Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
lelucon keluarga istana Xi ang


__ADS_3

Kening ku mengerut saat mendapat kabar mengejutkan ini, semalam aku baru saja kembali dari bermain, dan di pagi harinya bahkan aku langsung mendapatkan undangan masuk ke istana, mengapa?, mengapa aku sampai di panggil ke istana?, seingat dan sepengetahuan aku tak melakukan kesalahan apapun, aku juga tak melakukan kejahatan apapun, tak ada perayaan ataupun festival yang membuat ku harus mengunjungi istana, lagi pula istana kerajaan tak mudah untuk di masuki di hari biasa seperti ini, tapi kenapa?, kenapa tak ada angin tak ada hujan aku di panggil memasuki istana, sangat mencurigakan


"Jie" Sapa seorang bocah sepuluh tahun yang membuat aku mengalihkan tatapan ku dari surat perintah itu


"Ah adik ke lima, ada apa mengunjungi ku?" Ucap ku pada bocah yang saat ini berdiri tak jauh dari ku


"Akhir akhir ini kau sering sibuk jie, dan ku dengar kau akan ke istana, bisakah aku ikut dengan mu?" Ucap si bocah, dia adalah Yu Yang Li adik ke lima ku, adik bungsu dari selir yang, setelah acara kejar mengejar dengan anjing beberapa waktu lalu ia semakin sering mengunjungi ku, aku tentu saja tak bisa mengusirnya, aku tau bagai mana rasanya hidup sendirian dan di acuhkan, bagai mana pun aku telah menempuh kehidupan yang sulit di masa lalu, aku sangat tau bagai mana rasanya kehilangan kasih sayang di usia muda


"Apakah adik sangat ingin?, bukankah kah harus belajar?"


"Jie aku bisa membujuk guru Lin, hanya saja aku mohon bantu aku berbicara dengan ayah, seumur hidup hanya sekali aku memasuki istana, biarkan aku menemani mu jie, yah" Ucapnya membungkuk


"Hm sepertinya kau sangat ingin, baik lah siapkan diri mu adik, besok kita akan masuk ke istana, kau harus belajar dengan baik hari ini agar guru Lin bisa memberimu libur" Ucap ku mengelus pucuk kepala adik ke lima ku, yah walaupun keadaan kediaman sedang ramai oleh persiapan pernikahan kakak kedua, namun perintah kerajaan tak bisa di tolak, ini jelas sebuah surat perintah, buka  undangan.


"Baik lah, aku pergi, jaga kesehatan mu jie, aku pamit" Ucap Yang Li menekuk lututnya dan segera meninggalkan halaman ku, aku menghela nafas pelan, masuk ke istana?


"Ming ji" Ucap ku pelan, Ming Ji yang berada di taman perlahan mendekati ku, aku baru saja menyuruhnya menangkap kupu kupu yang bermain di taman bunga yang indah, dan pada kenyataan tentu saja aku hanya ingin membuatnya berlari kelelahan dan tidur, dengan begitu aku bisa kabur dari kediaman dengan mudah.


Mentari pagi kembali menyapa waktu berjalan begitu cepat, dua hari sudah berlalu dan saat ini kereta sudah memasuki gerbang istana, aku hanya menghela nafas pelan, sebenarnya aku sangat malas,malas berurusan dengan yang namanya istana,aku suka menjadi putri bangsawan tak berminat untuk menjadi keluarga kerajaan yang penuh dengan konflik itu


"Woah, sangat indah" Ucap gadis kecil di samping ku, dia adalah adik ke lima ku yang memaksa untuk ikut, dan aku membawanya, lagi pula masuk ke istana bukan hal yang bisa di lakukan kapan pun kau mau,

__ADS_1


"Adik apakah kau hanya ingin menikmati taman?, tak ingin menyapa raja dan ratu di aula?, mereka pasti telah menunggu" Ucap ku pelan, surat perintah itu tentu saja di Kirim oleh raja dan aku tak ingin membuat makanan ku menunggu lama


"Hm, baik lah jie" Ucapnya berjalan mengikuti langkah ku menuju aula pertemuan


"Memberi hormat pada mentari kerajaan, semoga di berkahi umur yang panjang dan kebahagiaan yang tak terputus" Ucap Ku pelan, sang raja menunjukan senyumnya dan mempersilahkan ku untuk duduk


"Bagai mana keadaan mu nona Yu, ku dengar ku jatuh sakit" Ucap permaisuri pelan


"Menjawab yang mulia, keadaan saya jauh lebih baik dari sebelumnya"


"Syukurlah jika begitu" aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil, sebagai penghormatan


