suami nya itu.
Melvin segera memeriksa nya dan dia puas dengan hasil pekerjaan nya istri nya itu, “Wah, kamu hebat sayang. Perkataanmu akan lupa mengenai pekerjaan kantor tidak terbukti sama sekali karena hasil pekerjaanmu ini sangat sempurna.” Puji Melvin.
“Ck, berlebihan by. Aku hanya menyelesaikan akhirnya saja. Itu adalah pekerjaanmu. Sudah ah aku mau membantu hal lain.” Ucap Lila segera membuka tumpukan dokumen di meja kerja Melvin itu.
Akhirnya sepasang suami istri itu pun bekerja sama menyelesaikan dokumen. Pekerjaan Melvin menjadi lebih ringan di bantu oleh Lila. Dia merasa sangat beruntung memiliki istri yang serba bisa seperti Lila.
Lila memang sosok istri yang sempurna. Dia bangga memiliki istri seperti Lila.
***
Sementara di sisi Luke, dia juga berkutat dengan dokumen di meja kerja nya sampai tiba-tiba dia teringat sesuatu.
“Tunggu, Yura? Bukan kah gadis itu yang ku lihat kemarin di lobby?” gumam Luke sambil mengingat-ngingat.
“Yah, memang dia. Jadi kedatangan nya kemarin itu memang untuk melamar pekerjaan. Tapi aku baru mengumumkan ingin memiliki sekretaris jam tiga sore kemarin. Kenapa dia bisa datang dan mendaftar. Ini bukan seperti kebetulan saja.” ucap Luke.
“Ada apa ini?” tanya nya.
Hati nya entah kenapa berdebar-debar.
__ADS_1
“Ck, kenapa dengan hatiku? Ini seperti saat aku berdekatan dengan Lila. Tapi sangat tidak mungkin jika aku memiliki kembaran lain, bukan? Aku sudah membaca diary milik mommy dan sudah memastikan bahwa hanya aku dan Lila saja anak mommy dan daddy. Jadi apa alasan hatiku berdebar-debar saat ini?” tanya Luke menekan dada nya.
Sementara di sisi lain, ada seorang wanita yang tersenyum senang membaca laporan di ponsel nya.
“Selamat nona. Anda di terima jadi sekretaris di perusahaan itu.” ucap anak buah wanita itu memberi selamat.
Wanita itu pun mengangguk, “Hum, aku terima ucapan selamatmu itu. Tapi sebenar nya aku memang sudah menduga akan lulus walaupun kualifikasi yang dia minta adalah seorang pria. Ucapan selamat darimu itu sebenar nya tidak ku butuhkan karena aku sudah mengetahui kelayakanku sejak awal.” Ucap nya.
“Tapi nona apa anda merasa ini tidak terlalu mudah? Bisa saja ada jebakan lain di balik hal ini.”
“Kau tidak perlu khawatirkan hal itu. Aku tentu tidak akan maju ke medan perang tanpa senjata. Hanya orang bodoh yang melakukan perlawanan tanpa persiapan sebelum nya saat sadar bahwa lawan nya tangguh. Aku sudah mempersiapkan semua nya. Selain itu, jika pun nanti nya akan terbongkar nanti maka apa yang harus ku khawatirkan. Jika sudah waktu nya semua akan terbongkar dengan sendiri nya dan aku pasti akan melalui hal itu tetap dengan mengangkat daguku tinggi.” Balas nya.
Anak buah wanita itu pun diam saja saat sudah paham dengan maksud wanita yang ada di hadapan nya.
“Sampai bertemu kembaran nya Lila? Aku tidak menyangka bahwa kau memiliki kembaran setampan itu? Bisa-bisa aku jatuh cinta pada nya nanti. Ah apa yang ku pikirkan. Sadar! Ingat tujuanmu datang ke sini.” Ucap nya menepuk kepala nya.
***
Di sisi Delon, di waktu yang sama. Dia sibuk mengatasi masalah salah satu bank yang di minta untuk di tingkatkan keamanan nya. Setelah hampir tujuh jam dia berkutat dengan komputer dan berbagai alat di hadapan nya akhirnya dia bisa menciptakan pelindung yang kuat untuk bank. Dia segera menyelesaikan semua nya dan kini tinggal menunggu bayaran penuh nya atas hasil kerja nya.
Ting
Bunyi notifikasi masuk yang menandakan semua bayaran nya sudah dia terima.
