
Aku menghela nafas pelan, acara ini sedikit membosankan, bahkan acara belum di mulai, tapi aku sudah hampir mati kebosanan, cukup banyak para nona bangsawan yang datang hanya untuk sekedar menjilat pada ku, tapi aku sama sekali tak berminat, semua adalah rubah yang menyebalkan, aku tak berminat menjalin sebuah hubungan, baik itu pertemanan atau hal lainya, aku bahkan tak ingin terlibat apapun, mereka semua hanya akan membuat ku repot
"Ming ji, kapan acara ini akan di mulai, aku bisa mati kebosanan jika begini" Ucap ku pelan, sebenarnya dalam acara seperti ini Ming Ji tak di izinkan untuk masuk dan melihat pesta ini, bagai manapun ini adalah perayaan resmi, yang di hadiri oleh orang orang penting dan hanya bisa di lihat oleh pelayan pelayan, namun siapa yang bisa menolak ke inginku?, kakak pertama sangat menyayangi ku, dan raja Xiou Wan sangat mencintai kakak, dan aku dengan mudah membujuk kakak pertama agar memohon pada suaminya untuk mengizinkan Ming ji masuk, aku hanya perlu mengatakan beberapa hal dan semua yang ku inginkan akan segera terkabul tapa pengajuan syarat
"Sebentar lagi nona, apa anda ingin camilan lain?, dan kenapa nona tak ingin bercengkrama dengan nona muda sebaya?" Ucap Ming ji pelan
"Tidak, mereka sangat memuakkan dan membosankan, ah sudah lah lupakan saja para rubah itu, sekarang mari temani ku keluar, aku merasa sedikit lelah jika duduk terlalu lama seperti ini" Ucap ku berdiri dari duduk dan meninggalkan aula jamun, semua menatap ku dengan aneh, hey aku tak sedang menarik perhatian, berhentilah menatap ku seakan aku adalah mahluk yang paling berbahaya
"Bawakan aku beberapa camilan dan teh hangat, aku akan menunggu mu di gazebo sana" Ucap ku pelan, Ming ji mengguk patuh dan ke dapur untuk mengambilkan cemilan untuk menemaniku menghabiskan waktu
"Nona, acara akan di mulai, mengapa Anda keluar" Ucap Bao Zi pelan, tentu saja setelah membungkukkan tubuhnya sebagai salam pertemuan pada sang tuan
"Aku sudah menunggu selama berjam jam, tapi acara masih belum di mulai, aku lelah," Ucap ku menggembungkan pipiku kesal, aku sudah duduk di sana sejak tadi, pinggang ku bahkan sudah keram namun acara tak kunjung di mulai, jadi jangan salahkan aku yang pergi meninggalkan pesta
"Hay Bou Zi, apa yang kau dapatkan?" Ucapku sembari mendudukkan diri di kursi kayu yang telah di siapkan
"Nona kedua merencanakan untuk merusak reputasi anda" Ucap Bao Zi yang membuat ku terkekeh pelan, sudah ku duga, mereka tak akan melepaskan ku dengan muda, terlebih karena aku menyinggung perasaanya waktu lalu, dan kali ini mari melihat rencana apa yang di buat oleh jie ke tiga ku untuk membalas ketidak ramahanku tempo hari
"Reputasi apa yang ku miliki?, reputasi ku sudah buruk sejak lama, bahkan aku sendiri lupa saat terakhir kali memilikinya" Ucap ku menyesap teh yang baru di sediakan, teh hangat yang menemani malam hari yang melalahkan
"Saya berharap nona berhati hati, saudara anda memiliki hati yang busuk, jika anda lengah maka akan membuat anda kesulitan" Ucap Bao Zi,
__ADS_1
"itulah gunanya kau dan Xio Bai, kalian pikir aku mau menjadi seperti ini?, jika bisa aku juga lebih suka menjadi anak baik baik yang tak perlu sibuk membereskan masalah" Ucap ku dengan nada kesal, aku juga tak menginginkan stuasi ini, namun Yu Ahli meninggalkannya, anggap saja sebagai konvensasi karena aku telah menghuni dan menempati tubuh ini
