Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Kemalangan Chan li


__ADS_3

Author pov


Chan li berdiri di depan sang tuan, saat ini kaisar dalam suasana hati yang sangat tidak baik, bagai mana bisa Xi Lin begitu tega mengambil paksa gulungan di tangganya, dan dan segera membuka gulungan itu, Chan Li baru saja sampai di istana dan langsung mendapatkan tatapan mematikan dari sang kaisar


"Saudara ku" Ucap Xi lin menghela nafas pelan sembari menatap lukisan itu tak percaya, saat ini ketiganya sedang berada di ruang kerja milik sang kaisar, Chan Li hanya tinggal menunggu hukuman untuknya


"Jelaskan" Ucap Xi lin pelan, ia masih tak ingin percaya, apakah terlalu lama mengawasi membuat saudaranya lupa diri?, dan memilih untuk menjadi saingan cinta sang kaisar?, tolong lah ia sudah lelah menghadapi tingkah aneh kaisar jangan tambah lagi


"Apa lagi yang harus ku jelaskan yang mulia?, Xi lin?, aku hanya menyimpan apa yang di berikan permaisuri, aku tak melakukan apapun" Ucapnya pasrah, tatapan itu bahkan lebih buruk dari pedang, aura intimidasi ini membuatnya ingin mati saja,


"Permaisuri yang memberinya?, apakah sudah sedekat itu?, hingga memberikan lukisan?" Ucap sang kaisar penuh penekanan, Chan li menggigil ketakutan, siapa yang menyangka jika sebuah lukisan membuat seorang kaisar mencari begitu murka


"Yang mulia, hamba hanya mengikuti keinginan permaisuri" Ucap Chan Li sedikit gugup, ia tak berbohong


"Dengan menyimpan lukisan ini" Ucap sang kaisar penuh penekanan, Chan li menundukkan kepalanya dalam, jika bukan di paksa maka Chan Li tak akan pernah mau di dandan seperti nona muda, ia adalah pengawal pribadi kaisar, ia adalah sosok yang di segani dan terhormat, namun seketika tak berdaya jika berhadapan dengan nona lempar dari keluarga Yu, bukankah sedikit menyedihkan, jika ia tak menurut ia bukan hanya akan mendapat amukan kaisar, ia juga akan mendapatkan wajah kecewa kekasihnya, dan ia tak mau hal itu sampai terjadi


"Hamba di paksa yang mulia, percayalah, hamba telah melayani anda sejak muda saya tak akan berani menjadi saingan cinta anda yang mulia" Ucap Chan Li putus asa, ia sudah mencoba menjelaskan sejak tadi, namun tak ada yang percaya, bahkan Xi Lin dengan begitu tega memperkeruh keadaan, ia benar benar akan mati setelah ini

__ADS_1


"Apakah harus percaya?" Ucap kaisar pelan, ia tak terima jika ada seseorang yang menyimpan lukisan permaisurinya, terlebih lagi orang kepercayaannya sendiri, ia tentu tau jika Chan li tak mungkin mengkhianatinya, ia hanya merasa kesal saat melihat pria lain dapat melihat permaisurinya dari jarak dekat, sedangkan dirinya?, dirinya harus terkunci dalam istana, Xi lin dengan tegas melarangnya meninggalkan istana, racun yang berada dalam tubuhnya lebih sering kambuh akhir akhir ini, dan lagi masalah Kekaisaran sedikit merepotkan


"Izinkan hamba menjelaskannya yang mulia, setelah itu Anda bisa menghukum hamba" Ucap Chan li pelan, takut?, tentu saja ia, ia tak ingin mati muda, ia belum menikahi Ming ji, ia juga belum memiliki tujuh anak yang imut bersama Ming ji, bagai mana bisa ia mati begitu saja


"Memang seperti itu seharusnya" Ucap kaisar dengan nada datar, Chan Li menghela nafas pelan dan mulai menceritakan kisah buruknya, Chan Li menarik nafas pelan dan memulai ceritanya, hingga beberapa saat kemudian acara bercerita usai


