My Secret With CEO

My Secret With CEO
98


__ADS_3

Kini Lila dan Melvin beserta kedua buah hati nya itu sedang dalam perjalanan pulang untuk makan siang bersama. Melvin akan kembali lagi ke kantor setelah makan siang tapi tentu saja dia ingin mengantarkan lebih dulu istri dan kedua anak nya itu kembali ke kediaman.


“Daddy … kita makan di restoran saja ya.” Ucap Alexa saat dia melihat restoran di jalan yang mereka lewati.


Lila yang mendengar ucapan putri nya itu pun segera menoleh, “Kenapa makan di restoran sayang. Kita bisa makan di rumah bareng kakek dan nenek.” Ucap Lila.


Alexa yang mendengar itu pun seketika menunduk sedih.


Melvin yang menyadari nya pun segera menggenggam tangan Lila lalu dia tersenyum, “Hum, kita makan di restoran saja. Putri daddy mau makan di restoran apa?” tanya Melvin.


Alexa masih saja menunduk walaupun sudah mendapatkan tawaran dari Melvin, “Dek, ayo jawab. Daddy bertanya tuh.” Ucap Alex memberi kode kepada sang adik.


Alexa pun akhir nya mengangkat wajah nya lalu dia menggeleng, “Kita makan di rumah saja dad. Makan bersama kakek dan nenek. Itu lebih baik. Kasihan juga makanan di rumah akan rugi nanti jika tidak ada yang memakan nya.” ucap Alexa.


Melvin yang mendengar jawaban yang keluar dari mulut putri nya itu pun seketika terdiam, “Ahh daddy, kita makan saja di restoran ayam chrispy. Alex jadi ingin memakan nya karena sudah lama kami tidak memakan nya. Kami makan itu hanya sekitar seminggu sebelum kami pulang saat di ajak mommy.” Ucap Alex mencoba mengalihkan situasi yang canggung itu. Lagi pula dia tahu bahwa sang adik dan mommy nya itu memiliki satu sifat yang sama yaitu keras kepala. Tapi sekali lagi dia menyayangi kedua nya.


Melvin yang mendengar ucapan putra nya pun mengangguk tersenyum, “Hum, baiklah. Kita makan di restoran ayam chrispy.” Ucap Melvin lalu melirik sang istri yang diam saja. Tapi dia tahu bahwa istri nya itu merasa bersalah pada putri mereka karena sudah menolak keinginan nya.


Tidak lama mereka sudah tiba di restoran ayam chrispy sejuta umat. Melvin segera memarkirkan mobil nya lalu turun dan membukakan pintu untuk sang istri dan kedua buah hati nya. Tidak lupa juga tentu saja Melvin membantu istri nya itu.


Lalu mereka berempat pun masuk dan tentu saja kedatangan mereka itu sudah menjadi pusat perhatian karena berita yang beredar hari ini.


Melvin segera memesan ruangan khusus karena ingin makan siang mereka itu berlangsung nyaman dan tidak ada tatapan yang aneh-aneh. Tidak lama pramusaji pun datang dan mencatat pesanan mereka.


“Aku mau ayam chrispy bagian dada dan tambahkan keju di sana.” Ucap Alex berwibawa hingga membuat Melvin tersenyum mendengar nya. Sementara Lila dan Alexa bereaksi berbeda mendengar ucapan Alex itu. Mereka dengan kompak menatap Alex.


“Kenapa kalian menatapku begitu mom. Apa aku salah?” ucap Alex tersenyum.

__ADS_1


Lila menggeleng sementara Alexa kembali ke posisi nya semula seperti tadi yang diam saja, “Girl, ayo pesan untukmu. Kau ingin apa.” ucap Melvin kepada putri nya itu.


“Ayam chrispy bagian paha tanpa keju. Chrispy nya mohon di banyakin.” Ucap Lila memesankan pesanan putri nya itu.


Alexa yang mendengar ucapan sang mommy pun tersenyum tipis menatap mommy nya itu. Melvin yang melihat nya pun ikut tersenyum. Seperti nya kedua kesayangan nya itu sudah tidak menyimpan kekesalan masing-masing.


Setelah itu Melvin dan Lila pun memesan untuk mereka sendiri dan pramusaji pun segera berlalu setelah mencatat pesanan mereka.


