Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Calon penerus


__ADS_3

Author fov


Seorang pria terlihat begitu sibuk dengan dokumen dokumennya, tak jauh dari sana terdapat beberapa dupa penang yang mengepulkan asap dan aroma yang sangat wangi, namun bahkan dupa itu sangat tak berguna untuk mengusir segala kegundahan hatinya, ia benar benar gelisah akhir akhir ini, tak bisa tertidur nyaman, sudah 3 minggu berlalu, keadaanya belum sepenuhnya pulih, ia tak bisa meninggal istana karena larangan Xi Lin, tapi?, Ia merindukan permaisurinya, merindukan nona ke empat keluarga Yu yang sempat ia tiduri beberapa waktu lalu, namun, ia bahkan memiliki kesempatan untuk itu, ia harus selalu menenggelamkan diri dengan segala dokumen² itu


"Memberi hormat pada yang mulia, semoga di berkahi kehidupan yang panjang" Ucap seorang pria membungkukkan tubuhnya dengan penuh hormat, yah dia adalah seorang jendral yang datang untuk melaporkan beberapa hal,


"Bangkit lah" Ucap Wu Liang menghela nafas pelan, sembari meletakan dokumen kembali ke meja


"Berkah dewa selalu bersama mu yang mulia" Ucapnya lagi


"Katakan"


"Dugaan anda mengenai penggulingan memang benar, dan bahkan melibatkan beberapa orang dalam, mereka sudah menyiapkan rencana besar, kudeta itu sudah di atur dengan begitu sempurna" Ucap sang jendral, Wu Liang balas dengan anggukan pelan, keluarga Lin telah melayani Kekaisaran selama turun temurun, kesetiaan mereka tak perlu di pertanyakan lagi,


"Baiklah, kita tidak bisa menghalangi dan ikut campur dengan urusan mereka, hanya perlu melihat dan memastikan jika ia tak memberontak pada kekaisaran, masalah kerajaan biarkan mereka menyelesaikan urusan kerajaan mereka sendiri" Ucapnya pelan, yah jendral Lin adalah jendral yang di tempatkan di perbatasan antara kekaisaran dan kerajaan Xi Ang, setiap perbatasan antara kekaisaran dengan kerajaan di bawah naungan haruslah memiliki jendral yang mengawas, hal ini jelas di lakukan untuk memastikan jika kerajaan itu tidak berkhianat.


"Mematuhi yang mulia"


"Kau bisa kembali" Ucap Wu Liang yang hanya di balas dengan anggukan oleh sang Jendral, setelah membungkuk beberapa derajat sebagai salam sang jendral berlalu meninggalkan Wu Liang yang sibuk dengan segala aktivitasnya


"Mengapa sangat lama sekali" Ucap Wu Liang menggembungkan pipinya kesal, sifat dingin dan kejamnya selama ini menghilang di bawa angin, dan nyatanya ia semakin berekspresi setelah bertemu dengan gadis Yu yang sudah berhasil membuatnya bertekuk lutut


"Menghadap yang mulia, semoga keberkahan menyertai Anda" Ucap Chan li membungkuk beberapa derajat, seperti biasa Chan li akan melaporkan segalahal tentang Yu Ahli,


"Bangkit dan katakan" Ucap Wu Liang menghentikan acara kerjanya, ia lebih tertarik dengan kabar yang di bawa Chan li


"Hari ini seperti biasa Permaisuri selalu bermain, dan mereka menghabiskan waktu dengan memancing di sebuah kubangan  di samping mansion Yu" Ucap Chan li pelan, Wu Liang menaikan alisnya pertanda ingin mendengar berita ini lebih jelas lagi

__ADS_1


"Siapa yang saja ikut serta dalam perjalanannya" Ucapnya


"Ketiga pelayannya... Dan.. "


"Katakan dengan benar"


"Jenderal Fu" Cicit Chan li pelan, sebenarnya ia tak ingin mengatakan ini, entah kenapa setiap sang tuan selalu tak suka dengan jenderal muda itu, akankah ia merasa tersaingi?


"Jenderal itu lagi" Ucap Wu Liang mengerutkan keningnya, mengapa selalu jenderal Fu itu?, apakah tak ada orang lain di sana, api cemburu yang memang sudah ada kini kian membesar dan sudah sampai kemana mana


"Redakan amarah anda yang mulia" Ucap Chan li pelan, hey ia tak ingin kembali menjadi korban, Xi Lin sedang mengambilkan teh untuk sang tuan, ia tak mau kembali babak belur akibat amukan sang tuan


"Lanjutkan"


"Akhir akhir ini permaisuri terlihat aneh" Ucap Chan li menjeda ucapannya, saat Xi lin masuk dengan napan berisi sepoci teh, Wu Liang masih diam dan menanti kelanjutan laporan dari seorang Chan Li


