Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Kesedihan Yu ahli


__ADS_3

Di gazebo Ming Li masih duduk diam menunggu kedatangan saudaranya, di depannya sudah tersaji berbagai makanan untuk menjamu saudara laki lakinya, ia jelas tau bagai mana tempramen adiknya, sejak kecil ia lah yang mengasuh keduanya dan jelas ia dapat mengetahui banyak hal mengenai mereka,


Ming Li juga tau pastinya jika tuan muda Yu atau saat ini di kenal dengan sebutan jendral yu ini bergegas kembali saat mendapatkan berita kekacauan di kediaman, ia juga tau jika saudaranya bahkan tidak beristirahat dan makan dengan baik selama di perjalanan menuju kerajaan Xiao wan ini


"Yang mulia" Ucap jendral Yu pelan, saat ini ia sudah berada di hadapan Ming Li, membungkuk hormat pada permaisuri dari kerajaan ini


"Duduk lah" Ucap Ming Li pelan, jendral yu mengguk pelan dan beranjak duduk di hadapan saudara tertuanya ini


"Buang segala formalitas Didi, duduk lah dan nikmati hidangan ini terlebih dahulu" Ucap Yu Ming Li pelan sembari mengambil beberapa lauk dan memasukannya ke dalam mangkuk yang berada di hadapan


"Apa yang ingin yang mulia katakan" Ucapnya pelan, ia adalah seorang jendral yang sangat menjunjung tinggi sebuah etika, meskipun yang duduk di hadapannya saat ini adalah saudaranya sendiri namun kedudukan mereka jelas berbeda, saudaranya saat ini bahkan sudah menjadi seorang permaisuri di kerajaan terhormat, ia jelas tak bisa begitu sembrono


"Jangan membahas apapun sebelum memakan makanan mu, setelah bertahun tahun berlalu kau bahkan tak pernah berubah, selalu saja tergesa bahkan melupakan kesehatan mu sendiri, lihatlah, wajah mu bahkan sudah pucat dan kau kehilangan banyak berat badan karena terlalu memaksakan diri" Ucap Ming Li pelan, sembari terus memasukan sayur kedalam mangkuk


"Kau berusaha untuk menolak keinginan jie jie mu ini Didi?" Ucapnya pelan setelahnya ia menghela nafas sembari menatap kosong pada hamparan danau di dekatnya


"Kau bahkan sangat keras kepala, sejak tumbuh dewasa bahkan kau tak mau memanggil saudara mu ini dengan layak, kau selalu membangun jarak pembatas di antara kita, membuat jie merasa kau semakin menjauh dan berubah" Ucap Ming Li pelan


"Maafkan saya yang membuat yang mulia tidak nyaman"

__ADS_1


"Sudah lah sudah lah, kau memang sangat keras kepala, selesaikan makan mu, ada hal yang ingin jie bicarakan" Ucap Ming Li pelan, ia memang tak bisa memaksa adik laki lakinya ini, sangat keras kepala, Ming mengulurkan sumpit dan di sambut dengan hangat oleh jendral Yu,


"Ini adalah bebek Peking kesukaan mu, dan ini adalah sup ginseng yang dapat membuat tubuh mu lebih segar" Ucapnya pelan, ia benar benar tak bisa berkutik jika berhadapan dengan keras kepalaan saudaranya


"Terimakasih atas perhatian anda yang mulia" Ucap jendral Yu sembari mengambil makanan yang ada di dalam


Acara makan baru saja selesai, jendral Yu meletakan sumpitnya dengan pelan, menuangkan air dan meminumnya dengan pelan, Ming Li mengangkat tangannya dan para pelayan datang untuk segera membereskan sisa makanan yang berada di hadapan mereka


"Kejadian di kediaman Yu bukan di lakukan oleh orang sembarangan" Ucap Ming Li pelan, ia perlahan berdiri dari duduknya, melangkah pelan menuju pinggiran danau, melihat saudaranya meninggalkan gazebo jendral Yu ikut berdiri dan mengikuti langkah sang permaisuri


"Ayah sudah menebak pembantaian itu akan terjadi, dari itu ayah membuat Xiang er pergi demi keselamatannya" Ucap Ming Li menghela nafas pelan