"Tak menyangka jika yang mulia sangat memperhatikan saya, sejak muda saya sudah terbiasa dengan segala rumor, dan saya tak mempermasalahkan tentang rumor yang beredar" Ucap ku ringan, sepertinya raja licik ini memiliki niat lain pada ku, aku merasa sedikit terusik dengan tatapan itu


"Bagai mana dengan putra mahkota, rumor itu pasti akan mengganggunya" Ucap si raja lagi, aku mengangguk faham, setelah tak berhasil membuat ku dengan pangeran ke empat, raja picik ini tak melepaskan ku dengan mudah ternyata, baik lah, aku bukan orang yang akan goyah dengan gertakan kecil seperti ini, mari bungkam raja picik ini, aku tak akan membiarkan diri ku ditindas oleh siapapun


"Yang mulia paling mengetahui bagai mana putra mahkota, dan saya rasa putra mahkota tak akan mempermasalahkannya"


"Bagai mana bisa Anda berfikiran seperti itu nona"


"Yang mulia, melakukan kesalahan atau tidak, pada dasarnya kehidupan seorang bangsawan memang selalu di temani rumor entah itu baik ataupun buruk, dan saya pikir putra mahkota tak mempermasalahkan rumor kecil ini"

__ADS_1


"Rumor kecil?" suara itu terdengar begitu sinis, aku beralih melihat si pemilik suara, ternyata berada di barisan para selir, baiklah, mengapa selir rendahan ini tiba tiba menyahut, bukankah sangat menyalahi aturan?, ah biarkan saja, mereka hanya semut kecil di mata ku, berani berurusan dengan ku maka harus berani jatuh.


"Bukankah anda sudah sangat meremehkan kerajaan ini nona?, dengan kedudukan anda, anda menganggap jika anda adalah orang yang sangat berharga, bahkan melupakan kedudukan Seorang raja, anda sudah mempermalukan yang mulia dan putra mahkota"


"Yah, selir, anda sangat fasih, ada begitu banyak rumor yang beredar, saya tak yakin jika anda tak mendengar rumor mengenai saya yang sempat menghangat, di akui atau tidak, kenyataanya nona muda ini memang harta berharga, yang tak mudah di gertak oleh orang kecil ataupun terhormat, nona muda ini memang sangat beruntung memiliki orang orang hebat yang sangat menyayangi nona muda ini"


Sang Raja berdehem pelan, aku beralih menatapnya dalam diam, tentu saja aku tak gentar, siapa yang berani menyentuh ku?, bahkan mereka tak akan bisa lepas dari keluarga Yu, dan yah utuk pertama kalinya aku mengandalkan kedudukan yang di miliki kaisar gila itu, siapa yang berani mengusik seorang calon permaisuri Kekaisaran  kuat seperti Kekaisaran yang di pimpin oleh KAISAR WU LIANG


"Nona Yu, ku dengar kediaman Yu memiliki kesatria yang sangat hebat, permaisuri ini sudah memanggil Jendral Fu sebelumnya, dan Jendral Fu mengatakan  jika tak bisa mengambil keputusan tampa membicarakannya pada nona, permaisuri ini berharap jika kau mengizinkan  putra mahkota di latih oleh Jendral mu" Ucap permaisuri pelan, aku tersenyum, ternyata hanya untuk ini, mengapa harus repot repot membicarakan sebuah rumor, permaisuri memang lebih bijak sana dari pada raja, lihat lah, ia menempatkan putra mahkota di sisi ku, untuk menghabiskan waktu bersama dan menjadi lebih akrab, benar benar picik, tapi aku tak mempermasalahkannya, aku juga menyukai putra mahkota, tak masalah jika ia berada di sisi ku


"Mematuhi perintah anda adalah kewajiban bagi saya yang mulia, saya akan meminta Jendral Fu segera ke istana"


"Ku rasa itu tidak perlu nona Yu, biarkan putra mahkota menempuh pendidikannya di kediaman mentri, apakah anda keberatan"


"Tentu saja tidak yang mulia, melayani putra mahkota adalah suatu kehormatan bagi keluarga Yu kami" Ucapku tersenyum pelan, permaisuri benar-benar nekat, pertemuan hari ini sudah berakhir aku segera menaiki kereta dan segera kembali ke kediaman yu


"Jie, putra mahkota?, apakah tidak akan merepotkan mu?, dan membuat keluarga kita repot"


"Mei mei tak perlu cemas, jie akan mengatasi ini"


Pertemuan berakhir dengan keputusan bahwa putra mahkota akan di tempatkan di kediaman Yu, baik lah, tak masalah lagi pula putra mahkota tak akan melakukan cara licik untuk mengelabuhi ku, yah semoga saja

__ADS_1


__ADS_2