
Author vof
Seorang pria masih duduk diam di balik meja kerjanya, masalah selalu datang tanpa henti membuatnya harus bekerja keras, sebagai seorang pemimpin ia tentu harus memikirkan segala kemungkinan, ia tak mungkin mengorbankan warga sipil yang tak bersalah, masalah pemberontakan selalu membuatnya merasa kesal, para pemberontak sialan itu bahkan mengikut sertakan warga sipil dalam misinya, sangat menganggu dan sangat meresahkan, saat ini bahkan pikirannya bercabang, ia masih penasaran siapakah pemuda yang bersama gadisnya, pemuda mana yang bernyali besar berani mengusik miliknya, berani bersaing dengan dirinya, dan apa itu?, mereka terlihat begitu dekat, sangat intim?, ia menghela nafas dengan kesal, melempar gulungan ke sembarang arah, bekerja seperti ini sangat melelahkan, ia baru menyadari hal ini, selama lima tahun kepemimpinan semua berjalan dengan baik tampa kendala, hingga gadis kecil itu datang merusak hari hari tenangnya, menghancurkan segala ketenaganya dan mulai membuatnya merasakan sebuah perasaan yang di sebut resah, bukan karena di tempeli tapi ia merasa gelisah saat sang gadis kecil itu tidak berada dalam pengawalannya, mereka memang baru beberapa kali berjumpa, namun sifat unik itu membuat sang pria merasa tertarik, membuatnya benar-benar merasa kacau
__ADS_1
"Yang mulia" Seorang pria menggunkan jubah hitam membungkukan tubuhnya di hadapan si pria yang duduk di seberang meja sana
"Apakah sudah selesai?" Ucapnya dengan nada dingin, ia menghela nafas pelan dan bergerak menuju jendela meraih pedang yang selalu ia gunakan saat peperangan,
__ADS_1
"Permasuri menghilang, hamba tidak kompeten mohon memberi hukuman" Ucap Chan Li membungkuk dengan patuh, seperti biasa ia akan mendapatkan hukuman, ia sudah dapat menjamin itu, tuanya bukanlah orang yang berbaik hati dan mengabaikan masalah ini, (Kita kasih nama aja ya, buat pengawal si pria misterius, lia bingung mau ngetik kalo ngak pake nama)
"Cari sampai ketemu, jika tidak kau akan ku kembalikan ke Qisan" Ucap sang pria, Qisan adalah ancaman yang sangat menakutkan bagi Chan Li, di tempat itu tak ada peradaban manusia, Qisan di kenal dengan desa mati danĀ sangat mengerikan pastinya
__ADS_1
"Mematuhi yang mulia" Ucap Chan Li beranjak meninggalkan si pria, Chan Li menghela nafas dengan lega, hari ini sepertinya dewa keberuntungan sedang memihaknya, hingga nyawanya sampai detik ini masih berada di raganya
"Sungguh pekerjaan yang sangat merepotkan, oh permasuri kemana kau pergi, mengapa kau selalu saja menghilang, dan membuat ku berada dalam ambang masalah paling besar" keluh Chan Li menghela nafas, menjadi penjaga bayangan mungkin bukan pekerjaan yang aneh untuk Chan Li, ia biasa melakukan ini untuk mengawasi para pemberontak, tapi kali ini berbeda, yang di jaganya adalah seorang gadis liar yang selalu menghilang dalam sekejap
__ADS_1