My Secret With CEO

My Secret With CEO
07


__ADS_3

Seminggu berlalu dengan sangat cepat dan selama seminggu itu juga Melvin dan Deo kewalahan untuk menemukan informasi sedikit pun terkait dengan keberadaan gadis yang di tiduri oleh Melvin.


“Apa masih belum menemukan apapun, Deo?” tanya Melvin semakin frustasi.


Jujur saja baru kali ini dia mengalami kesulitan mengakses informasi yang dia inginkan.


“Anda tahu sendiri tuan apa yang terjadi. Bahkan laptop kesayangan saya jadi korbannya. Peretas itu sangat ahli hingga dia mengirimkan virus yang merusak laptop saya dan kini laptop kesayangan saya itu belum juga kunjung baik.” jawab Deo meratapi laptop kesayangannya yang sudah error parah. Entah bagaimana lagi dia memperbaikinya.


“Aku akan mengganti laptopmu itu Deo asal kau bisa segera menemukan keberadaan gadis itu. Kenapa sulit sekali mengakses dirinya. Kenapa sangat sulit untuk bertanggung jawab atas kesalahan kita, Deo? Aku pusing dengan semua ini. Aku tidak tenang saat tidur dan kadang-kadang aku tidak bisa tidur sama sekali karena kesalahan bejatku itu menghantuiku hingga ke alam bawah sadarku. Dia selalu mengingatkan aku akan kesalahan yang sudah aku perbuat. Ahh aku muak dengan semua ini. Aku muak diriku yang tidak bisa menyelesaikan masalahku. Apa aku harus minta bantu kepada papi.” Ucap Melvin frutasi dan mengajak rambutnya lagi.


Deo yang melihat keadaan tuan mudanya itu dalam seminggu terakhir dengan tampilan acak-acakannya. Jangan lupakan juga kantung mata yang semakin tebal dan hitam tanda bahwa dia tidak istirahat dengan baik. Begitu juga dengan berat badan yang turun drastis padahal baru seminggu tanda bahwa makannya pun sudah berantakan. Masalah yang menimpanya itu membuatnya frustasi setengah mati hingga hampir membuatnya gila setengah mati.


Sungguh Melvin sangat frustasi dengan semuanya tapi untung saja walau dia frustasi dan harus meradang karena tidak menemukan keberadaan gadis yang sudah dia tiduri. Hal itu tidak mempengaruhi kinerja perusahaan yang justru semakin meningkat karena Melvin melampiaskan rasa frustasinya itu ke pekerjaan dan pekerjaan. Untung saja otaknya tetap bekerja dengan baik walau sedang kebingungan setengah mati karena tidak mendapat informasi apapun. Seolah dia di hukum atas perbuatan bejatnya itu.


“Deo, apa menurutmu dia mengutukku? Kenapa aku tidak bisa menemukannya sama sekali.” Ujar Melvin dengan suara parau karena suaranya itu entah menghilang ke mana tapi mungkin akibat dia yang sudah kurang istirahat.


“Tuan, apa tidak seharusnya anda ceritakan saja kepada papi anda. Saya yakin tuan Emran bisa membantu anda apalagi ada tuan Nugraha di sampingnya yang sangat jago dengan IT dan hacker. Saya yakin dia bisa membantu mencari gadis itu tuan.” Usul Deo akhirnya. Sebenarnya dia tidak ingin memberikan ide ini karena dia tahu bahwa ide itu ada baik dan buruknya.

__ADS_1


“Apa kau ingin mengantarku ke kandang buaya Deo? Kau tahu papi itu sangat kejam. Jika dia tahu aku melakukan hal ini kepada seorang gadis maka sudah pasti dia tidak akan membiarkanku sama sekali. Dia akan membunuhku. Papi dan mami sangat menjunjung nilai etika dan moral.” Ujar Melvin.


“Tapi tuan hanya ini jalan satu-satunya yang kita punya.” Ucap Deo.


