Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Beralasan


__ADS_3

"Nona, apa kau baik baik saja" Ucap Ming ji, hey, jika kalian mengira ia mengatakan itu dengan intonasi yang pelan maka kalian salah besar, bahkan teriaknya menggelegar di kediaman ini, aku bahkan tak menyangka jika teriaknya se dahsyat itu


"Dari mana saja kalian?" Ucapku beranjak duduk, di depan sana sudah berdiri Ming ji dan kedua pengawal tampan ku


"Mereka membuat ku tertidur" Ucap Xio Bai pelan hal itu pun di setujui oleh Bao Zi yang ada di sampingnya


"Bukankah kau seorang dewa, mengapa bisa tertidur?" Ucapku dengan anda mengejek, sebelumnya mahluk ini mengaku sebagai dewa hutan, namun?, bahkan begitu mudah di kelabui oleh manusia tengil seperti pria sialan itu


"Entah lah, mereka cukup cerdik karena berhasil melumpuhkan ku" Ucap Xio Bai bergumam pelan, ia sendiri pun tak tau, bagai mana mungkin ia bisa di kelabui dengan begitu mudah, jika bukan pemain senior mereka tak akan melakukan hal konyol itu semalam, bagai manapun ketiganya telah meninggalkan sang nona Tampa pengawasan, bagai mana jik ada yang berniat buruk, bagai mana jika ada yang mencelakai nona mereka?


"Semalam, saat itu aku sedang menarik pria suruhan nona kedua, dan seseorang memukul tengkuk ku, dan yah aku pingsan dengan mudah, saat sadar aku sudah berada di ranjang yang sama dengan Xio bai, bukankah itu sedikit menjijikan, apa kau tau nona?, ia memeluk ku dengan begitu erat, aku telah ternodai" Ucap Bao Zi menunjukan wajah jijiknya, sebenarnya aku ingin tertawa saat melihat expresi menggelikan itu, tapi jangan lupa saat ini aku sedang marah dan aku jelas harus menjaga image


"Tak perlu terlalu mendrama Bou Zi, Aku percaya jika kau adalah pria normal, aku bahkan sedikit ragu pada Xio bai" Ucap ku menatap Xio bai dengan kekehan pelan, aku bahkan sudah tak tahan lagi, aku sangat ingin tertawa jika melihat ulah ketiganya, sangat menggemaskan dan menghibur

__ADS_1


"Nona, kau selalu saja menindas ku, apakah karena kau telah memiliki pria lain? "Ucap Xio Bai dengan nada tertindas


"Kau sungguh menggelikan Xi Bai, oh dewa mengapa semua pelayan ku suka sekali mendrama, mengapa kau mengirimkan tiga orang bodoh ini sebagai beban ku" Ucap ku menghela nafas pelan, saat ini aku sedang mengintrogasi, namun?, yang terjadi di luar expektasi mereka bahkan terlihat seperti curhat, mengatakan begitu banyak omong kosong dan menggelikan


"Dan kau Ming ji?, kemana saja kau semalaman, dan alasan apa lagi yang akan kau katakan" Ucapku beralih menatap Ming Ji yang berdiri di antara Xio Bai dan Bao li, hey aku paling mencemaskan pelayan wanita ini, jika ia di culik, di jual, atau di perkosa, hey jika dia benar benar pergi aku tak memiliki teman lagi dong?, aku akan sendirian?, aku jelas tak suka itu


"Aku, maaf kan aku nona, ku mohon, aku tak bermaksud meninggalkan mu, hanya saja dia terlalu tampan untuk ku tolak, dia terlalu menarik untuk ku abaikan" Ucap Ming ji berlutut di depan ku, aku menggembungkan pipi ku kesal, apakah aku perlu mendirikan pentas drama, mereka terlihat ahli dalam bidang ini


"O jadi kau akan meninggalkan ku jika bertemu pria tampan?, apakah Xiou li dan bao zi tak cukup tampan bagi mu?, apakah pelayan dan kesatria di kediaman yu kurang tampan hingga kau harus jelalatan dengan pria lain" Ucap kesal, hey alasan apa itu, terlalu tampan untuk di tolak? yang benar saja


"Berkacalah nona Ming, jangan menghayal terlalu tinggi, jika jatuh akan terasa begitu menyedihkan" Ucap Bou Zi dengan nada mengejek


"kenapa?, kau iri?, kau iri karena aku menemukan pria yang jauh lebih tampan dari kalian?, tak perlu cemas, kita adalah orang orang nona, kita tak akan pernah terpisahkan, kita akan tetap bersama melayani nona, jangan bersedih, aku tak akan meninggalkan kalian" Ucap Ming Ji dengan penuh percaya diri, dan jangan lupakan, ia bahkan menekuk pelan pundak Xio Bai dan Bao Zi

__ADS_1


"Kau sudah pandai bicara sekarang Ming ji, tak perduli apapun yang kalian katakan, sekarang bangkit dan beri pelajaran pada Yi Lin gila itu, aku tak akan melepaskannya begitu saja, karena rencana jahatnya aku malah terjebak bersama pria bodoh itu, dia benar benar bertindak melewati batasnya" Ucapku dengan nada kesal, karena dia aku harus di rugikan seperti ini, karena Yi Lin bodoh itu juga aku kehilangan ciuman pertama seorang Yu Ahli yang selalu ku jaga selama ini


"Nona, apa dia melukaimu?, apa dia menyakiti mu?, mana biar segera ku obati, setelah itu biarkan Xio Bai dan Bao Zi menangkap mereka dan memukuli mereka sampai mati, berani sekali mereka berurusan dengan nona kami yang cantik ini" Ucap Ming ji dengan semangat yang menggebu


"Ku pikir kau yang akan menangkapnya dan memukulnya dengan tangan mu sendiri, ternyata masih mengandalkan kekuatan orang lain" Ucapku dengan nada mengejek, mahluk ini sangat pandai berkata manis dan membujuk


"Tentu saja tidak nona, kau bisa melihat jika tubuh ku lebih kecil dari mu, jika kau saja kalah apa lagi aku yang tak berdaya ini?" Ucapnya dengan nada jengkel


"Kau selalu pandai beralasan" ejek ku


"Itu Hanya salah satu dari sekian banyak keahlian ku, masih banyak hal lain yang belum bisa ku tunjukan satu persatu" Ucapnya dengan penuh percaya diri


"Kau urus Yi Lin, ia berani bermain api dengan ku, bersiaplah untuk terbakar" Ucapku kesal, hey karena rencana jahatnya aku harus berbagi ranjang dengan orang mesum itu,

__ADS_1


"Apakah kita akan melakukan hal yang sama?, menyuruh orang untuk mendatangi valiumnya" Ucap Ming ji


"Tidak se sederhana itu, ingat lah balas dendam tak mungkin begitu ringan kan?, ia melakukan kejahatan, setidaknya aku harus mengembalikan kejahatan itu, apakah kau pernah mendengar istilah mati satu tumbuh seribu?, maka aku akan membuat kesalahan satu dengan seribu balasan, mengirim orang untuk menodainya adalah hal yang begitu menyenangkan baginya, aku akan membuatnya mengalami penderita yang panjang, lagi pula siapa suruh menganggu ku" Ucap ku terkekeh pelan, baik lah mari lihat permainannya, aku tak akan melakukan hal bodoh itu, jika ingin menyiksanya mengapa dengan cara yang hanya menyiksanya sebentar, karena dia orang jahat, mari membalas dengan kejam.


__ADS_2