"Stt, jangan katakan apapun, saudara ku berjalan mendekat" Ucap ku yang hanya di balas dengan anggukan pelan dari Bao Zi, ia melangkah mundur beberapa langkah, setelahnya membungkukkan tubuhnya beberapa derajat dan segera meninggalkan ku, aku membenahi duduk ku dan langsung saja memajang senyuman selebar mungkin
"Xiang er, apa yang kau lakukan di luar?" Ucap seorang pria yang sudah berdiri di hadapan ku, aku tersenyum lebar dan langsung menghambur ke pelukannya,
"Akhirnya gege kembali, Xiang er sangat merindukan Gege, Gege pergi begitu cepat Tampa membiarkan Xiang Er melepas rindu" Ucapnku masih memeluknya dengan erat, aku merindukannya, ia selalu datang dan pergi dalam sekejap
"Gege juga sangat merindukan Xiang er, hm udara semakin dingin bagai mana jika kita masuk, acara akan di mulai tak lama lagi" Ucapnya, sembari membuka jubahnya dan memakainya ke tubuh ku, aku tentu saja hanya perlu menurut,
"Kapan Gege datang, mengapa tidak langsung menemui Xiang Er?" Ucap ku dengan nada merajuk, ia sudah datang tapi tak datang menemui ku,
"Ge, rambut Xiang er rusak, apakah gege tau?, Xiang Er menghabisi banyak waktu untuk membuatnya" Ucapku sembari membenahi rambut ku
"Aiyoo, adik kecil ini, jangan merajuk, biar Gege bantu berbenah" Ucapnya sembari merapikan rambut ku
"Xiang Er tidak akan merajuk tapi di mana hadiah untuk Xiang Er, Gege pergi terlalu lama tentu saja harus membayar konvensasi"
"Gadis licik ini"
"Xiang Er tidak licik ge, Xiang Er adalah gadis cantik dan cerdas"
__ADS_1
"Baiklah baiklah, Xiang Er adalah gadis yang paling cantik dan cerdas, Gege sudah menyiapkan hadiah yang banyak untuk Xiang Er"
"benarkan?, lalu di mana?, segera berikan Xiang Er ingin melihat"
"Gege akan meminta pelayan mengantarkannya nanti, sekarang masuk ke aula"
"Kau memang yang terbaik Gege" Ucapku kembali memeluknya dengan senyuman lebar
"Tentu saja, apapun untuk adik kecil kesayangan Gege ini"
"Ge"
"hm"
"Apakah menjadi jendral besar kekaisaran capek?, apakah membosankan?"
"Bekerja memang capek, terlebih mengabdi pada kekaisaran, sedikit merepotkan dan memusingkan" Ucapnya terus melangkah, kami masih memiliki tujuan yang sama, yaitu aula jamuan, karena sebentar lagi acara ulang tahun kakak perempuan ku akan di mulai
"Kenapa Gege tidak menjadi jendral di kerajaan Xi Ang saja, dengan begitu Gege bisa kembali ke rumah kapan saja" Ucap ku penasaran, toh ayah ku juga seorang pejabat yang di segani, menjadi seorang jendral di kerajaan Xi Ang ini jelas tak akan sulit bukan?, lalu kenapa dia malah memilih untuk mengabdi pada kekaisaran, yang merupakan tanah yang sebelumnya menjajah negara mereka
"Menjadi jendral kekaisaran tak terlalu buruk, buktinya saat ini Gege bisa menemani Xiang Er masuk ke aula" Ucap kakak laki laki ku dengan lembut, sedangkan aku hanya bisa mengembangkan pipiku, aku tak bisa melayangkan protes saat ini, bagai manapun saat ini kami sudah masuk ke dalam aula dan itu berarti aku harus menjaga sikap, demi ayah ku, demi menjaga kehormatan kedua laki laki hebat yang sangat ku cintai, siapa lagi jika bukan ayah dan saudara laki laki ki
__ADS_1