My Secret With CEO

My Secret With CEO
146


__ADS_3

Lila yang mendengar ucapan Melvin pun tersenyum, "Aku bersedia suamiku. Aku bersedia menjadi milikmu selama nya. Aku akan terus membebanimu. Kau harus bersiap dengan semua sikap keras kepalaku." ucap Lila.


Melvin pun tersenyum, "Aku siap sayangku. Bahkan sangat siap untuk itu. Aku senang kau selalu bergantung padamu." balas Melvin.


"Jika begitu lanjutkan apa yang sudah di mulai suamiku." ucap Lila.


Melvin pun mengangguk dan segera melanjutkan apa yang sudah tertunda karena pembahasan yang selalu membuat nya takut jika Lila melakukan ini hanya karena sebatas kewajiban nya. Tapi seperti nya mulai saat ini dia harus menghilangkan pemikiran itu karena Lila sudah menyatakan kesediaan nya. Dan seperti yang dia pahami dan istri nya sendiri katakan bahwa apa yang dia ucapkan akan selalu dia tepati. Maka untuk hal ini pun dia percaya pada istri nya itu.


Melvin dan Lila pun malam itu kembali mereguk kenikmatan surga dunia itu bersama. Hanya sekali saja tapi kedua nya sama-sama saling menikmati nya seperti yang sudah mereka lewati sore tadi. Bahkan lebih nikmat dari yang tadi sore karena yang tadi masih di liputi banyak keraguan. Sementara kini mereka melakukan nya dengan sama-sama saling menginginkan satu sama lain jadi rasa nya jauh lebih nikmat.


Tidak ada lagi janji yang mereka buat bersama. Tidak ada lagi janji yang dia buat beberapa menit lalu. Melvin tidak lagi mengingat janji itu. Kebahagiaan yang dia dapatkan kini sudah mematahkan semua janji yang pernah mereka buat bersama.


Melvin tersenyum menatap Lila yang sudah terlelap karena aktivitas mereka barusan.

__ADS_1


"Terima kasih sayangku. Aku tidak menyangka bahwa kesalahanku akan mendapatkan maaf darimu. Aku pikir aku tidak akan mendapatkan maaf darimu sayangku. Waktu hampir enam tahun yang kulakukan dengan menerima hukuman darimu setara dengan kebahagiaan yang aku dapat saat ini. Aku mencintaimu sayangku. Sangat mencintaimu." ucap Melvin lalu mengakhiri kalimat nya dengan kecupan di kening istri nya yang sudah terlelap.


Baru lah setelah itu dia segera memperbaiki selimut mereka dan segera bersiap memejamkan mata nya. Dia segera mendekap Lila ke pelukan nya.


Lila sendiri yang sebenar nya belum tertidur pulas pun mendengar semua yang di ucapkan suami nya itu. Dia pun menyunggingkan senyum tipis. Sangat tipis hingga Melvin tidak menyadari nya.


***


"Tidur lah lagi, dear. Itu masih sangat pagi. Masih ada waktu sebelum kau melakukan test." ucap Melvin dengan suara khas bangun tidur.


Lila pun tersenyum melihat suami nya bicara dengan mata masih tertutup hanya tangan nya saja yang semakin mendekap Lila erat dalam pelukan nya.


Lila bukan nya melanjutkan tidur nya seperti apa yang di katakan Melvin. Dia justru bangun dan melepaskan dekapan suami nya itu hingga membuat Melvin pun membuka mata nya dan menatap Lila.

__ADS_1


Cup


Lila segera mengecup bibir suami nya itu sekilas, "Morning kiss, by." ucap Lila.


Melvin pun tersenyum dan segera menarik Lila kembali tidur dan segera menindih nya dan mereka pun berciuman panas pagi hari itu.


"Ganas sekali kau suamiku." ucap Lila begitu ciuman mereka selesai.


"Salah sendiri kau sangat menggoda dear. Kau sudah menjadi candu." ucap Melvin.


Lila pun tertawa, "Dasar aneh. Apa aku jenis obat-obatan terlarang hingga harus membuatmu kecanduan." ucap Lila lalu segera turun dari ranjang masih dengan pakaian tipis nya semalam.


"Hubby ... Ayo mandi bersama."

__ADS_1


__ADS_2