Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Bayi besar


__ADS_3

Mentari pagi sudah kembali menyapa, Yu Ahli mengeliat pelan dalam tidurnya, ia merasakan, merasakan ada yang sedang memeluknya, dengan sedikit ragu yu ahli membuka matanya, dan hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah menenangkan kaisar Wu yang sedang terlihat,


Yu Ahli terdiam sejenak, sudah cukup lama ia tak melihat wajah ini, dan, yah ia merasa merindu, di masa lalu ia selalu kesal dan berharap agar kaisar tak menujukan diri, namun?, Setelah lama berpisah ia bahkan menjadi sangat merindu, tangan kecil itu terulur untuk menyentuh wajah sang kaisar


"Kau sudah bangun permaisuri" Suara itu membuat Yu Ahli menarik kembali tangannya, ia sangat malu karena tercyduk menatap wajah sang kaisar dengan penuh.. ah cinta, saat ini ia hanya ingin menenggelamkan dirinya ke rawa rawa agar tak terlihat, ini benar benar memalukan


Kaisar Wu tersenyum lembut sembari menatap Yu Ahli yang langsung menenggelamkan tubuhnya di dalam selimut, permaisurinya?, Tadi?, Apakah ia tak salah lihat?, Ia di tatap dengan penuh kerinduan, ia di tatap dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang


"Permaisuri, jangan bersembunyi di sana" Ucap kaisar Wu dengan nada pelan sembari membuka selimut, dan di sambut dengan Yu Ahli tertunduk dan begitu pucat


"Permaisuri?"


"Mengapa kau kembali?, Mengapa kau datang?, Hah, seharusnya kau tak perlu kembali kesehatan mu sedang di pertaruhkan" Ucap Yu Ahli menatap kaisar dengan tatapan tajam,


Sebelumnya ia tau jika kaisar sedang menjalani masa pengobatan, dan Chan Li bahkan mengatakan jika proses ini sangatlah penting dan memakan waktu cukup lama, ia merasa cemas, jika sang kaisar memaksakan diri seperti ini maka segala upaya yang telah di lakukan selama ini akan berakhir sia sia.


"Zen bersalah, maafkan Zen" Ucap kaisar Wu dengan nada nan begitu lembut, ia bahagia, tentu saja, permaisuri bukan hanya membuka suara, ia juga bahagia melihat segala perhatian permaisuri padanya, ia sangat bahagia saat melihat wajah cemas takut takut jika pengobatan itu tak berhasil,


"Sekarang Zen sudah berasa di sini, Zen akan melindungi mu" Ucap kaisar Wu memeluk Yu Ahli dengan erat, dan Yu Ahli hanya diam sembari menikmati kehangatan itu,


Ia sudah menjadi mahluk yang tak tenang selama beberapa waktu terakhir, rasa sesal, rasa dendam dan rasa cemas menjadi satu, dan alhasil ia hanya bisa menujukan wajah putih pucat untuk mengelabuhi orang orang, selama beberapa waktu ini pun ia sudah berusaha menyelidiki penyebab terjadinya kehancuran ini


"Xiang Er" Suara nan penuh semangat itu langsung menerobos pintu, dan bahkan langsung masuk ke kamar membuat dua orang yang sedang berbagi kehangatan itu sedikit terkejut, saat sampai yu Ming Li bahkan langsung di sambut dengan pemandangan ini, ia ingin berbalik, namun raja Xio Wan menariknya dalam sebuah pelukan nan tak kalah hangatnya


"Ah, jie" Ucap Yu Ahli dengan sedikit terkejut, ia menatap kaisar Wu dengan tatapan tajam, kaisar Wu hanya menujukan senyum konyol dan dengan enggan melepaskan pelukan itu

__ADS_1


"Paman, jangan melihat tubuh permaisuri ku seperti itu" Ucap kaisar Wu yang bahkan membuat raja Xio Wan terbatuk dengan konyol


"Yang mulia" Ucap Yu Ming Li menengadah menatap wajah raja Xio wan dengan tatapan selidik


"Permaisuri, mari kita tunggu di luar" Ucap raja Xio membawa istrinya keluar dari kamar, meninggalkan sepasang kekasih yang tampa sengaja mereka ganggu


"Aku akan membantu mu berpakaian" Ucap kaisar Wu yang hanya di balas dengan gelengan pelan oleh Yu Ahli,


"Kau diam lagi?, Jika kau diam maka jangan salahkan Zen jika memeluk mu sampai malam"


"Jangan konyol, minta Ming Ji menyiapkan air untuk ku" Ucap Yu Ahli dengan nada memerintah, hal itu jelas membuat senyuman indah kembali terukir di wajah tampan kaisar Wu


"Baiklah, permaisuri ku yang cantik" Ucap kaisar Wu dan setelahnya perlahan bangkit dari ranjang, permaisurinya butuh mandi dan mengganti pakaian, ia jelas tak bisa menggangu.