Melvin menggeleng, “Aku akan berusaha sendiri Deo. Aku tidak ingin di pandang oleh papi tidak bertanggung jawab untuk masalahku sendiri. Aku tidak ingin hal itu. Papi itu walaupun dia sudah pension tapi dia punya otak yang licik. Aku yakin cepat atau lambat dia akan tahu apa yang terjadi padaku. Tapi setidaknya aku tidak mengantarkan nyawaku sendiri padanya.” ucap Melvin.


Deo pun hanya bisa mengangguk menyetujui saja ucapan tuan mudanya itu. Dia hanya bisa berdoa untuk yang terbaik bagi tuan mudanya itu. Semoga saja tuan tidak mengutuknya lagi dan segera memberi jalan untuk masalah yang menimpa tuannya itu.


***


“Apa? Kau tidak salah kan? Mana mungkin putraku melakukan perbuatan bejat itu. Aku ingin melihatnya.” Ucap Papi Emran tegas.


Asistennya yang bernama Nugraha itu mengangguk dan segera membawakan laptopnya di hadapannya tuannya dan memutar rekaman video. Papi Emran pun melihatnya dengan seksama lalu dia mendesis dengan wajah yang sudah memerah tanda bahwa dia sedang berada di tingkat kemarahan terbesarnya.


“Panggil anak itu Nugraha. Aku akan menghukumnya dengan tanganku sendiri. Kenapa dia bisa melakukan hal itu kepada gadis semuda itu.” ujar papi Emran marah.


Nugraha pun segera melakukan perintah tuannya itu dan segera menghubungi Deo meminta Melvin untuk datang ke ruang kerja rahasia milik papi Emran.

__ADS_1


“Kenapa aku baru mengetahui ini Nugraha?” tanya papi Emran mulai mengontrol emosinya yang hampir meledak itu mengetahui apa yang di lakukan oleh putranya.


“Saya juga kesulitan untuk mendapatkan akses rekaman CCTV itu tuan karena gadis itu bertindak dengan cepat menyuruh seorang hacker untuk menghapus semua data baik di club maupun di hotel.” Jelas Nugraha.


“Apa alasannya melakukan itu Nugraha? Apa dia tidak menginginkan putraku bertanggung jawab atau dia tidak menyukai putraku? Apa pesona putraku sudah turun hingga membuat seorang gadis yang sudah dia nodai menghapus semuanya agar tidak bisa di lacak keberadaaannya?” tanya Papi Emran lagi sambil memijat kepalanya pusing memikirkan masalah yang menimpa putra tunggalnya itu. Putra yang sangat dia banggakan.


“Saya juga tidak tahu alasannya yang jelas kenapa dia menyuruh seseorang untuk menghapus rekaman CCTV itu tuan. Namun saya sudah bisa menyimpulkan sedikit kesimpulan bahwa dia bukan tidak menyukai putra anda hanya saja dia tidak menginginkan putra anda bertanggung jawab untuk kesalahan yang sudah mereka lakukan. Anda tahu sendiri dia adalah putri siapa dan kita mengenal gadis itu seperti apa.” Ucap Nugraha.


Papi Emran pun menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, “Sepertinya cerita yang beredar tentang gadis itu yang keras kepala memang benar-benar ada. Dia sangat keras kepala dan tidak tertebak. Aku harus mengakui bahwa dia sangat jenius dan tidak terpuruk dengan keadaannya. Dia baru saja kehilangan ayahnya lalu kehilangan kesuciannya dalam waktu kurang 24 jam. Tapi dia masih bisa memikirkan untuk menyingkirkan rekaman CCTV. Aku akui dia gadis yang hebat di usianya yang masih sangat muda. Dia memang pantas jadi menantuku.” ucap papi Emran.


“Apa anda akan menikahkan mereka tuan?” tanya Nugraha penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh tuannya itu.


“Menurutmu bagaimana?” tanya Papi Emran balik.


Nugraga menggeleng, “Saya tidak tahu tuan.” Jawab Nugraha.


“Kita tunggu putraku dulu. Aku ingin mendengarkan alasan apa yang akan dia berikan untuk kesalahannya ini. Aku ingin mendengarnya. Tapi satu hal yang pasti gadis itu sudah ku tandai sebagai menantuku. Kita harus melindunginya.” Ucap papi Emran tegas.

__ADS_1


__ADS_2