
“Tunggu sebentar nek.”
Kakek Parker dan Nenek Saraswati pun memandang Lila dengan ekspresi penuh pertanyaan, “Ada apa nak?” tanya nenek Saraswati.
“Sebelum kakek dan nenek memutuskan untuk mengajak saya tinggal di rumah kakek dan nenek. Saya harus menceritakan sesuatu dulu. Walaupun saya hanya tinggal sementara di kediaman kakek dan juga nenek tapi nenek dan kakek wajib tahu siapa sosok gadis yang nenek dan kakek tolong ini. Saya--”
“Kita bicarakan di dalam toko saja nak kalau begitu.” Potong nenek Saraswati yang sudah bisa menduga bahwa pembicaraan mereka itu akan berat nanti.
Lila pun menurut dan kini mereka sudah berada di dalam toko duduk di sana, “Emm, perkenalkan dulu nama saya Greyila atau panggil saja Lila. Saya berasal dari Negara N karena suatu alasan saya pergi meninggalkan Negara saya itu dan datang ke sini. Saya tidak ingin menyembunyikan apapun dari orang yang sudah berniat baik ingin membantu saya.” ucap Lila menarik nafas dulu menyiapkan dirinya untuk melanjutkan perkataannya.
“Saya hamil dan itu bukan kehamilan pada umumnya yang seharusnya patut di syukuri dan di sambut dengan penuh kegembiraan. Saya hamil karena suatu kesalahan yang terjadi pada saya. Tapi walaupun begitu saya sangat mensyukuri kehamilan ini. Saya tidak akan menggugurkannya walaupun harus menerima cemoohan orang. Saya tahu di Negara ini kehamilan seperti saya bukan lah sesuatu yang asing atau pun tabu seperti Negara saya. Tapi tetap saja saya tidak ingin menyembunyikan apapun dari orang yang berniat baik menolong saya hanya untuk sebuah tempat tinggal. Selain itu juga kehamilan bukan sesuatu yang bisa di sembunyikan. Cepat atau lambat tetap saja bisa di ketahui. Saya mengakui ini di depan kakek dan nenek ingin memberikan kesempatan kepada kakek dan nenek berpikir kembali apa harus menolong saya atau tidak. Saya menerima apapun keputusan kakek dan nenek.” Ujar Lila tersenyum.
Nenek Saraswati tersenyum lalu mendekati Lila dan memeluknya, “Nenek sudah menduganya nak. Wajahmu sangat berseri menandakan bahwa kau hamil. Walaupun ada bekas tangis di wajahmu dan kau tidak memakai make up tapi wajah berseri orang yang hamil tidak bisa di sembunyikan. Kami menerimamu nak. Kau akan tinggal bersama kami.” ucap nenek Saraswati itu memeluk Lila.
Lila pun terharu bahkan sampai meneteskan air matanya karena masih bisa menemukan orang baik yang tidak menghakimi dirinya, “Terima kasih nek, kek.” Ucap Lila memandang dua orang di hadapannya itu bergantian.
“Kamu sudah menceritakan semuanya kepada kami nak. Jadi kamu jangan cari tempat tinggal lain lagi. Kamu tinggal bersama kami saja. Jujur saja kami kesepian hanya tinggal berdua. Kamu tinggal saja dengan kami.” ucap kakek Parker.
“Terima kasih kek. Tapi bagaimana jika orang—”
“Jangan pikirkan hal itu. Lebih baik kita sekarang pulang ke rumah.” Potong nenek Saraswati.
“Jangan pikirkan apa yang belum terjadi. Kita akan menghadapinya sama-sama nanti.” Sambung kakek Parker.
__ADS_1
Lila pun tersenyum dan sekali lagi dia mengucapkan banyak terima kasih kepada sepasang kakek dan nenek itu yang sudah jadi malaikat penolongnya. Lila pun segera di ajak pergi ke rumah nenek dan kakek itu lalu mereka makan di sana.
“Mom … dad … apa kakek Parker dan nenek Saraswati adalah malaikat penolong yang kalian kirimkan untukku.” Batin Lila saat makan bersama sepasang kakek dan nenek itu.
“Nak, kau beristirahatlah. Nenek sudah mengatur kamar tidur itu untukmu.” Ucap nenek Saraswati membawa Lila ke kamar.
“Terima kasih nek.” Ucap Lila.