"Yang mulia" Ucap ketiganya bersamaan,


"Tak perlu sungkan" Ucap kaisar Wu lagi dan segera duduk di kursi yang kosong


"Bagai mana keadaan mu hari ini Xiang Er" Ucap yu Ming Li dengan nada pelan, terakhir kali ia melihat jika saudaranya masih begitu terpuruk dalam kesedihan, namun hari ini?, Sudah menjadi jauh lebih baik, sebagai seorang kakak ia jelas merasa bahagia


"Sudah jauh lebih baik, Gege, kau akan kemana?, Mengapa memakai pakaian itu" Ucap Yu Ahli dengan nada tanya, bagai mana tidak, beberapa waktu ini gegenya bahkan hanya menggunakan pakaian biasa, namun kali ini?, Ada apa?, Mengapa ia menggunakan pakaian jendral itu?,


"Gege harus kembali ke perbatasan, beberapa kekacauan terjadi di sana" Ucap tuan muda Yu dengan nada pelan,


Sebenarnya ia sangat ingin tinggal begitu lama di sisi kedua saudaranya, hanya saja?, Hanya saja ia tak bisa egois, ada beribu nyawa manusia yang harus ia selamatkan, ada begitu banyak senyuman anak kecil yang harus ia pertahankan, sebagai seorang pejuang ia tak bisa egois

__ADS_1


"Gege akan meninggalkan ku lagi?" Ucap Yu Ahli meletakan sumpitnya,


Saudara laki lakinya baru saja kembali beberapa waktu lalu, dan saat ini?, Bahkan sudah berencana untuk kembali meninggalkannya, sebagai adik yang akan di tinggalkan ia jelas merasa sedih, terlebih nyawa di Medan perang hanyalah seperti tumpukan kapas yang bahkan tak berguna dan tak berharga


"Setelah selesai gege akan kembali, berjanji lah untuk tak terus menerus terpuruk, ayah tak mengharapkan putri kecilnya ini bersedih sepanjang waktu" Ucap tuan muda Yu sembari mengelus sayang pucuk kepala saudaranya,


Adik kecilnya perlahan sudah tumbuh menjadi dewasa, sudah tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang bahkan begitu beruntung mendapatkan cinta dari seorang kaisar Wu, untuk beberapa alasan ini ia bisa menjadi lebih tenang,


"Gege, Xiang Er pasti akan merindukan Gege" Ucap Yu Ahli memeluk saudaranya, sedangkan Yu Ming Li hanya menujukan senyuman indahnya


"Baiklah, sekarang mari makan, saat makanan dingin maka mereka akan sangat tidak enak" Ucap yu Ming Li dengan nada lembut,


"Makanlah lebih banyak, Xiang Er kehilangan berat badan beberapa waktu ini" Ucap yu Ming Li memasukan potongan daging ke dalam mangkuk sang adik kecil


"Xiang Er juga harus makan sayur agar tumbuh tinggi" memasukan sayur kedalam mangkuk sang adik kecil


"Gege, Xiang Er bukan anak kecil lagi, dan lagi Xiang Er juga sudah cukup tinggi" Ucap Yu Ahli tak terima, ia di bilang kurus, ia juga di ejek karena tidak tinggi


"Selamanya Xiang Er akan menjadi bayi besar kesayangan jie jie dan Gege, bukankah begitu jie?" Ucap tuan muda Yu dengan pelan


"Tentu saja"


"Tapi jika Xiang Er memiliki bayi berarti Xiang Er bukan bayi lagi" Ucap Yu Ahli dengan nada polos, jika ia berhasil memiliki bayi maka ia tak bisa di panggil bayi lagi, karena?, Tentu saja tahta itu sudah di turunkan pada bayi kecil itu


"Itu tergantung pada usaha mu" Ucap Yu Ming Li, dan setelahnya tawa pun pecah

__ADS_1


__ADS_2