“Ah, lelah Tuhan. Apa kau tidak ingin mengirimkan seseorang untuk menemani kesendirianku ini? Aku rindu saat ada seseorang yang menyiapkan kopi untukku. Tapi dia seperti nya sibuk dengan pekerjaan nya hingga mengunjungiku pun tidak.” Ucap Delon memandangi kursi yang tidak jauh di sana. Kursi yang di duduki Yola saat gadis itu datang beberapa hari lalu.
Delon segera berdiri dan meraih ponsel nya yang memang dia nonaktifkan karena tidak ingin di ganggu. Begitu dia mengaktifkan nya dia terperanjat saat melihat banyak nya pesan dan panggilan yang masuk.
“Ah aku lupa bahwa Lila sudah kembali dan aku belum mengunjungi nya. Aku pasti akan di anggap sebagai sahabat yang tidak setia nanti.” Ucap Delon merasa bersalah.
Dia segera membalas pesan Lila dan mengetikkan akan segera datang ke kediaman utama malam nanti.
Setelah itu dia segera membuka pesan dan foto yang di kirimkan Yola. Foto nya bersama Lila saat makan siang di kantin tadi.
“Kau sudah bertemu dengan nya?” ujar Delon tersenyum.
Jujur saja perasaan nya pada Lila itu masih ada karena tidak mungkin semudah itu melupakan cinta pertama kita apalagi cinta masa kecil. Tapi tentu dia juga bertekad akan melupakan Lila dan itu sedang dia usahakan. Walaupun mungkin Lila tetap akan menempati ruang di hati nya. Mungkin perasaan cinta yang dia miliki itu akan dia ubah menjadi rasa segan, hormat dan kasih sayang sesama sahabat. Bukan kah memang itu status hubungan nya dengan Lila. Dan sebagai sahabat dan juga pria yang pernah mencintai Lila, dia ikut bahagia melihat gadis itu bahagia. Apalagi kembali dalam keadaan sehat nya setelah upaya yang di lakukan Melvin. Dia memang harus mengakui bahwa Melvin sudah membuktikan ucapan nya untuk memberikan kebahagiaan kepada Lila. Jadi saat nya dia memang harus melupakan perasaan nya itu. Dia akan merajut masa depan nya sendiri bersama gadis yang entah kenapa akhir-akhir ini mengganggu pikiran nya.
“Kau cantik, Yola. Ajakanku itu mungkin kau anggap candaan atau mungkin pelampiasan. Tapi aku memaklumi hal itu jika memang kau memikirkan hal yang sama. Aku akan membuktikan bahwa aku mampu melupakan Lila. Kau bukan ku jadikan pengganti Lila tapi memang gadis yang ku inginkan. Ahh ternyata menjadi dewasa itu memusingkan. Aku harus bicara hal ini dengan papi.” Ucap Delon.
[Cantik]
Satu kata saja Delon mengetikkan balasan itu untuk pesan Yola.
Tidak menunggu lama Yola terlihat mengetik. Delon pun menunggu balasan Yola akan pesan nya.
“Jangan katakan bahwa kau menunggu balasan pesan dariku.” Gumam Delon.
[Yah, dia memang cantik. Sahabat kita itu semakin cantik] itu adalah balasan dari Yola.
Delon yang membaca balasan Yola entah kenapa tidak menyukai nya.
“Kau salah paham. Kau pasti mengganggapku memuji nya lagi. Yah, walaupun dia memang cantik.” ucap Delon.
[Kedua nya cantik. Kau juga. Ohiya, apa kau bisa menemaniku datang ke kediaman Lila malam ini? Aku ingin mengunjungi nya karena ada sesuatu yang ingin dia katakan.]
Tidak lama Yola pun membalas.
[Malam ini? Aku sibuk. Aku harus lembur malam ini.]
[Oh baiklah jika memang begitu. Aku akan pergi sendiri saja.]
“Padahal aku berharap kau bisa menemaniku Yola. Mungkin akan terdengar egois aku memaksamu menerimaku di saat aku sendiri belum bisa melupakan masalalu.” Ucap Delon setelah mengetikkan balasan untuk Yola itu.
Pesan nya hanya di read saja tanpa di balas lagi oleh Yola.
“Huh, aku harus bisa mengambil keputusan tegas akan semua nya sebelum aku kehilangan lagi. Jangan sampai aku salah mengambil langkah lagi.” Ucap Delon.
Sementara di sisi Yola, gadis itu membaca berulang-ulang pesan Delon dan merefresh aplikasi pesan nya itu berharap akan ada pesan susulan dari Delon. Tapi ternyata setelah menunggu beberapa menit tak kunjung ada.
“Seperti nya aku yang terlalu berharap akan perkataanmu itu? Padahal aku tahu kau itu suka bercanda.”
__ADS_1