Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Kaisar Wu


__ADS_3

'Prang' Sebuah guci melayang di udara, seorang pria menatap bawahannya dengan tatapan tajam, aura pembunuh bahkan sudah memenuhi ruangan ini, ia baru saja melakukan pengobatan selama  selama beberapa,


Ia bahkan begitu murka mendengar kabar ini, ia baru saja meninggalkan permaisurinya beberapa saat, dan lihatlah apa yang terjadi, gadis yang ia klim sebagai permaisurinya mendapatkan kehidupan yang begitu sulit, dan ia bahkan tak di beri tahu apapun, ia menjadi satu satunya yang tidak mengetahui kehancuran ini, ia bahkan hanya mendengar dari obrolan pengawalnya, jika tidak demi kian maka dapat di pastikan jika ia tak akan pernah mengetahui perihal ini


"Redakan amarah anda yang mulia, anda akan marah hanya akan memperburuk keadaan anda, tubuh anda bahkan baru saja pulih" Ucap Xi Lin dengan nada pelan, ia bahkan begitu berhati hati takut sang kaisar semakin murka, semua yang terjadi memang atas kesalahannya, namun?,


Semua yang ia lakukan demi kebaikan kaisar itu sendiri, ia melakukan segala upaya untuk memastikan kesembuhan kaisar, dan ia tak akan membiarkan siapapun menghalangi kesembuhan kaisar, beberapa waktu lalu bunga yang langka itu telah berhasil di temukan, dan oleh karena itu lah kaisar berdiam di istana untuk menjalani pengobatan selama beberapa bulan lamanya, ia hanya tak ingin berita buruk ini memperburuk keadaan dan membuat sang kaisar gelap mata bahkan tak memperdulikan dirinya sendiri,


Ia sangat mengenal bagai mana tempramen kaisar Wu, ia tak segan meninggalkan pengobatan hanya untuk nona muda keluarga Yu itu, jika ini terjadi maka sang kaisar benar benar tak memiliki kesempatan lagi di masa depan, ia tak memiliki kesempatan lagi untuk sembuh, karena bunga langka ini bahkan adalah tumbuhan yang sangat sulit di cari, mereka sudah mencarinya selama bertahun tahun hingga pada akhirnya mereka berhasil, ia harus menjadi egois demi kesembuhan sang kaisar


"Di mana Chan Li, mengapa ia tak menunjukan wajahnya?" Ucap kaisar dengan nada dingin, aura pembunuh bahkan tak kunjung memudar di dalam ruangan nan penuh dengan tumpukan kertas itu, Chan Li bertugas menjaga dan memastikan keselamatan sang permaisuri, lalu di mana pemuda itu, mengapa tak kunjung menunjukan diri


"Chan Li menghilang bersamaan dengan hari pembantaian keluarga Yu" Ucap Xi Lin pelan, sejak kejadian beberapa bulan yang lalu Chan Li ikut menghilang seolah tertelan angin, Xi Lin sudah memerintahkan bawahannya untuk mencari, namun saat ini pencarian mereka bahkan tak berujung dengan titik temu


"Aku harus segera ke sana" Ucap kaisar pelan, ia tak bisa terus berdiam diri seperti ini, gadisnya dalam masalah, dan ia tak bisa menutup mata dan telinga atas kehancuran ini


"Yang mulia, hamba mohon jangan dalam waktu dekat ini, anda baru saja menyelesaikan prosesi pengobatan, tubuh anda masih begitu lemah, akan sangat berbahaya jika memaksakan diri untuk meninggalkan istana" Ucap Xi Lin pelan, namun kaisar Wu bahkan mengabaikannya begitu saja,

__ADS_1


Ia tak perduli dengan dirinya, jika kesembuhannya harus di bayar dengan kehancuran yu ahli maka ia memilih untuk tak pernah sembuh, jika ia hidup dan membiarkan Yu Ahli meninggalkannya lalu?, Apa bedanya dengan sebuah kematian


"Selidiki masalah ini, dan hancurkan siapapun yang berani membuat perkara, Zen pemasaran manusia mana yang bernyali besar mengusik kehidupan permaisuri Zen" Ucapnya dan setelahnya kaisar Wu segera meninggalkan ruangan untuk ke kerajaan Xiao wan, menemui yu ahli dan mengatakan ribuan kata maaf karena telah meninggalkan yu ahli sendirian saat kekacauan terjadi,


"Anda sangat keras kepala jika berurusan dengan gadis bermarga Yu itu, yang mulia, semoga anda baik baik saja" Ucap Xi Lin pelan, setelahnya ia melangkah meninggalkan ruangan, seperti yang di perintahkan, ia harus mengutus beberapa orang untuk menyelidiki perihal pembantaian keluarga Yu.


