Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Suadara surga


__ADS_3

Setelah selesai berkemas Yu Ahli melangkah dengan anggun ke sebuah gazebo tempat dua orang pria beda usia menunggu menanti kedatanganya


"Dua mahluk astral dalam satu ruangan, pasti akan menguras tenaga" guman Yu Ahli dengan putus asa dan setelahnya menghela nafas pelan, dan dengan tenang ia melangkah dengan malas menuju gazebo, tempat kedua mahluk astral itu menunggu


"Apakah aku membuat kalian menunggu?" Ucap Yu Ahli pelan sembari mendudukkan diri di balik meja yang sama dengan keduanya,


"Apa yang sedang kalian lihat?, kapan acara makan akan dimulai?, perut ku sudah sedari tadi mendemo, perutku tak bisa kenyang jika hanya melihat wajah celengo kalian" Ucap Yu Ahli menghela nafas jengah, kedua pria berbeda usia berprilaku layaknya bocah dua tahun yang menyebalkan


"Jie?, makanan ini sangat lezat jika sambil melihat mu" Ucap sang putra mahkota menunjukan senyum lebarnya, tak lupa memasukan makanan ke dalam mulutnya, pipi kecil itu perlahan menggembung, naik dan turun pertanda si pemilik sedang mengunyah makanan yang baru saja masuk ke dalam mulutnya, ia akui Wajah putra mahkota memang sangat imut, namun begitu menggoda untuk di tampol, namun ia jelas tak biasa bertindak sembrono, dari itu dengan sekuat tenaga menekan nafsu memukulnya

__ADS_1


"Putra mahkota mohon jaga batasan anda" Ucap Yu Ahli pelan, ia merasa sedikit muak dengan si pangeran yang selalu menempelinya, terlebih dalam keadaan ini, benar benar tidak nyaman, ia fikir ia hanya perlu menghadapi kaisar bodoh itu, namun nyatanya?, si iblis kecil menyebalkan ini datang tak di undang, hari hari berat memang akan menemaninya, huh, semoga saja ia tak mati karena darah tinggi


"Hal itu adalah hal yang sangat tidak perlu di jaga, toh ini bukan istana, dan kau adalah jiejie ku, jiejie terbaik yang pernah ada di dunia, untuk apa merepotkan diri dengan semua batasan yang menyebalkan itu, ini adalah kediaman mu, tak perlu sungkan, semua milik mu jie" Ucap sang putra mahkota tersenyum lebar, ia tentu tau jika nona muda Yu sangat menyayanginya, buktinya?, ia selalu ada saat ia dalam kesulitan, saat pangeran dan putri lain berusaha untuk menindasnya maka nona Yu ini lah yang akan berdiri membelanya, menyemprot mereka dengan ucapan halus nan begitu menohok, ia benar benar keren di mata sang putra mahkota layaknya seperti seorang pahlawan wanita yang selalu menegakan kebenaran Tampa merasa gentar dengan apapun, dari itu pula ia bertekad untuk menjadi kuat dan tak akan membiarkan siapapun mengolok ngoloknya, di situlah rasa kagum pada sosok Yu Ahli, ia sudah bertekad untuk selalu di sisi Yu Ahli, menjadi kuat dan melindungi orang orang yang ia sayangi


"Apakah anda sudah puas memuji permaisuri ku, putra mahkota Xi'ang?" Kaisar Wu menatap sang putra mahkota dengan tatapan tak bersahabat, bisa bisanya bocah ini menggoda permaisurinya di depan matanya sendiri, bagai manapun ia masih berada di sini, bagai mana mahluk ini dengan tak tau malu mengatakan banyak hal pada gadis yang jelas jelas sudah memiliki kekasih hati


"Tentu saja, permaisuri mu adalah jiejie ku yang mulia, jika kau menginginkannya kau harus meminta persetujuan dan harus mendapat restu ku terlebih dahulu" Ucap sang putra mahkota dengan bangga, ia sudah sangat yakin jika dirinya memiliki tempat berharga di hati sang nona muda keluarga Yu ini


"Tentu saja tidak, jiejie ku ini adalah saudara dari surga dan wanita paling sempurna di dunia, aku tak akan membiarkan ia mengalami kesulitan" Ucap putra mahkota pelan, sedangkan Yu Ahli?, ia mulai bosan dan menghempas sumpitnya dengan kasar

__ADS_1


"Apakah kalian tak memiliki pekerjaan lain?, mengapa harus selalu membuat ku pusing?, putra mahkota, sepertinya kau harus segera melanjutkan pelajaran, kau sudah cukup lama bermain main" Ucap Yu Ahli pelan, di sisi lain kaisar tersenyum penuh kemenangan, sang pangeran sudah di singkirkan, saat sang kaisar menunjukan wajah sumringah maka sang putra mahkota menunjukan wajah kesal sekaligus masam, ia di usir yang benar saja


"Dan anda yang mulia?, sepertinya anda memiliki begitu banyak waktu senggang, bukankah seharusnya anda mengurus beberapa kekacauan yang terjadi di perbatasan?" Ucap Yu Ahli dengan lembut, roda berputar dengan begitu cepat, saat ini bahkan senyuman sudah terbit di bibir indah sang putra mahkota, dan saat ini sang kaisar lah yang menunjukan wajah masam, bukan hanya di suruh pergi ia juga di usir dari kediaman, mengapa permaisuri tega melakukan hal kejam tersebut


"Pemberontakan sudah di atasi oleh kesatria ku, dan hanya tinggal menunggu hasilnya saja" Ucap kaisar Wu beralasan


"Ming ji, antarkan putra mahkota ke ruang belajar, dan anda yang mulia, bukankah seharusnya mengurus beberapa dokumen, meskipun kekacauan di atasi keluhan masyarakat masih tetap ada bukan?,"


"Baiklah kaisar ini akan mengurus beberapa hal, tapi setelah acara makan selesai, kaisar ini akan merasa tenang jika sudah memastikan sang permaisuri istirahat dan makan dengan benar, kaisar ini tak ingin melihat permaisuri sakit"

__ADS_1


"Anda sangat perhatian namun sayang perhatian anda membuat saya menjadi sedikit risih"


"Kaisar ini akan berusaha memperbaiki diri dan mendengarkan keluhan permaisuri" Ucap kaisar Wu pelan, setelahnya ia memasukan akar teratai ke dalam mangkuk Yu Ahli dan menyantapnya dengan pelan


__ADS_2