
Mentari pagi membangunkan ku dari tidur Nyenyak ku, aku perlahan bangkit dan memperhatikan sekitar, tak ada siapapun disini, hati ku bertanya tanya kemana perginya sang kaisar gila itu, bukankah semalam ia masih menemani ku?, bukankah semalam ia masih menggenggam tangan ku dengan begitu erat, memeluk ku seolah aku akan pergi jika terlepas sedikit saja, aku menghela nafas pelan dan bergerak duduk di pinggiran ranjang, untuk apa memikirkan dia, bukankah ini lebih baik, aku sudah melewati hari hari yang begitu nyaman akhir akhir ini, hingga pada akhirnya mahluk membawa kekacauan ini datang dan mengacaukan semuanya
"Ming ji" Ucapku dengan suara serak khas bangun tidur, pintu kediaman perlahan terbuka, Ming ji datang dengan sebuah baskom yang berisi air hangat
"Saya akan membantu nona membersihkan muka" Ucap Ming Ji dengan senyuman lebar seperti biasanya, ia melangkah mendekati ku dan meletakan baskom di atas nakas tak jauh dari tempat ku duduk
"Tak perlu, aku bisa melakukannya sendiri, akan lebih baik jika kau segera menyiapkan air mandi, dalam keadaan ini memang sangat tak nyaman, sangat lengket, perut ku bahkan terasa begitu nyeri, seolah di aduk aduk oleh mahluk tak berperasaan, benar benar keadaan yang menyebalkan dan merepotkan" Ucapku menghela nafas pelan, yah jika kalian tak lupa saat ini aku sedang datang bulan, dan yah harus segera membersihkan diri kan? karena pembalut masa ini benar benar tak nyaman belum lagi aroma tubuhku yang bahkan sudah begitu asam
"Baik nona" Ming ji pelan dan setelahnya berbalik dan dengan gerakan perlahan melangkah keluar untuk segera menyiapkan air mandi, aku meraih baskom dan mulai mencuci wajah ku sendiri
"Huh" aku menghela nafas pelan sembari meletakan baskom yang ku pegang pada tempatnya semula
"Benar benar tidak nyaman?, andai saja ada minimarket aku jelas tak perlu kerepotan dengan pembalut meresahkan ini" Ucap ku yang lagi lagi mengeluh, ini memang bukan yang pertama kalinya bagi ku, tapi tetap saja sangat menyebalkan, tak ada pembalut apapun di masa ini, dan hanya ada beberapa lilitan kain yang memang sangat sulit untuk di gunakan mahluk moderen seperti ku ini
"Air mandi anda sudah siap nona, saya akan membantu anda membersihkan diri" Ucap Ming Ji yang baru saja masuk
__ADS_1
"Tak perlu, aku bisa melakukanya sendiri, segera siapkan pakaian ku" Ucapku berjalan menuju kamar mandi, membiarkan sensasi hangat air beraroma mawar itu menenangkan ku dan rasa tak nyaman di tubuh ku ini
"Ming ji" Ucapku pelan, acara mandi sudah selesai dan tinggal mengganti pakaian dan berdandan, bagai manapun aku harus terlihat cantik bukan?, aku adalah seorang putri bangsawan jelas penampilan itu sangat penting
"Ming ji?, ambilkan pakaian ku" Ucapku pelan, pakaian tipis itu muncul dari arah pintu, kening ku mengerut, tak biasanya Ming ji melakukan kelancangan seperti ini, ah sudah lah aku tak ingin ambil pusing, mungkin saja ia sedang terburu buru, dengan tenang aku mengenakan pakaian tipis ku itu, setelahnya bergerak pelan untuk meninggalkan pembatas kain pembatas yang menutupi antara tempat mandi dan ranjang ku
"Kau?, apa yang kau lakukan disini?, kemana Ming ji?" Ucap ku reflek, bagai mana tidak, Seorang pria sudah ada di ruangan ku, tampa permisi dan pemberi tahuan kemana Ming Ji?, aku bahkan tak sadar jika Ming Ji meninggalkannya dengan mahluk ini
"Zen datang untuk memberi mu obat pereda nyeri permaisuri, dan pelayan mu sedang menyiapkan sarapan untuk kita, tak perlu mencarinya, Zen akan membantu mu" Ucap si pria pelan, aku menghela nafas pelan, meraih jubah untuk menutupi tubuh ku yang hanya di baluti pakaian tipis ini, bagai manapun saat ini aku sedang di zaman kuno, hal ini jelas tak pantas, namun?, jangan lupakan jika ia adalah gadis yang bertransmigrasi dari dunia moderen, pakaian kekurangan bahan seperti ini jelas sedang menjadi tren
"Mengapa pahit sekali" Rutuk ku saat obat pahit itu masuk dalam mulut ku, benar benar pahit hingga membuat ku hampir muntah, namunĀ dengan cepat si kaisar memasukan permen bunga persik ke mulut ku, yah untung saja permen bunga persik jika itu adalah permen jahe maka dapat di pastikan aku akan muntah di tempat
"Bagai mana?, apakah masih terasa pahit?" Ucap sang kaisar menatap ku dengan penuh tanya
"Lebih baik dari sebelumnya" Ucap ku pelan, yah aku terlalu gengsi meski hanya mengucapkan Terimakasih, aku tak ingin kaisar gila ini besar kepala dan membuat ku semakin sulit
__ADS_1
"Xi lin menyarankan agar kau banyak makan sup daging kelinci, agar kau tak kekurangan gizi" Ucapnya lagi
"Bisakah anda menjadi mahluk yang tak menyebalkan?, apakah yang mulia tau dalam kondisi seperti ini saya sangat mudah tersulut emosi?, sejak awal saya sudah berusaha begitu keras untuk bersikap sopan" Ucap ku kesal, aku sudah berusaha menjadi gadis sesopan mungkin namun mahluk ini bahkan memaksa ku untuk menghilangkan kesopanan itu
"Tak masalah, Zen suka mendengarkan amarah mu permaisuri, Zen akan mengingat tanggal ini agar kedepannya Zen bisa menemani mu, Zen lebih suka jika permaisuri tak bersikap sungkan" Ucapnya dengan senyuman lebar
"Benar benar kaisar yang kurang kerjaan" Ucap ku dengan kesal, mahluk ini, bahkan ia tak tau bagai mana jika seorang gadis datang bulan mengamuk
"Pekerjaan Zen tidak terlalu banyak, Zen masih memiliki begitu banyak waktu untuk menemani permaisuri" Ucapnya masih dengan wajah yang sama, wajah menyebalkan yang bahkan sangat mengundang ku untuk memukulnya dengan kuat
"Menyebalkan" lirih ku, ia bahkan masih betah dengan wajah bodoh itu, aku menghela nafas pelan dan setelahnya melanjutkan ucapan ku yang belum terselesaikan
"segera habiskan makanan anda yang mulia" Ucap ku menghela nafas kesal
"Ah permaisuri, hari ini ada acara di pusat kota, apakah permaisuri ingin melihat lihat?, apakah permaisuri ingin menemani Zen keluar" Ucapnya pelan
__ADS_1
"Untuk saat ini belum di putuskan" Ucap ku menyantap makanan ku dengan nikmat, kaisar gila ini benar benar membuat ku kerepotan, aku harus banyak mengisi energi, percayalah, kaisar Wu liang yang di kenal tiran ini adalah sosok yang sangat memenyebalkan.