Seekor kuda hitam melaju dengan kecepatan tinggi, ia adalah kaisar Wu yang sangat mencemaskan keadaan permaisurinya


"Yang mulia" Ucap pengawal yang bertugas di depan gerbang, lagi pula siapa yang Tidak mengenal Wu Liang seorang kaisar yang paling berkuasa di daratan timur ini, terlebih lagi ia merupakan kponakan dari raja Xiao wan itu sendiri


"Segera buka gerbang" Ucapnya dengan tak sabaran,


"Permaisuri" Ucapnya lirih, kedatanganya bahkan di sambut dengan wajah pucat Yu Ahli yang terdiam di bawah pohon persik, dengan langkah pelan ia bergerak mendekat untuk segera menggapai gadis cantik yang telah di klim sebagai Permaisurinya


Setelah dekat kaisar Wu menghentikan langkahnya,


"Permaisuri" Ucapnya lirih, mendengar suara itu yu ahli mengalihkan pandangannya, hanya beberapa saat setelahnya ia kembali mengalihkan pandangannya pada hamparan bunga teratai yang bermekaran itu

__ADS_1


"Maaf, Zen telah meninggalkan mu di dalam keadaan seperti ini" Ucap kaisar Wu mengambil ancang untuk duduk di samping Yu Ahli


"Permaisuri, Zen benar benar bersalah, Zen tak menemani mu saat kau berada di titik ini" Ucapnya pelan,


Namun bahkan tak ada jawaban apapun dari Yu Ahli, ia bahkan tak terusik sedikit pun, ia tak jauh berbeda dari patung yang duduk menyendiri, terdiam dengan tatapan kosong dan tak mengeluarkan sepatah katapun selama ini, pembicaraan pertama yang ia lakukan hanyalah bersama jendral yu yang merupakan saudara laki lakinya


"Permaisuri, buka suara mu"


"Permaisuri, kau bisa memarahi Zen, memukul Zen dan memaki Zen, tapi Zen mohon jangan terus diam seperti ini" Ucap kaisar Wu, ia bahkan kelabakan karena sang permaisuri yang tak mau membuka suaranya


"Permaisuri, Zen mohon, Zen salah karena tak ada di saat kau membutuhkan Zen, pukul, Maki dan hukum Zen sesuka hati mu" Ucapnya pelan, meraih tangan Yu ahli dan menggengamnya dengan erat


"Tubuh mu bahkan kan sangat dingin, apakah kau duduk di luar dalam waktu yang begitu lama?" Ucapnya sembari menggosok gosokan tangganya untuk menghangatkan tangan dingin sang permaisuri, namun yu ahli bahkan tak melihatnya walau sesaat, kaisar Wu menghela nafas pelan, dan dengan gerakan cepat membuka jubahnya dan memakainya ke tubuh ringkih sang permaisuri


"Udara sangat dingin, apakah Zen boleh menggendong mu masuk ke kediaman?, Udara dingin hanya akan membuat tubuh mu semakin lemah" Ucap kaisar Wu dengan nada lembut, namun bahkan tak ada jawaban apapun dari Yu Ahli


"Baiklah, Zen mohon izin menyentuh mu, kau boleh memarahi Zen dan boleh mendiami Zen, namun jangan larang Zen untuk memperhatikan mu dan menjaga mu, karena kau, satu satunya wanita yang sangat Zen cintai" Ucapnya pelan

__ADS_1


"Siapkan sup jahe" Ucapnya lagi dan setelahnya membawa yu ahli dalam gendongannya dan bergegas ke kamar, udara semakin dingin dan ia tak ingin membuat tubuh yu ahli sakit


__ADS_2