My Secret With CEO

My Secret With CEO
127


__ADS_3

"Kaak!"


Lila memanggil kakak nya saat menyadari bahwa kakak nya itu tidak mendengarkan apa yang dia bicarakan. Kakak nya itu melamun.


Luke pun segera menatap adik nya itu lalu tersenyum, "Apa yang kau bicarakan dek? Kakak tidak begitu mendengarkan tadi. Maaf!" ucap Luke.


Lila yang mendengarkan itu pun menghela nafas, "Kak, seperti nya kau banyak pikiran. Ayo katakan padaku apa yang kau pikirkan hingga kau tidak fokus seperti itu?" tanya Lila.


"Kakak gak memikirkan apapun dek. Percaya lah tidak ada yang mengganggu pikiran kakak." ucap Luke.


"Baiklah aku percaya. Jangan menyembunyikan apapun lagi dariku kak. Aku berhak tahu apapun tentangmu. Aku itu adalah orang yang posesif terhadap sesuatu. Jadi aku harap kau mengerti dengan hal itu." ucap Lila.


"Sayang ... Tidak perlu memikirkan hal itu. Lebih baik ayo fokus dulu dengan pengobatanmu. Untuk hak lain nya akan kita bahas nanti." ucap Melvin menyela karena dia tahu saat ini Luke pasti terbebani dengan ucapan istri nya itu terkait pernikahan yang seperti nya belum ada dalam rencana nya. Karena dia juga dalam usia seperti Luke juga memiliki pemikiran yang sama terkait menunda pernikahan.


Lila pun menurut dan mengangguk apa kata suami nya itu. Seperti nya dia mulai mengerti bahwa dia harus bisa menekan keinginan nya yang ingin orang lain selalu mengikuti ucapan nya. Dia harus mencoba menghilangkan perasaan seperti itu.

__ADS_1


Dokter James segera kembali ke ruangan perawatan itu setelah tadi keluar dari ruangan bersama para dokter lain nya. Dokter James segera mengganti kantung infus Lila yang sudah habis dengan yang baru.


"Dokter, apa setelah ini sudah selesai?" tanya Lila ulang.


Dokter James pun mengangguk, "Iya ... Nona." jawab dokter James.


"Terima kasih dokter." balas Lila.


Dokter James pun kembali mengangguk dan segera pamit keluar. Lila pun dengan di temani oleh dua pria kesayangan nya berada di ruangan itu menunggu sampai cairan infus Lila habis.


Sementara di belahan bumi yang berbeda kini anak kembali Lila dan Melvin itu baru saja kembali dari sekolah mereka dengan seorang bodyguard yang memang sudah di tugaskan untuk mereka.


"Dek, jangan lari-lari nanti jatuh." ucap Alex saat melihat Alexa yang langsung lari keluar begitu bodyguard mereka itu membukakan pintu mobil.


Alexa menghentikan langkah nya lalu menoleh dan tersenyum kepada kakak nya itu. Setelah itu dia kembali berlari kecil masuk.

__ADS_1


Alex yang melihat itu pun menghela nafas kasar, "Dasar bandel." ujar nya lalu setelah melangkah masuk ke dalam kediaman kakek dan nenek mereka itu.


Alex begitu masuk ke dalam rumah kembali di kaget kan dengan apa yang dia lihat, "Astaga dek. Ayo turun! Kenapa meminta di gendong kakek." ucap Alex segera mendekati kakek nya yang tengah menggendong Alexa.


"Dek, ayo turun. Kamu itu berat." ucap Alex.


"Kakak, aku ini tidak meminta di gendong tapi kakek sendiri yang mengendongku." bela Alexa.


"Tapi kamu juga menyukai nya?" tanya Alex.


Papi Emran pun tersenyum mendengar perdebatan kedua cucu nya itu, "Tidak masalah boy. Kakek memang yang menggendong nya. Kakek tidak merasa keberatan dan kakek juga suka menggendong nya." ucap Papi Emran mengelus kepala cucu laki-laki nya itu.


Alex yang mendengar itu pun menghela nafas kasar, "Ck ... Kakek itu sangat memanjakan nya sama seperti daddy." ucap Alex lalu segera duduk di sofa yang ada di sana dengan wajah sebal nya.


"Kaak ... Maaf!"

__ADS_1


__ADS_2