Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Manusia Merepotkan


__ADS_3

Yi yianli fov


Aku berjalan dengan girang di tengah hutan, akhirnya aku bisa bebas dari jendral Fu beserta prajuritnya, lagi pula siapa suruh mengawasi ku dengan sangat ketat, aku hanya ingin bermain, hanya bermain saja mengapa tidak izinkan, aku hanya ingin pergi bersenang senang dan menghabiskan waktu dengan bebas, tampa terikat dari yang namanya etika kebangsawanan, Tampa terikat dengan segala bualan dan permainan lidah rubah menyebalkan


"Bruk" Suara itu membuat ku menghentikan langkah, aku tersenyum geli saat melihat seorang pria menggunakan pakaian khas pendekar terjatuh di belakang ku, mengapa para pria masa ini suka sekali terjatuh dari langit, apakah sayapnya patah atau bagai mana?, ini jelas bukan pertama kali menemukan hal ini, pria yang jatuh dari langit?, hanya akan merepotkan Ku saja, aku menghela nafas pelan dan beranjak mendekat melihat keadaan si pria di depan sana


"Kau lagi?, pakah kau tidak bosan, setiap bertemu pasti kau selalu terjatuh dari langit, apakah kau benar benar manusia?, ah maksud ku apakah kau manusia bukan siluman, siluman bangau contohnya?" Ucap ku mengomel namun lagi lagi hanya di balas dengan keheningan, dan lagi lagi aku hanya bisa menghela nafas pelan, beranjak membantunya untuk duduk, aku tak mengenal si pria dengan jelas, yang pasti kami pernah bertemu beberapa kali dan cara pertemuannya pun tak pernah berubah, jatuh dan terluka


"Apakah kau terluka?" Ucap si pria, aku dapat melihat raut kecemasan di sana, ha?, apakah dia sakit?, apakah dia gila?, orang waras pasti bertanya seperti itu bukan

__ADS_1


"Sepertinya kau sedikit gila, kau yang terjatuh, mana mungkin aku yang terluka, kau Benar benar sakit" Ucapku memiringkan kepalaku sembari menatapnya lekat, si pria terlihat sedikit lebih ramah dari beberapa pertemuan sebelumnya, dan yah, tubuhnya terlihat sedikit pucat, apa dia sakit?, ah lupakan bukan urusan ku juga, tapi tunggu, apakah si pria sengaja mengikuti ku?, menguntit?, tapi untuk apa?, apakah dia orang orang ayah ku?, tapi mengapa hanya membuat ku repot dan mengapa ia berada di sini?, jika orang ayah ku bukankah seharunya ia membantu jendral Fu membereskan kekacauan,


"Mengakulah, siapa yang menyuruh mu mengikuti ku, aku sudah banyak menemui hal seperti ini, jika kau orang ayah ku katakan padanya tak perlu seperti ini, aku hanya ingin bermain bukan pergi bunuh diri, jadi tak perlu di awasi seolah tahanan" Ucapku, tak menyangka aku memiliki begitu banyak pengikut, dari yang bertopeng hitam hingga jubah merah, dari yang tinggi sampai yang pendek dan dari yang tampan sampai yang jelek, apakah aku sepenting itu hingga selalu mendapatkan bingkisan ini?, Naasnya ia tak menjawab dan malah jatuh tak sadarkan diri, hey bisakah kau sedikit kreatif?, setelah bertemu pasti pingsan, setelah melihat wajah ku pasti jatuh, aku marah sekali, apakah aku sejelek itu, tapi?, jika benar pasti matanya yang bermasalah, aku lihat di cermin wajah ku baik baik saja, bahkan cukup cantik, tapi kenapa pria ini suka sekali membuat ku kesal, saat aku sangat ingin meninggalkannya tapi hati nurani ku dan rasa kemanusiaan ku menolaknya, menyebalkan, sungguh wanita paling kalah dengan yang namanya perasaan dan hati, aku bahkan sempat berfikir kenapa aku harus selalu repot karenanya, namun?, mengapa aku bahkan tak bisa meninggalkannya, benar benar merepotkan


"Di masa depan jangan pernah tunjukan wajah menyebalkan itu, sangat tak berguna, mendatangi ku di saat saat masa sulit, kau pikir aku apa yang akan terus membantu" Omel ku kesal


"Xio bai" Ucapku dengan nada cukup keras dan dalam beberapa saat Xio Bai sudah berada di hadapan ku, tak lupa dengan wajah tampannya dan senyuman memikat itu, namun setelahnya wajah sumringah itu langsung berubah menjadi cemas


"Bisakah kau tidak cerewet, bawa dia ke penginapan terdekat, setelah itu kembali, dan buang pemikiran buruk dan berlebihan mu itu, jika bukan putri tuan Yu kenapa aku di sana, kau pikir orang mau memberi makan dan tempat tinggal yang layak pada orang asing" Omel Ku, aku jelas tak akan mengatakan pada siapapun mengenai identitas ku, pengalaman ku di masa lalu membuat ku tak begitu menaruh percaya pada orang di sekeliling ku, aku sudah pernah di khianati oleh sabahat ku sendiri mana mungkin aku melakukan kesalahan sama, meskipun aku tau jika mereka mungkin menyayangi ku, tapi?, aku jelas harus memikirkan segala kemungkinan, bahkan paling buruk, jika seperti ini saat aku di khianati ku aku tak akan merasa kecewa lagi

__ADS_1


"Dia lagi?, sebenarnya apa yang kau lakukan hingga ia selalu pingsan seperti ini" Ucap Xio Bai dengan nada tak suka, aku jelas tau apa yang ia pikirkan, namun aku memilih untuk tak perduli


"Aku tak melakukan apapun, ia selalu saja jatuh dari langit dan sangat suka pingsan di pangkuan ku, pria yang menyebalkan" Ucap dengan nada malas, aku tak melakukan apapun, ia jatuh sendiri dan pingsan sendiri, aku bahkan tak menyentuhnya


"Sudah lah tak perlu mengomel, bawa dia ke penginapan, aku akan kembali ke istana" Ucapku dengan nada malas dan segera beranjak meninggalkan hutan, biarkanĀ  Xio Bai yang mengurus ini, tak ada gunanya aku berada di sini, tubuh si pria cukup besar aku jelas tak sanggup mengangkatnya lebih lama


"Berhati hatilah nona"


"Iya, kau segera kembali setelah itu," Ucap ku dan beranjak meninggalkan si pria dan Xio Bai

__ADS_1


"Kau selalu saja merepotkanku, dan mengapa nona selalu saja memperdulikan mu, sungguh manusia yang merepotkan" Ucap Xian li ketus dan membawa si pria meninggalkan hutan


__ADS_2