"Setelah di selidiki beberapa orang penting ikut mengambil peran dalam hal ini, kekuasaan ayah sudah terlalu jauh, hingga membuat mereka kahwatir jika suatu saat ayah akan berkhianat dan meruntuhkan kerajaan"


"Mahluk bodoh, jika pun ingin menghancurkan kerajaan pastinya ayah sudah melakukanya sejak lama, dan jika benar ayah ingin berkhianat maka siapa yang dapat menghentikannya"


"Dari itu keluarga Yu di habisi, dan pihak istana bersikap seolah tak tau mengenai hal ini"


"Aku akan ke Xi'ang dan menghancurkan kerajaan kecil itu"

__ADS_1


"Jangan terburu buru, Xiang Er masih membutuhkan kita, ia akan akan merasa tak berguna, kita hanya perlu membakar semangatnya, jangan gegabah menghancurkan sebuah kerajaan bukan perkara yang mudah"


"Mereka harus membayar mahal atas segala kesedihan Xiang er dan kehancuran keluarga Yu" Ucap jendral Yu dengan penuh tekat,


Siapa yang tak akan murka saat mendengar kabar kehancuran keluarganya sendiri, kebinasaan rumah tempatnya berpulang saat kelelahan dengan segala urusan pekerjaan, tempat yang mengumpan begitu banyak kenagan kehidupan mereka, dan saat ini semua bahkan telah di hancurkan dengan begitu kejam, hal yang membuatnya semakin murka adalah kenyataan yang baru ia ketahui, keluarga Yu di hancurkan oleh bagian dari keluarga mereka sendiri


Ming Li menggukan kepalanya pelan, dan setelahnya pembicaraan di lanjutkan dengan pembicaraan yang lebih serius, kedua anak keluarga Yu ini jelas tak bisa diam saat keluarga yang mereka sayangi di bantai tanpa perasaan, mereka harus membalas, dan melakukan hal yang lebih kejam dari ini


"Baiklah Didi, kau bisa membersihkan diri mu di kamar barat, jie tau jika kau tak ingin meninggalkan Xiang Er sendiri, kau masih berada dalam satu paviliun dengannya, kau tak perlu terlalu cemas" Ucap Ming Li pelan, jendral yu hanya menggukan kepalanya pelan, yang di katakan saudaranya benar, bagai manapun ia hanyalah seorang manusia yang memiliki titik lelah, ia sudah berjalan selama 1 Minggu ini, hanya untuk tak mengulur waktu ia bahkan sudah menghabiskan begitu banyak tenaga


"Pelayan antarkan jendral ke kamarnya" Ucap Ming Li pelan, para pelayan menggukan kepalanya dengan patuh


"Mari jendral" Ucapnya, dan setelahnya jendral yu di bawa ke kamar untuk segera beristirahat


Setelah kepergian sang adik Ming Li menghela nafas pelan, melangkah dengan pelan untuk mendekati kamar Yu ahli yang masih terlelap, mengasihani nasib malang saudaranya


"Jangan terlalu larut dalam kesedihan mu Mei Mei, masih banyak yang menyayangi mu, masi banyak orang yang mengharapkan keceriaan dan kejahilan mu itu kembali" Ucap Ming Li menatap sendu saudaranya dari kejauhan,


Sejak kecil Yu Ahli sudah tidak memiliki ibu, ia adik laki lakinya sedikit beruntung karena dapat merasakan kasih sayang seorang ibu, dapat merasakan pelukan seorang ibu selama hampir 10 tahun,

__ADS_1


Namun Yu Ahli?, Ibu mereka meninggal setelah melahirkan yu ahli, yu ahli tak pernah merasakan kehangatan itu, tak pernah merasakan bagai mana kenyamanan sebuah pelukan dari seorang ibu, Ming Li menepis air matanya pelan, dan setelahnya berbalik meninggalkan paviliun anggrek, ia tak ingin Yu Ahli melihat ia menagis, ia tak ingin membuat adiknya semakin sedih, ia akan kembali setelah sang adik terbangun dan menemaninya melewati hari yang suram ini


__ADS_2