Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Kesempatan Dalam Kesempitan


__ADS_3

"Bajingan sialan ini, bahkan sudah dua hari ia tak kunjung membuka mata" Ucap Yu Ahli dengan nada kesal, di hatinya ia jelas merasa cemas, namun ia terlalu malu untuk sekedar mengakuinya


"Yang mulia, anda sudah tak beristirahat selama dua hari ini" Ucap Xi Lin pelan, kaisar jatuh sakit dan permaisuri dengan sepenuh hati merawat dan menjaganya, ia bahagia karena pada akhirnya cinta kaisar pada nona muda keluarga Yu ini akhirnya terbalas, namun?, Ia jelas tak bisa merasa tenang saat Yu Ahli dengan keras kepala memaksakan diri untuk tinggal, bahkan Tampa memikirkan kesehatannya sendiri


"Kapan dia akan bangun, sudah dua hari berlalu, namun bajingan ini bahkan tak kunjung menujukan tanda akan kembali" Ucap Yu Ahli dengan nada pelan


"Yang mulia sudah berhasil menyelesaikan masa kritisnya, saat ini kita hanya perlu menunggu, menunggu kapan yang mulia akan bangun


"Baiklah, kau bisa lanjutkan pekerjaan lainya"


"Anda sudah tak beristirahat yang mulia, akan lebih baik jika anda kembali"


"Aku akan tetap di sini, agar setelah ia sadar aku bisa langsung memukulnya dengan keras" Ucap Yu Ahli dengan nada ringan


"Ah" Xi Lin terdiam sejenak dan setelahnya berpamitan untuk merebus obat kaisar


"Segeralah bangun kaisar, bodoh, jika tidak aku akan meninggalkan mu, aku sudah berbaik hati memberimu kesempatan" Ucap yu ahli dengan nada kesal, dan ternyata kaisar dapat mendengarnya dan bahkan mulai menujukan pertanda akan kembali sadar

__ADS_1


"Ming Ji, segera panggilkan tuan Xi Lin" Ucap yu ahli dengan nada cukup keras


"Baik yang mulia" Ucap Ming Ji lagi dan setelahnya tentu saja ia harus ke balai pengobatan untuk menemui Xi lin sesuai keinginan sang nona


"Kau akhirnya bangun" Ucap yu ahli dengan nada pelan


"Permaisuri" Ucap kaisar Wu yang bergerak pelan untuk mengambil ancang duduk


"Jangan banyak bergerak, luka mu akan terbuka yang mulia" Ucap Yu Ahli menghentikan sang kaisar, bagai manapun luka ini sangatlah dalam, kaisar harus beristirahat dalam waktu yang lama agar dapat kembali pulih


"Kau mencemaskan ku permaisuri"


"Benarkah?"


"Ia mengapa aku harus mencemaskan mu yang mulia"


"Tapi aku dapat mendengar suara tangisan Mu di malam hari" Ucap kaisar Wu yang masih begitu bersemangat menggoda yu ahli, setelah beberapa waktu berlalu akhirnya Yu Ahli menerimanya, ia juga tau jika perlahan rasa itu sudah tumbuh di hati Yu ahli, saat ini ia hanya perlu memupuknya dan memastikan jika perasaan itu akan tumbuh subur di sana

__ADS_1


"Lihat lah, mata mu bahkan menghitam dan wajah mu masih sembab permaisuri" Ucap kaisar Wu mengusap wajah yu ahli dengan begitu lembut, seolah yu ahli adalah kaca yang begitu rapuh, kaisar Wu tersenyum kecil saat melihat wajah merah yu ahli, ia sangat ingin tertawa dengan keras karena sudah berhasil menggoda gadis di hadapannya ini, namun?, Ia jelas tak bisa, luka ini akan kembali membuat ulah jika ia melakukan hal itu


"Yang mulia" Ucap Xi lin yang baru saja masuk dan tentu saja merusak suasana romantis mereka


"Segera periksa keadaanya" Ucap yu ahli dan berminat untuk berdiri, namun tangan kaisar Wu bahkan begitu cepat meraihnya


"Dia bisa memeriksa sambil berdiri" Ucap kaisar Wu dan menyuruh yu ahli untuk kembali duduk di sisinya, ia mengulurkan tangan lainya untuk di periksa


"Keadaan yang mulia sudah jauh lebih baik, hanya memerlukan waktu istirahat dan rutin minum obat"


"Hm baik lah, semua sudah selesai, saya mohon diri" Ucap Xi Lin pelan, dan setelahnya Ming Ji masuk dengan semangkuk obat dan meletakkannya di nakas tak jauh dari tempat tidur sang kaisar


"Sekarang minum obat mu yang mulia"


"Ah, tangan Zen masih belum bisa di gerakan dengan bebas, Zen harus merepotkan permaisuri untuk menyuapi Zen" Ucap kaisar Wu dengan nada pelan, kapan lagi, kapan lagi ia mendapatkan kesempatan ini, kapan lagi ia bisa minum obat dari tangan sang permaisuri jika memiliki sedikit celah maka kaisar Wu akan memanfaatkanya dengan sebaik mungkin.


"Baiklah yang mulia, sekarang buka mulut mu" Ucap yu ahli dengan nada pelan, kaisar Wu dengan patuh membukakan mulut membiarkan yu ahli memasukan obat yang rasanya cukup tak mengenakan.

__ADS_1


"Jangan menatap ku seperti itu yang mulia"


"Obat ini sangat buruk dan pahit, Zen memerlukan banyak energi dan tenaga untuk menelannya, dari itu biarkan Zen mengisi energi Zen dengan melihat wajah cantik permaisuri" Ucap kaisar Wu tersenyum lebar, sedangkan Yu Ahli hanya menghela nafas dengan malas,


__ADS_2