"Mudah lemas?, pusing, dan perubahan selera?, Xi Lin, apakah penyakit permaisuri parah?, segera cari tau obat apa yang bisa menyembuhkannya, aku akan segera menemuinya" Ucap Wu Liang membuat Chan Li tersedak air liurnya,


"Yang mulia, tak lama lagi bulan purnama, berdiam lah di vapiliun untuk beberapa waktu, racun itu bisa kambuh kapan saja" Ucap Chan li pelan, yah sekarang sudah hampir purnama dan racun kambuh pun tak memiliki tanda, untuk berjaga jaga, Chan li dan Xi lin harus menahan tuanya beberapa hari menjelang purnama


"Xi lin"


"Menurut gejalanya agak sulit yang mulia, bahkan Chan li tak mungkin bisa menemukan obat untuk permaisuri, permaisuri akan mengalami hal serupa dalam waktu beberapa bulan" Ucap Xi Lin menghela nafas pelan


"Apakah sangat parah?, berapa lama permaisuri akan bertahan" Ucap Wu Liang khawatir, Xi lin bahkan menunjukan wajah tak cemasnya,


"Benar yang mulia, permaisuri akan merasakan hal serupa hingga Tiga sampai empat bulan kedepan, dan ia hanya mampu bertahan selama sembilan bulan" Ucap Xi lin memakai wajah seriusnya, Xi lin mengigit bibirnya berusaha menahan tawanya, sang tuan sangat menggemaskan jika sedang khawatir seperti ini, tuanya tak pernah menunjukan expresi, sejak ada permaisuri tuanya terlihat lebih hidup

__ADS_1


"Sesingkat itu?" Ucap Wu Liang dengan wajah paniknya, ia tak memiliki banyak waktu untuk mencari obat itu, bagai mana ini?, ia tentu tak akan rela jika permaisuri meninggalkannya, tidak akan pernah ia biarkan


"Benar yang mulia" Ucap Xi lin penuh yakin


"Chan li, di masa depan usahakan untuk membantu para pelayanan mendapatkan segala hal yang di inginkan permaisuri, karena aku tak mau Kekaisaran ini memiliki penerus yang ileran" Ucap Xi lin mengubah wajah paniknya dengan senyum menggoda, sedangkan chan li dan Wu Liang?, keduanya membulatkan mata tak percaya


"Xi lin?"


"Benar yang mulia, menurut gejala, permaisuri sedang hamil" Ucap Xi lin tersenyum lebar namun senyumnya menghilang saat tubuhnya terpental ke dinding karena tendangan keras dari sang tuan


"Kau mempermainkan Zen, bawa Xi lin keluar dan biarkan dia berlutut sampai mata hari terbenam" Ucap Wu Liang, Chan Li langsung menarik saudaranya keluar meninggalkan Wu Liang dalam ruangan hening itu


"Permaisuri sedang mengandung?, dan Zen akan memiliki keturunan, Zen memiliki penerus" Ucap Wu Liang tersenyum lebar, namun seketika senyumnya hilang, saat mengingat purnama akan tiba tak lama lagi, ia tentu tak bisa menemui permaisuri sekarang, memeluknya dan mengucapkan beribu kali kata cinta, namun?, semua jelas hanya angannya, waktu sudah semakin dekat dan ia tak ingin membuat kediaman mentri kacau, ia tak ingin lepas kendali dan dapat membahayakan sang permaisuri dan calon bayi mereka.


Di tengah lapangan Xi Lin menggembungkan pipinya kesal, ini sungguh di luar dugaan, bahkan sang tuan menghukumnya


"Sudah lah jangan menggerutu" Ucap Chan li menatap saudaranya sang mengomel sejak tadi


"Kau menyebalkan"


"Siapa yang menyuruh mu menggoda yang mulia, lihat lah, ini hasilnya, bukankah kau tau jika yang mulia sangat gemar menghukum kita?, beruntung yang mulia dalam keadaan baik, jika tidak maka kau akan mendapat hukum pengasingan"


"Akhir akhir ini ruangan itu terasa mengerikan yang mulia selalu mengeluh, aku hanya berusaha untuk mencairkan suasana dengan sedikit lelucon, lagi pula Aku tidak mempermainkannya, pada kenyataannya semua yang ku katakan benar"


"Kau kira permaisuri bisa kau jadikan sebagai lelucon?, Apakah kau tau?, jantung ku hampir berhenti berdetak saat kau mengatakan jika permaisuri mendapat penyakit yang parah, jika itu benar benar terjadi maka nyawaku bisa hilang"


"Kau menyelamatkan nyawamu dengan mengorbankan nyawa suaramu sendiri"

__ADS_1


"Kau sendiri yang melakukannya aku tak memintamu melakukan itu" Ucap Chan Li, setelahnya Chan Li beranjak meninggalkan lapangan, membiarkan Xi lin menjalani hukumannya


__ADS_2