
Aula jamuan terlihat begitu ramai, beberapa wanita menari dengan anggun, bak kupu kupu yang melayang di udara, semua tersenyum gembira, sedangkan aku?, aku hanya menggembungkan pipiku kesal, acara yang sangat tak menyenangkan dan sangat membosankan, acara bakat generasi muda seperti ini sangat tak menarik, apa itu, menari?, hey menggelikan sekali, aku tak pandai dalam hal seperti itu, sangat tak landai, namun aku hanya bisa diam sembari menyantap makanan ku, makanan makanan ini bahkan lebih menarik dari pada para nona muda yang sibuk menari itu
Beberapa gadis telah maju dan menunjukan kemampuan mereka, di mata ku, mereka bahkan tak lebih hanya seorang wanita penghibur, yang menari dengan meliuk liuk seperti ular keket, jangan lewatkan pakaian yang kekurangan bahan itu, mereka ingin menampilkan bakat atau bersaing untuk menjadi ******, sangat memalukan, bukankah di masa ini manusia sangat menjunjung tinggi kesopanan, lalu?, apakah berliuk di atas panggung dengan baju yang kurang bahan itu sopan?, sebenarnya bagai mana konsep kesopanan di masa ini, lagi lagi hanya membuang nafas, kenapa aku harus repot memikirkan hal ini, bukan urusan ku, akan lebih baik aku duduk dengan nyaman sembari menyantap makanan ini, setidaknya makanan lezat ini dapat membuat ku kenyang dan puas
"Nona muda ini menyapa" Ucap Seorang gadis, yang entah sejak kapan berdiri di hadapan ku, aku mendongak menatapnya, ada apa Dangan gadis ini?, namun aku bahkan masih tetap diam dan hanya menjergit namun segera kembali fokus pada makanan ku, aku tak perduli toh tidak ada hal yang lebih penting dari makanan, lagi pula sekilas aku juga sudah dapat melihat, jika ia hanya teratai putih yang kekurangan simpati, manusia spesies ini adalah manusia selalu haus akan pujian, yang selalu menyukai kehormatan, bersikap sok murah hati di depan umum namun pada kenyataanya tak lebih dari manusia angkuh yang keras kepala
"Jika tak salah mengenal, di sana sudah ada mutiara keluarga Yu, nona muda ke empat yang begitu terkenal, selama ini nona muda terlihat cukup sibuk hinga tak dapat menghadiri setiap perayaan, akan jadi suatu kehormatan jika nona muda menghibur kami di sini" Ucap si gadis dengan nada begitu lembut, aku tersenyum kecil sembari meletakan sumpit ku
"Sayang sekali nona muda Li, nona muda ini bukan salah satu dari wanita penghibur, nona muda ini tak berminat dalam hal seperti ini, menyesal sekali" Ucap ku menunjukan senyum terbaik ku, siapa suruh mengusik ku, aku dari tadi diam sambil makan tidak menganggu siapapun, namun ia datang dan menggangu acara makan ku, karena dia menggangu maka jangan salahkan aku jika menyeretnya dalam masalah
"Bukankah anda terlalu kasar nona?, kita hanya mengadakan pertunjukan bakat, dan ini sudah menjadi adat kerajaan Xio wan ini" Ucapnya dengan nada tertindas, mengiring opini buruk pada publik seolah aku sudah menjahati nya, semua orang dapat melihat dengan jelas, ia yang datang pada ku, namun bahkan mata semua orang terlalu buta hingga bisik bisik mencela itu terdengar di telinga ku
__ADS_1
"Menyesal sekali, karena nona muda bukan salah satu bangsawan dari kerajaan ini, dan yah saya rasa seluruh Kekaisaran tau jika saya bukanlah salah satu di antara bangsawan berbakat, huh sangat di sayangkan bukan" Ucap ku menggeleng pelan, seakan menyesal hingga tulang, padahal aku sangat ingin tertawa, tak menyangka jika dengan rumor buruk ku selama ini, masih ada saja orang yang ingin mencoba
"Anda menunjukan ketidak mampuan anda secara terang terangan, bukankah ini akan mencoreng nama baik keluar..."
"Anda memancing kemarahan nona muda ini, apa anda tak mendengar segala rumor tentang nona muda ini?, anda bisa saja dalam masalah besar, dan asal anda tau, dengan segala ketidak mampuan nona muda ini, keluarga Yu akan tetap dan selalu menyangi nona muda ini, nona muda ini mengerti kehidupan kita berbeda, nona muda ini dapat memahami hal itu, jika anda tak memiliki kemampuan maka anda tak akan di anggap, di asingkan dan di kucil kan, bukankah itu sedikit menyediakan" Ucap ku menaikan alis, hey aku akan tetap menjadi kesayangan meski tak memiliki kemampuan, berbeda dengan diri mu yang akan di buang jika tak memiliki kemampuan, dasar gadis menyebalkan, aku sudah mendapatkan begitu banyak rumor buruk, mengapa masih ada saja yang berani mengusik kehidupan ku
"Nona ini yakin jika rumor hanyalah sebuah rumor" Ucapnya masih menunjukan senyum lembut, namun aku dapat melihat jika tanganya yang mengepal erat tanganya di balik lengan baju, menyembunyikan segala emosinya dengan senyuman yang sangat lembut
"Memberi salam pada yang mulia raja dan permaisuri, selamat ulang tahun dan semoga kebahagiaan selalu menyertai Anda, jujur saja nona muda ini tak begitu pandai menari, namun nona Li terlihat sangat mekasa, demi menjaga wajah ayah, nona muda ini akan mempersembahkan tarian pedang" Ucap ku pelan, Ming ji datang membawakan sebuah pedang, aku sedikit gugup, aku bahkan tak pernah menari, ah anggap saja ini sebagai latihan
Aku memainkan pedang ku sesuai keinginan hati, setelah beberapa saat aku selesai, terdengar tepuk tangan yang begitu ramai untuk ku, tak ada pula yang mengagumi ku, yah memang pada kenyataanya aku memang sangat mengagumkan
__ADS_1
"Wow tak menyangka, nona muda yu sangat hebat"
"Ia sangat cantik, menari dengan pedang seperti dewi perang"
"Gerakan nya sangat halus namun mematikan"
"Gerakanya begitu indah, seperti kupu-kupu, gerakan gemulai namun mematiakan"
Setidaknya seperti itulah bisik bisik yang ku dengar dari berbagai kalangan namun aku tak bisa memaksa jika masih ada yang menatap ku sinis aku tak perduli, lagi pula aku hanya mempertahankan wajah ayah ku, enak saja ingin menindas keluarga Yu, kau hanya putri selir yang sedikit beruntung, bagai mana bisa menyinggung ku
"Kau sangat mengagumkan" Ucap nona Yan berbisik pelan, aku hanya memutar mataku malas, aku beralih menatap kakak pertama ku, ia sedang tersenyum pada ku, aku membalasnya dengan sang hati
__ADS_1
"Bibi sangar hebat, kelak ajarkan Qing er bermain pedang, sangat keren" Ucap Qing Wa dengan penuh semangat, aku hanya mengguk sebagai balasan dan setelahnya acara di lanjutkan tampa ada pengganggu, nona Li pun sudah terlihat pucat, aku sangat ingin menertawainya, namun aku harus bersikap anggun