
Melvin pusing memikirkan jawaban atas pertanyaan putri nya itu.
"Kak, kita punya PR tidak? Kok aku jadi bingung sendiri." ucap Alexa menatap Alex.
Alex yang mendengar pertanyaan adik nya hanya diam saja tanpa menjawab dan serius menyuapi Lila dengan buah.
"Ih, kakak kebiasaan. Suka diam saat di ajak bicara. Padahal masalah penting." ucap Alexa sebal dengan sikap Alex. Tapi walaupun begitu dia begitu menyayangi kakak nya itu. Alex adalah orang favorit nya sebelum di gantikan oleh sang daddy yang kini menjadi pemegang tahta tertinggi.
"Sudah, girl. Tidak perlu mencari tahu apa yang daddy dan kakakmu bicarakan. Mungkin itu memang hal yang tidak bisa kita ketahui." ucap Lila menghentikan rasa penasaran putri nya itu yang dia yakini saat ini sedang berada di tingkat paling atas. Sangat kepo tingkat dewa.
__ADS_1
"Iya, tapi kenapa kita gak boleh tahu, mom. Bukan kah kita keluarga? Aku adalah putri nya daddy juga sama dengan kakak. Lalu mommy juga istri nya daddy dan mommy nya kakak. Kita berhak tahu kan?" ucap Alexa yang masih bersikeras ingin tahu.
Lila yang mendengar ucapan putri nya itu hanya bisa diam saja karena sikap keras kepala yang di tunjukkan Alexa sama persis dengan nya. Entah kenapa kedua buah hati nya itu menuruni sikap keras kepala nya, hingga kini dia sendiri yang pusing di buat nya. Definisi senjata makan tuan.
"Itu adalah pembicaraan para lelaki. Jadi para wanita tidak boleh tahu." ucap Alex tiba-tiba dengan ekspresi datar nya dan tetap menyuapi Lila buah.
"Iss kakak. Mana ada konsep seperti itu. Aku tidak suka konsep itu. Yah walaupun kami para wanita juga sering menggunakan nya. Tapi aku menolak keras jika hal itu di lakukan padaku. Aku hanya melakukan tapi tak mau di perlakukan sama." ucap Alexa.
"Aku tidak percaya itu. Pokoknya kakak dan daddy harus membagi apa yang kalian bicarakan berdua itu denganku. Percaya lah aku tidak akan bocor. Aku akan jadi patung yang diam saja." bujuk Alexa sambil mempraktikkan menutup resleting kain di bibir nya.
__ADS_1
Alex hanya mengangkat bahu nya dan menatap Melvin yang masih diam saja. Dia tahu daddy nya itu sedang merangkai kata. Setidak nya walaupun tidak berhasil mengalihkan perhatian adik nya tapi setidak nya dia sudah berhasil menambah waktu Melvin untuk berpikir.
"Daddy, ayo katakan. Aku bisa kan tahu rahasia nya?" tanya Alexa memasang ekspresi memelas nya ketika meminta sesuatu pada Melvin atau pun sang kakek. Biasa nya hal itu berhasil dia lakukan dan mendapatkan apa yang dia mau. Semoga saja kali ini berhasil lagi.
Tapi sayang Melvin mencoba untuk tidak terpengaruh akan apa yang di lakukan putri nya itu.
"Ini masalah pria, girl. Sama seperti dirimu yang hanya bicara berdua dengan mommy atau pun nenek dan tidak ingin di ketahui oleh daddy, kakak dan kakek. Maka itu juga yang terjadi pada daddy dan kakakmu. Ini adalah rahasia." ucap Melvin.
"Rahasia? Baiklah, aku tidak akan memaksa lagi jika memang daddy tidak memberi izin. Tapi aku pastikan rahasia itu akan aku ketahui nanti. Tinggal menunggu waktu itu tiba." ucap Alexa.
__ADS_1
Lila dan Melvin yang mendengar ucapan putri kecil mereka itu hanya bisa tersenyum bangga akan pemikiran Alexa.
Walaupun di sisi lain kedua nya menyimpan perasaan lain. Lila menyimpan rasa ingin tahu yang sama dengan sang putri sementara Melvin menyimpan rasa ketakutan dan kekhawatiran akan rahasia itu akan terbongkar nanti.