
"Ayah bagai mana mungkin kau mampu menahan segala penghinaan ini" batin Yu Ahli dengan memanas, ia sangat ingin jatuh pada emosi, namun hal ini sangat tak berguna, yang ia hadapi hanyalah sekelompok orang tua penggosip yang tak tau apa apa
"Ayah, aku akan membalaskan semuanya, aku akan memastikan jika mereka akan menyesal karena telah berani mencela mu" batinnya lagi, saat ini ia bahkan masih menunggang kuda dengan segala perasaan kesal, ayahnya adalah pejabat yang begitu setia, ia tak tergiur dengan kursi raja, jika ia benar ingin siapa yang dapat menghentikannya?, Siapa yang bisa mencegahnya?, Ia memiliki dukungan dari berbagai arah, ia memiliki relasi yang luas, melalui hal ini yu ahli bahkan dapat mengira jika kehancuran ini memiliki sangkut paut dengan istana, mahluk yang begitu kejam.
Di sisi lain seorang pria masih berdiri di depan jendela, menatap keheningan kediaman
"Yang mulia" Ucap Chan Li membungkukkan tubuhnya beberapa derajat sebagai sapaan hormat pada sang kaisar
"Apakah permaisuri sudah tiba di Xi'ang?" Ucap kaisar Wu dengan nada pelan, ia jelas tau kepergian Yu Ahli, namun ia memilih untuk diam dan hanya mengawasi dari kejauhan, bagai manapun yu ahli terlalu waspada, ia tak bisa mendekat walau sedikitpun
"Yang mulia permaisuri baru saja memasuki desa perbatasan yang mulia" Ucapnya lagi, beberapa lalu orangnya mengirimkan sular pertanda jika permaisuri memasuki Xi'ang, setelah menempuh satu hari perjalanan, dan yu ahli harus berkuda selama lima hari lagi untuk sampai ke kota kerajaan
"Baiklah, biarkan ia mendapatkan beberapa petunjuk" Ucap kaisar Wu lagi
"Mengapa anda tak langsung mengatasinya yang mulia, bukankah itu akan menjadi lebih mudah?, Dan permaisuri tak akan mengalami penderitaan di luar istana" Ucap Chan Li pelan, bukankah akan lebih baik di selesaikan dengan cepat, dengan begitu sang kaisar tak perlu merasa cemas dan kahwatir saat sang permaisuri sendirian di dunia nan luas ini
"Permaisuri tak menyukai itu, yang ia inginkan adalah proses, kau hanya perlu menjaga dan memberikan petunjuk kemana dan apa yang akan ia lakukan" jawab kaisar Wu pelan, ia harus menghormati keputusan sang permaisuri bagai manapun hal ini tak mudah, sebagai seorang anak, yu ahli jelas sangat berambisi membalaskan kematian ayahnya, kaisar Wu tak ingin membuat yu ahli merasa jika ia tak berguna, bahkan tak mampu untuk menyelidiki penyebab kematian sang ayah
__ADS_1
"Wanita memang sangat suka merepotkan diri" Ucap Chan Li menghela nafas pelan dan setelahnya bergerak meninggalkan kediaman, jika permaisuri tak keras kepala maka penjahat itu tentu saja dapat di atasi dengan mudah, namun?, Permaisuri bahkan tak Sudi menerima uluran tangan dari siapapun, ia akan melakukan proses balas dendam itu sendiri
"Ming Er?" Ucap Chan Li dengan nada lembut, ia baru saja meninggalkan paviliun kaisar namun bahkan ia sudah di pertemukan dengan Ming Ji yang duduk termenung di pinggir danau
"Ah" Ucap Ming Ji mengelap jejak air mata, nonanya sudah meninggalkan istana sedari pagi, dan saat ini ia bahkan tak tau bagai mana kabar sang nona, apakah sudah makan atau belum, apakah sudah sampai di kerajaan Xi'Ang atau belum,
"Apa yang kau lakukan Ming Er?" Ucap Chan Li mendudukkan diri di samping sang kekasih, Ming Ji menggelengkan kepalanya pelan,
"Tak ada yang bisa di lakukan, nona meninggalkan ku, dan nona sendirian di luaran sana, bahkan di alam liar sangat berbahaya, nona begitu bersikeras meninggalkan aku" Ucap Ming Ji dengan nada lirih, ia sudah menagis sedari tadi, dan untuk saat ini ia benar benar lelah
"Jangan seperti ini" bisik Chan Li dengan nada lembut, ia mengerti dengan jelas mengenai kesedihan sang kekasih, namun?, Ini hanya akan membuatnya merasa tak rela, tak rela meninggalkan Ming Ji untuk menjalani tugas dari kaisar, namun, meskipun begitu ia harus tetap memprioritaskan perintah atasannya
"Jangan bersedih, aku akan menjaga yang mulia permaisuri, dari itulah aku datang, untuk berpamitan, yang mulia kaisar memerintahkan ku untuk mengawasi permaisuri, dan aku harus meninggalkan mu lagi" Ucap Chan Li pelan, setelah hari ini ia harus mengawasi Yu Ahli di alam liar, dan ia tak dapat menemui kekasihnya dalam waktu yang bahkan tak dapat ia perkirakan
"Kau akan pergi?" Ucap Ming Ji memiringkan kepalanya
"Hm, aku bertugas untuk menjaga yang mulia, dan bagai mana mungkin yang mulia kaisar diam saat Permaisurinya sendirian di luar sana, jangan cemas, aku akan menjaga diriku baik baik dan tentu saja akan menjaga yang mulia dengan seluruh nyawa ku" Ucap Chan Li dengan nada lembut, mendengar perkataan sang kekasih Ming Ji mengguk pelan sembari tersenyum lebar, nonanya tak sendirian lagi, karena ada Chan Li yang menjaga, ia sangat yakin dengan kemampuan yang di miliki kekasihnya ini
__ADS_1
"Kau harus berjanji akan membawa nona kembali dengan selamat, Tampa cacat dan luka sedikit pun" Ucap Ming Ji dengan semangat
"Baiklah, aku berjanji, sekarang hapus air mata ku, Aiyoo, Ming Er ku yang cantik berwajah sembab karena terlalu sedih" Ucap Chan Li menggoda kekasih hatinya
"Kenapa?, Kau tak menyukai ku lagi jika aku berwajah sembab dan jelek?" Ucap Ming Ji dengan nada mengejek
"Tentu saja tidak"
"Kau" Ucap Ming Ji menunjuk Chan li dengan kesal, pria ini bisakah ia tak terlalu jujur, dengan kesal Ming Ji berdiri untuk segera meninggalkan pria menyebalkan ini, ia bahkan tak menyangka jika Chan Li menjawabnya dengan begitu ringan
"Ming Er, dengarkan dulu, aku bahkan belum menyelesaikannya" Ucap Chan Li menyusul Ming Ji yang sedang marah
"Aku tak ingin mendengarnya"
"Ming er, yang ingin ku katakan adalah, tentu saja tidak, aku akan tetap menyukai mu bagai manapun rupa mu"
"Kau pembohong, pergilah, aku tak ingin melihat mu"
__ADS_1
"Ming Er, kau tega membiarkan ku pergi dengan tak bahagia seperti ini?, Apakah kau tak ingin mengantar ku?, Apakah kau tak ingin melihat kepergian ku?, Setelah hari ini bahkan aku tak tau kapan bisa kembali" Ucap Chan Li masih terus mengekori Ming Ji
"Tidak, pergilah" Ucap Ming Ji dengan kesal