"Ini benar benar menyulitkan saya" Ucap Chan Li lirih


Flashback on


Yu ahli bahkan tak menyangka jika Ming ji mendapatkan kekasih spesies ini, ia sempat fikir dengan ke polosnya itu Ming ji mendapatkan pria yang lebih menyenangkan, sedikit cerewet namun?, bagai mana lagi tak ada yang tau hati manusia, Yu Ahli terlihat menghela nafas pelan


"Nona, lihat lah jendral begitu cantik dengan gaun birunya, jangan lewatkan Bou Zi yang begitu imut dengan gaun merah muda itu" Ucap Ming ji melompat kegirangan, ia bahkan mengabaikan wajah suram ke empat para pria cantik itu, mereka bahkan di jadikan bahan tertawaan para pelayan vapilium Yu Ahli saat ini


"Jangan lewatkan tuan Xio bai yang begitu angkuh dengan gaun merah menyalanya, dan tuan Chan Li?, sangat mengagumkan, mereka terlihat seperti ratu iblis dan peri es" Ucap si pelayan lain, Yu Ahli hanya terkekeh mendengar pelan segala komentar dari para pelayan, dan yah nyatanya memang benar, Xio bai dan Chan Li adalah karakter yang sangat cocok untuk itu


"Mari" Ucap Ming ji menuntun Yu Ahli dengan perlahan menuju kursi yang telah di sedia, mereka akan mengambil sebuah lukisan, yang menunjukan ke empat wanita cantik sedang duduk dengan begitu anggun

__ADS_1


"Kapan lagi melihat mereka menjadi seperti ini, rasakan itu, siapa suruh membuat perkara dengan ku" Ucap Yu Ahli tersenyum senang, lagi pula Chan Li juga ambil bagian dalam hal ini, jika bukan karena tuanya yang bodoh itu, Yu Ahli tak mungkin di anggap hamil dan berakhir dengan segala larangan meyebalkan itu


"Kalian tunjukan senyuman terbaik yang kalian punya" Ucap ku pada para pria cantik itu


"Kau sedikit keterlaluan nona" Protes Xio Bai bagai mana bisa ia di jadikan seperti ini, ke tiga pria lainya tentu sangat ingin protes namun tak memiliki nyali yang cukup


"Kau" Yu Ahli menatap Xio bai dengan mata yang berbinar, ia seakan di khianati oleh Xio bai,


"Sedikit sih" Sahut Ming ji lagi, melihat tak ada yang membelanya, Yu Ahli memilih untuk menangis dengan keras, bermain drama seperti ini memang sedikit menjijikan, namun menyangkan juga sih


"Huee, aku hanya menginginkan lukisan kalian, aku hanya ingin melihat kalian menjadi nona muda, kalian menindas ku, lebih baik aku mati saja" Ucap Yu Ahli dramatis, semua orang kelagapan membujuk sang nona, sedangkan yang di bujuk sedang mati matian menahan tawanya, ia tak menyangka jika memang benar benar menjijikan


"Redakan amarah anda nona, Xio Bai hanya bercanda, bukan kah begitu?, kita semua senang menggunakan pakaian ini" Ucap jendral Fu, ia memilih untuk mengeluarkan suara, nonanya sedang marah pada kedua pelayan, ah tidak sebenarnya mereka semua, hanya saja hati sang nona mungkin sedikit tersentil saat Ming ji mengatakan jika ia berlebihan, dan ia harus memberanikan diri untuk buka suara tak mungkin ia mengandalkan Chan Li yang notabennya orang asing, sedangkan Bou Zi?, ia bahkan menikmati penampilannya yang sekarang


"Benarkah?" Ucap Yu Ahli menatap jendral Fu


"Iya, sekarang mari tersenyum" Ucap jendral Fu, dan setelah lukisan jadi tentu saja mereka mendapat bagian mereka masing masing tak di izinkan untuk menolak, jika kalian berfikir jika Yu Ahli mengundang satu pelukis maka kalian salah, Yu Ahli kan orang kaya, dan pastinya ngundang enam pelukis dong, kan ngak ada potocopian di zaman ini

__ADS_1


__ADS_2