“Nek …” panggil Lila.
“Ada apa nak?” tanya nenek Saraswati.
“Bangunan kecil di samping toko itu apa?” tanya Lila.
***
Kembali lagi ke Negara N. Yola sudah bekerja sebagai sekretaris Deo dan dia memang sangat jago terkait dokumen-dokumen pekerjaan yang di berikan padanya pun cepat dia selesaikan.
Yola melihat foto Lila di galeri ponselnya itu. Foto mereka berdua, “La, kau di mana? Kenapa kau pergi tanpa memberitahuku? Apa yang sebenarnya terjadi padamu hingga kau harus pergi dari sini?” gumam Yola memandangi foto mereka itu.
“Yola, apa dokumen yang saya minta kerjakan padamu sudah selesai?” tanya Deo.
Yola pun mengangguk, “Sudah tuan. Ini.” ucap Yola memberikan dokumen yang sudah dia selesaikan itu.
__ADS_1
Deo pun menerimanya dan memeriksanya, “Okay, terima kasih.” Ucap Deo lalu segera masuk kembali ke ruangannya.
“Tuan!” ucap Yola ikut masuk ke dalam ruangan Deo itu.
Deo pun menoleh, “Ada apa? Apa ada yang ingin kau tanyakan?” tanya Deo.
Yola perlahan mengangguk, “Iya tuan. Kenapa tuan Melvin mencari sahabat saya? Apa Lila melakukan sesuatu kepada tuan Melvin? Maaf saya hanya ingin tahu. Saya penasaran dengan alasan Lila pergi. Lila bukanlah orang yang pergi tanpa perencanaan yang matang dan tanpa pertimbangan apapun. Jadi apa--”
“Apa kau datang ke sini hanya untuk bergosip. Sudah sana kerjakan dokumen itu dan jangan mencari tahu apa yang terjadi pada tuan saya dan sahabatmu itu. Kau hanya perlu melaksanakan tugasmu sebegai sekretaris dan juga melaksanakan tugasmu memberi tahu keberaadaan sahabatmu itu jika dia menghubungiku. Itu saja tugasmu. Jangan bergosip.” Ucap Deo memotong pembicaraan Yola.
Yola pun hanya bisa mendengus kesal dan menerima dokumen yang di berikan Deo lalu keluar dari ruangan itu menuju meja kerjanya, “Sebenarnya apa yang mereka sembunyikan dariku? Kenapa mereka sangat misterius begitu. Aku harus mencari tahu di mana keberadaan sahabatku dan apa yang terjadi padanya.” gumam Yola.
Sementara di dalam Deo mencerna ucapan Yola itu, “Gadis itu benar tentang nona Lila yang pergi dengan persiapan. Sepertinya akan sulit untuk menemukan nona Lila. Tapi tidak ada yang tidak mungkin.” Gumam Deo.
***
Seminggu berlalu dengan sangat cepat, kini Lila di Negara Y sibuk menata kehidupannya bersama janin dalam kandungannya dan juga sepasang kakek dan nenek yang menolongnya itu.
Tiga hari yang lalu, Lila memutuskan pindah tinggal di mes toko. Walaupun nenek Saraswati dan kakek Parker menolaknya tapi bukan Lila namanya jika tidak keras kepala. Pada akhirnya kakek dan nenek itu pun menuruti keinginan Lila untuk pindah dan untuk bekerja membantu di toko.
“Nek, lihat ini hasil yang kita dapatkan selama beberapa hari ini. Ini juga catatan barang yang cepat laku dan tidak.” Ucap Lila menjelaskan hasil keuntungan yang mereka dapatkan selama beberapa hari ini.
Kedatangan Lila ke toko itu membawa berkah tersendiri untuk kakek Parker dan nenek Saraswati. Toko mereka mendadak ramai dengan promosi yang Lila lakukan. Akhirnya sepasang kakek dan nenek itu pun mempercayakan perbukuan toko itu kepada Lila.
__ADS_1
Lila pun tentu saja sangat senang mengerjakannnya. Ilmu yang dia dapatkan selama kuliah dan pengalaman mengembangkan toko bunga mommy sangat berguna. Untuk mengembangkan omset toko tentu saja bukan hal yang sulit untuk Lila. Selama seminggu di Negara Y dia menikmatinya dengan suka cita.