My Secret With CEO

My Secret With CEO
177


__ADS_3

"Aku tidak ingin alasan apapun. Aku ingin sekretaris seorang pria bukan gadis. Bukan kah kau sudah mengetahui poin itu. Itu adalah poin utama nya." tegas Luke.


"Apa aku harus mencetak kembali persyaratan itu dengan cetakan tebal?" sambung Luke tegas menatap asisten nya. Panggil saya dia Rendi.


Asisten nya itu pun mengangguk patuh dan segera berbalik. Dia sudah mengatakan ini di bagian HRD tapi mereka mengatakan coba lah sekali karena mereka sudah kesulitan mencari sekretaris yang pas dan sesuai dengan syarat yang di minta Luke. Mereka menemukan yang pas tapi itu dia berjenis kelamin perempuan dan setelah itu tidak ada lagi pilihan lain nya. Jadi mereka berharap Luke menerima orang terakhir itu yang sudah memenuhi semua persyaratan Luke kecuali jenis kelamin.


Selaim itu, mereka menganggap Luke bukan lah orang dingin seperti Lila. Jadi harapan itu tinggi mereka impikan. Bisa mengatur Luke. Hanya saja mereka lupa bahwa di dalam tubuh Luke dan Lila mengalir darah yang sama. Lalu kedua nya di lahirkan oleh ibu yang sama dan sudah berbagi hidup dalam kandungan. Walaupun pada kenyataan nya setelah itu kedua nya hidup terpisah. Tapi bukan kah darah lebih kentai dari air?


Mungkin Luke memang terlihat tenang dan mudah tersenyum tapi siapa sangka bahwa sifat dingin itu ada dalam diri nya.


Rendi sendiri kaget melihat sikap tegas Luke yang di sertai dengan tatapan dingin nya layak nya Lila ketika menatap sesuatu yang tidak dia sukai. Tatapan mereka sama dan bisa membuat nyali orng di hadapan mereka itu menciut seketika.


"Tunggu!" tahan Luke saat Rendi hendak membuka pintu keluar ruangan nya.

__ADS_1


Rendi pun berbalik.


"Iya tuan?" jawab nya.


"Berikan!" pinta Luke mengulurkan tangan nya.


Rendi seketika bingung dengan apa yang di minta Luke.


"Maaf!" ucap Rendi.


Rendi yang mendengar ucapan Luke pun dengan cepat memberikan dokumen yang ada di tangan nya di mana di dalam nya berisi identitas calon sekretaris tuan nya itu.


Luke pun segera menerima nya dan membaca identitas yang ada di hadapan nya itu. Luke mengangkat alis nya dan membenarkan bahwa semua syarat yang dia minta itu terpenuhi kecuali satu dia yang seorang perempuan.

__ADS_1


"Aku akan meminta Lila untuk menilai nya. Kau duduk lah di sini. Aku akan menghubungi adikku." ucap Luke akhirnya. Entah kenapa dia merasa harus menghubungi Lila. Hal itu muncul tiba-tiba saja.


Luke segera mngambil ponsel nya dan menghubungi adik nya itu.


Tuut ... Tuut ... Tuut ...


"Halo, ada apa kak?" suara renyah Lila terdengar.


"Dek, kakak mengirimkan dokumen padamu. Bisa bantu kakak mempertimbangkan dokumen itu?" ucap Luke to the point karena dia memang banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.


"Okay, tunggu sebentar. Aku lihat dulu kak." ucap Lila dari seberang.


"Yura? Nama nya hanya satu kata saja? Dia calon sekretarismu kak?" tanya Lila yang memang tahu bahwa kakak nya itu sedang merekrut sekretaris.

__ADS_1


"Iya. Tapi aku kan ingin nya sekretaris laki-laki hanya saja tidak ada seorang pun dari mereka yang melamar memenuhi syarat yang aku berikan. Dan saat semua syarat itu terpenuhi justru dia berjenis kelamin perempuan. Jadi aku meminta saranmu." jawab Luke.


"Hm, baiklah. Aku akan memeriksa nya. Nanti akan aku hubungi lagi."


__ADS_2