Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Huruhara istana


__ADS_3

Malam sudah menjemput, aku berjalan pelan mengelilingi taman untuk menghirup udara segar, pembicaraan dengan Bou zi sudah selesai, dan sudah mengambil keputusan yang baik, aku hanya perlu lebih hati hati agar tak membuat ayah dalam masalah, tatapanĀ  ku terhenti di sebuah bangunan yang berada tak jauh dari tempat ku berdiri, itu adalah ruangan kerja milik ayah ruang tempatnya menyelesaikan segala dokumen yang akan menemaninya saat pagi hingga malam, dan saat ini bahkan tempat terlihat masih terang di saat malam sudah begitu larut, dan itu adalah pertanda jika ayah masih terjaga dan pastinya sedang menenggelamkan diri dengan setumpuk dokumen itu yang tak memiliki akhir itu


"Putri ini menghadap ayah" Aku tersenyum lebar menatap ayah ku dengan mata sayunya, di lihat dari manapun ayah ku jelas terlihat sangat kelelahan, namun tumpukan itu bahkan tak memberikannya waktu untuk beristirahat walau sejenak, dan aku jelas sangat tak menyukai hal itu, aku tak ingin ayah ku jatuh sakit hanya karena terlalu memaksakan diri, keadaan istana yang sedang kacau mengapa harus mereka yang mendapat imbasnya, bahkan mereka harus ikut repot karena masalah orang lain


"Ah anak ku tersayang, masuklah dan duduklah di hadapan ayah mu ini, sudah dua hari aku tak melihat mu, dan kau sudah semakin kurus saja"


"ayah, aku baik baik saja, ayah jangan mengejek ku, bahkan aku sudah begitu bulat seperti bakpao karena terlalu lama berdiam diri di kediaman"


"Keadaan di luar sedang tak baik, ah ada keperluan apa kau mengunjungi pria tua ini?, apakah Xiang Er memiliki keinginan?" Ucapnya dengan nada yang begitu lembut, aku menggeleng pelan sebagai jawaban, aku tak butuh apapun dan menginginkan apapun, aku hanya ingin melihat keadaan ayah


"Ayah akhir akhir ini kau terlalu sibuk bekerja ayah, walaupun tumpukan itu penting namun setidaknya beristirahat lah sejenak, tubuh ayah sedikit mengurus sejak beberapa minggu yang lalu" Ucapku sembari menuangkan teh ke gelas dan mengulurkan pada sang mentri


"Keadaan kerajaan sedang sangat tak menguntungkan untuk beristirahat putri ku" Ucapnya dengan helaan nafas


"Hari sudah sangat larut, ayah butuh istirahat agar bisa bekerja dengan baik besok" Ucap ku pelan sembari bergerak merapikan beberapa dokumen yang berserak di meja


"Huh" lagi lagi ku dengan helaan nafas itu


"Ayah, jangan menyimpan masalah mu sendiri, kau bisa bercerita, agar kau segera menemukan jalan keluar yang tepat, dan lagi kau tak bisa memaksakan diri seperti ini"


"Huh, yah keadaan kerajaan yang tidak baik baik saja membuat ayah sedikit cemas" Ucapnya menengadah menatap langit langit ruangan dengan tatapan kosong

__ADS_1


"Keluarga Yu kita hanya berpihak pada ke beneran, ayah tak perlu bimbang, jika tak ada pilihan lain maka aku sepenuhnya yakin dengan keputusan yang ayah ambil, kita hanya perlu menjadi pejabat yang jujur dan tak melibatkan diri dengan hal tercela itu" Ucap ku lagi


"Perebutan kekuasaan tak semudah itu, akan ada beberapa kubu yang akan menarik mu ke arahnya, jika tak memilih salah satu dari mereka maka akan berdampak sangat tidak baik untuk kita, dan jika kita memilih untuk bertahan dengan ketidak memihakan ini, maka akan sangat berbahaya, keluarga Yu bisa tertuduh sebagai pengkhianatan, keluarga Yu kita akan mendapat masalah yang sulit di selesaikan" Ucapnya, aku tersenyum samar dan kembali menuangkan teh, terdiam sejenak membiarkannya menikmati sensasi hangat dari teh tong jing yang paling terkenal di daratan ini


"Kehidupan bangsawan benar benar merepotkan, dan membingungkan" Ucap ku pelan


"Ayah merasa sedikit cemas dengan kakak mu" Ucapnya sembari meletakan gelas ke tempatnya


"Ada apa dengan mereka?" Ucap ku pelan


"Kudeta di lakukan oleh banyak pihak, ayah tak ingin kedua kakak mu berpecah karena hal ini" Ucapnya lagi


"Waktu berjalan dengan sangat cepat, bahkan tampa di sadari putri ayah yang manja ini sudah menjadi sosok yang sangat dewasa" Ucapnya sembari menatap ku dengan tatapan yang begitu lembut


"Ayah jangan menggoda ku" rengek ku, aku bahkan sudah tau kemana arah pembicaraan ini, bahkan aku juga sudah dapat menebak kemana pembicaraan ini akan berlabuh


"Rasanya baru kemarin kau menagis dan meminta ayah menggendong mu, namun hari ini kau menjadi taman ayah bercerita dan berbagi keluhan" Ucapnya lagi


"Ayah, berhentilah menggoda ku, sampai kapan pun aku hanya akan menjadi putri kecil ayah yang menggemaskan, aku hanya akan bersama ayah, hanya kita berdua, menghabiskan hari yang menyenangkan dengan penuh semangat"


"Jika begitu maka kaisar akan melajang seumur hidup" Ucap ayah yang membuat ku menjergit pelan

__ADS_1


"Apa hubungannya dengan pria tua itu" Ucap ku dengan nada tak suka, sudah bisa ku tebak arah pembicaraan namun entah mengapa aku merasa begitu muak saat seseorang berusaha mengungkit pria gila itu


"Putri ku, kaisar adalah sosok yang sangat mustahil untuk tersentuh, memikirkannya yang sangat terobsesi pada mu membuat ayah sangat, takut jika ayah bisa melindungi mu, takut ayah tak bisa membela mu dan membahagiakan mu di masa depan"


"Putri kecil mu ini bukan orang bodoh, ayah hanya perlu tenang dan menikmati hari dengan nyaman, kaisar bodoh itu aku yang akan mengurusnya, saat ini yang terpenting adalah waktu istirahat ayah, mari ku antar kembali ke paviliun, sudah waktunya untuk beristirahat dan tinggalkan pekerjaan ini untuk beberapa waktu saja"


"Kau sangat perhatian, terimakasih" Ucap ayah mengusap pucuk kepala ku dengan lembut


"Dengan senang hati terimakasih mu aku Terima ayah, kau harus beristirahat dengan baik, aku tak ingin melihat ayah ku sakit, karena aku akan sedih" ucap ku tersenyum lebar,


"baiklah, putri kecil ayah yang menggemaskan, ayah berjanji untuk tidak sakit, namun ayah tak berjanji untuk melakukan pekerjaan itu"


"ayah, jangan keras kepala, gunakan waktu isti


Rahat malam ayah dengan baik, karena ada banyak hal yang akan ayah kerjakan di siang hari, bekerja dengan paksa seperti ini hanya akan memperburuk kesehatan ayah"


"Baik lah baiklah, kau bahkan tak akan berhenti mengomel jika belum di turuti, dasar


gadis keras kepala"


"Gadis ini adalah putri mu ayah" Ucap ku terkekeh pelan sembari berjalan beriringan menuju paviliun milik ayah

__ADS_1


__ADS_2