Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Hanya kepasar, bukan berperang


__ADS_3

Hari beranjak siang, kereta dan prajurit sudah siap di depan kediaman, awalnya aku sedikit terkejut dengan pemandangan ini yang yah memang sedikit keterlaluan dan sangat berlebihan, bagai manapun kami hanya ingin pergi bermain di pasar bukan turun kemedan berperang mengapa begitu banyak orang, apakah kali akan memblokir pasar?, lalu jika pasar di blokir kami akan main kemana, hal yang bahkan tak pernah terduga sebelumnya, aku berfikir kepergian kami hanya di temani oleh jendral Fu atau beberapa orang pengawal, namun kenyataanya?, kami harus di kawal oleh sederetan pengawal dan tiga jendral sekaligus bayangkan saja?, bahkan berperang pun kami di jamin Menag karena di dampingi oleh tiga pria paling bersinar di tempatnya masing masing, jika sendiri maka aku sangat ingin memprotes, aku tak suka di perlakukan seperti tawanan kriminal saja, kami adalah putri bangsawan seharunya tak pantas mendapat perlakuan buruk ini, tapi apalah daya saat ini aku membawa kedua gadis kekaisaran dua gadis penting di istana Xiou wan ini, bagai mana mungkin bisa bersikap sembrono dan gegabah, Yan Ru merupakan putri ke sembilan yang merupakan adik kandung dari kaisar yang memimpin saat ini dan Qing Wa adalah putri kerajaan Xiou Wan, satu satunya dan begitu berharga bak permata yang juga termasuk dalam garis keluarga kekaisaran di karenakan sang raja merupakan saudara dari kaisar terdahulu, jendral Yang, jendral Lin dan jangan lewatkan jendral Fu bersama rombongan pun ikut serta dalam perjalanan ini, saat ini aku Benar benar tak bisa memprotes, kita pengawal dan rombongannya memang menyulitkan kami, namun?, aku jelas tak akan membiarkan aku di perlakukan dengan hiruk, aku terlalu lama di dalam kereta dan goncangan itu membuat ku pusing


"Jendral Fu, aku ingin turun dari kereta, guncangan ini membuat kepala ku pusing" Ucapku sembari membuka tirai di sampingku dan tentu saja di sambut langsung dengan wajah tampan sang jendral yang menjaga sisi kiri ku, tapi jujur saja kereta ini sangat merepotkan, kendaraan masa ini benar benar menyulitkan ku, bagai manapun aku adalah gadis abad 21 yang lebih menyukai kenyamanan mobil mewah yang sangat nyaman, aku tak menyukai kereta dengan segala goncangannya, Benar Benar tak suka


"Maaf nona, anda tak bisa turun dari kereta, ada banyak bahaya di luar, ini jelas tidak baik untuk keselamatan anda, udara sedikit panas, anda akan merasa tak nyaman nanti" Ucap jendral Fu formal, meski kami berteman sejak kecil, namun kedudukan kami sangatlah berbeda, lagi pula keduanya sudah sangat jarang berkomunikasi semenjak jendral Fu di angkat menjadi jendral muda dan Yu Ahli yang menjadi begitu terobsesi dengan pangeran ke empat, sejak saat itu kedua orang yang berteman baik itu memilih untuk mengambil jalanya sendiri, mengambil pilihan yang menurutnya paling benar


"Aku ingin naik kuda saja, lagi pula kalian akan menjaga ku kan?, guncangan kereta ini membuat ku pusing" Ucapku meyakinkannya, biarkan Ming ji yang berada di sini,

__ADS_1


"Ah.. " Ucap jendral di pelan


"Apakah kau tega pada ku?, lihat lah wajah ku yang pucat ini, apakah kau tega?, jika ia maka setidaknya hargailah aku sebagai teman masa kecil mu" Rengek ku, aku jelas mengerti bagai mana membujuk seseorang, cukup merengek dan mengatakan hal hal yang menyedikan yang dapat menarik simpati, aku sendiri tak menyangka jika aku seimut ini, ah kuda ku tunggulah aku, aku tak sabar menunggangi kalian


"Baiklah nona" Ucap jendral Fu pelan, kereta berhenti, aku beranjak turun mendekati kuda hitam yang begitu indah


"Nona" Ucap Ming ji sedikit khawatir, aku tau kecemasannya namun jelas perjalanan ini tak bisa di lanjutkan jika aku masih terus berada di dalam sana,

__ADS_1


"Wow sangat ramai sekali" Ucap Qing Wa terkagum, aku hanya terkekeh pelan melihat Raut wajah senangnya, sangat lucu dan menggemaskan, ah aku jadi merindukan masa kecil ku, meski hidup di panti asuhan kehidupan kami cukup baik, ada banyak teman dan banyak hal yang kami lakukan, ah kenangan manis yang tak mungkin kembali,


"Pelan pelan" Protes Yan Ru saat Qing Wa menariknya untuk melihat segala hal yang menarik, meski ini yang pertama Qing wa sangat menikmati acara berkeliling ini, dan yah ia selalu saja melompat lompat seperti anak kelinci yang menggemaskan, entah kapan ia memiliki kesempatan ini lagi, saat ini ia sudah sangat bahagia karena berhasil keluar dari tembok kerajaan, ia dapat menebak jika tak akan ada lagi di masa depan, maka dari itu Qing wa harus menikmati hari ini, momen langka ini bahkan bagai mimpi di siang bolong, namun siapa yang menyangka jika ia berhasil, ia berhasil membujuk ayah dan ibunya, dan tentu saja menumbalkan ku


"Bi, lihat lah, begitu banyak makanan, dan lihat itu?, ada mendongeng, ada juga yang bermain akrobat" Ucap Qing wa terkagum menatap sekelilingnya, tangan kecil itu bahkan masih setia di genggam, Yu Ahli tak ingin mendapat masalah jika sewaktu waktu kehilangan sang keponakan, bagai manapun ia tau, Qing wa adalah gadis yang lahir dari wanita bermarga Yu, yang selalu mengedepankan kemerdekaan seorang wanita, ia memiliki kehidupan yang begitu bebas dan tak pernah mau di kekang


"Qing er menginginkan permen kapas?" Ucap ku yang hanya di balas dengan anggukan, kami baru saja lewat, dan si pedang permen kapas di masa moderen aku bahkan juga menyukai makanan ini, aku bahkan menikmatinya saat berada di pasar malam, oh kehidupan di masa lalu, aku merindukan mu, aku merindukan tempat tidur yang empuk, aku merindukan segala alat elektronik ku, aku rindu semuanya

__ADS_1


"Mari beli" Ucap Yan Ru dengan penuh semangat, ia meraih tangan Qing wa Dan menariknya mendekat pada si penjual permen kapas


"Tuan berikan kami tiga permen kapas" Ucap Yan Ru pelan, dan setelahnya tentu saja menunggu pembuatannya, ini adalah hal yang ia suka, ia sangat suka melihat para penjual yang memutar mutar, aku tak tau pasti namanya, namun yang jelas masih sejenis dengan mesin pembuat gulali di masa moderen, teknologi masa kuno tak terlalu tertinggal, bahkan sudah memiliki perancangan tenaga listrik saat di masa ini


__ADS_2