“By, kak Luke di mana?” tanya Lila setelah mengecek ponsel nya dan tidak mendapatkan kabar dari kakak nya itu sehari ini.


“Bukan kah dia ada di apartemen sayang. Tidak perlu khawatir kakakmu itu baik-baik saja.” ucap Melvin.


Lila yang mendengar jawaban Melvin pun memilih mengangguk karena tidak ingin membahas hal yang berat di waktu makan.


Tidak lama pesanan mereka datang dan keempat orang itu pun segera fokus menikmati makanan mereka masing-masing.


Lila pun tersenyum lalu mengusap kepala putri nya itu lembut, “Maafin mommy yang sudah keras tadi.” Ucap Lila.


Alexa menggeleng, “Mom gak salah kok.” balas nya. Lila pun tersenyum lalu meminta putri nya itu menghabiskan makanan nya.


Melvin dan Alex yang melihat itu pun saling menatap satu sama lain lalu tersenyum.


***


Kini mereka sudah tiba di kediaman utama, di mana mereka langsung di sambut oleh mami Elea dan papi Emran.


“Wah, cucu nenek dari mana ini?” tanya mami Elea.

__ADS_1


“Kami dari kantor daddy tadi. Terus makan di restoran ayam chrispy. Maaf ya nek tidak ikut makan siang bareng kalian.” ucap Alexa dengan ceria nya.


Mami Elea yang mendengar ucapan cucu perempuan nya itu pun tersenyum lalu segera menggendong sang cucu, “Mih, dia berat.” Ucap Lila khawatir melihat mertua nya itu menggendong sang putri.


“Tidak apa nak. Cucuku ini sangat cantik dan pintar.” Balas mami Elea.


Lila yang mendengar itu pun memilih diam saja dan memilih menyalami papi Emran, “Bagaimana kakimu nak?” tanya papi Emran kepada menantu nya itu.


Lila pun mengangkat kaki nya perlahan lalu kemudian tersenyum, “Lumayan bisa di gerakkan pih. Aku yakin dia akan segera sembuh.” Jawab Lila tersenyum.


Papi Emran yang mendengar nya pun tersenyum dan mengangguk. Lalu dia menatap sang putra, “Apa kau akan kembali lagi ke perusahaan?” tanya papi Emran.


Melvin pun mengangguk, “Iya pih.” Jawab nya.


“Sebelum kau kembali ke perusahaan, papi mau bicara dulu. Ayo ke ruang kerja papi dulu.” Ucap papi Emran lalu segera meninggalkan ruangan keluarga itu yang kemudian di susul oleh Melvin.


“Apa kamu lelah nak?” tanya mami Elea yang ikut duduk di samping Lila setelah menurunkan sang cucu yang sudah menyusul Alex ke kamar mereka masing-masing.


Lila pun menatap mertua nya itu tersenyum lalu dia menggeleng, “Tidak lelah kok mih.” Jawab Lila.


“Jika pun lelah tidak masalah nak. Mami tidak akan melarangmu. Ini adalah rumahmu juga.” Ucap mami Elea.


Lila mengangguk, “Terima kasih sudah menerimaku sebagai menantu di rumah ini dengan baik mih. Aku tahu aku tidak pantas ada di sini menjadi bagian keluarga ini setelah apa yang ku lakukan.” Ucap Lila tulus mengakui kesalahan nya. Dia sadar tanpa sengaja dia membuat kesalahan pada keluarga ini.


Mami Elea menggeleng dan memilih memeluk Lila, “Kamu tidak bersalah nak. Tidak perlu meminta maaf. Itu sudah berlalu, tidak perlu di pikirkan lagi. Untuk saat ini kita fokus saja dengan masa sekarang dan masa yang akan datang. Lagi pula kau tidak melakukan kesalahan karena jika mami sendiri pun yang mengalami nya mungkin akan melakukan hal yang sama juga.” Ucap mami Elea.


Lila pun tersenyum dan nyaman dalam pelukan mertua nya itu. Rasa nya seperti memeluk mendiang mommy nya. Pada akhirnya menantu dan mertua itu berbincang berdua untuk pertama kali nya seperti seorang ibu dan putri nya. Lila benar-benar sudah bisa berdamai dengan semua nya dan mulai menikmati kehidupan nya ini.

__ADS_1


__ADS_2