Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Aku Sudah Di Sini


__ADS_3

Kaisar Wu menghela nafas pelan sembari mengelus rambut Yu Ahli dengan lembut penyesalan memang datang di saat akhir, saat seseorang sudah merasakan sampai ke titik hancur, dan hal yang paling ia sesali adalah karena ia yang tak ada saat gadis yang paling ia cintai berada di titik paling rendah, lagi dan lagi kaisar Wu hanya menghela nafas pelan, malam sudah begitu larut, dan Yu Ahli bahkan sudah kembali terlelap dalam mimpinya


"Maaf" Bisik kaisar Wu dengan nada nan begitu lembut, sembari mengecup kening sang cinta dengan penuh penyesalan, dengan gerakan pelan ia bergerak pelan menuruni ranjang, melangkah meninggalkan kamar dalam keheningan, ia tak bisa membiarkan saudaranya terlalu lama di dalam kesedihan seperti ini, ia harus menemukan titik terang dan membalas dendam atas segala rasa sakit yang telah dialami oleh Yu Ahli


"Bagai mana?" Ucapnya dengan nada dingin, ia memang salah karena telah meninggalkan Yu Ahli dalam waktu nan lama, ia memang bersalah karena telah membiarkan Yu Ahli melewati hari hari sulit itu sendirian, dan ia akan menebus segalanya, sampai ke lubang belut pun penjahat itu pasti akan ia temukan


"Kekacauan terjadi karena keserakahan dari salah satu putri mentri Yu sendiri" Ucap Chan Li dengan nada pelan, selama beberapa waktu terakhir ia memang tak berada di sisi Yu Ahli, hal ini di karenakan kaisar Wu yang harus menjalani pengobatan, dan itu jelas bukan hal yang mudah untuk di lalui


"Yu Ling shi?" Ucap kaisar Wu dengan datar, wanita ular itu, berani sekali ia mengusik dan merusak segala kebahagiaan orang yang ia cintai, bahkan gadis bermarga Yu itu Tampa ragu untuk membunuh ayahnya sendiri hanya karena keserakahan akan harta, wanita yang begitu jahat dan benar benar mempermalukan dunia


"Benar yang mulia, Yu Ling Shi, mendapat hasutan dari pangeran Lie yang sangat terobsesi dengan yang mulia permaisuri, karena kekeras kepalaan yang mulia permaisuri membuat pangeran Lie gelap mata dan memilih untuk menghancurkan keluarga Yu" Ucap Chan li lagi, ia sudah menyelidiki semuanya, pangeran Lie yang begitu kejam menghasut seorang putri untuk membunuh ayahnya sendiri, hanya karena sebuah obsesi tak berdasar


"Mereka sangat berani, mereka begitu berani membuat perkara dengan Zen, bahkan bermimpi untuk menjadi saingan cinta Zen, cih, apakah dia mampu? Apa kemampuannya hingga memiliki nyali untuk menjadi saingan Zen" Ucap kaisar Wu dengan nada kesal, ia yang merupakan kaisar dan penguasa dataran ini saja di acuhkan, apalagi dia?, Hanya seorang pangeran yang terlahir dari selir rendahan


"Namun yang mulia, keberanian itu muncul setelah mendapat dukungan dari pihak yang berkuasa" Ucap Xi Lin pelan


"Orang bodoh mana yang melakukan hal yang begitu menjijikan ini" Ucap kaisar Wu dengan nada rendah, ia adalah pemilik seluruh daratan ini, lalu?, Siapa yang begitu bodoh memilih untuk berurusan dengannya


"Raja Xi'ang" Ucap Xi Lin pelan, ia sudah memeriksa dengan baik dan yang ia temukan adalah sebuah kenyataan, raja Xi'ang yang takut jika kedudukannya terancam, sejak awal bahkan ia tak terlalu menyukai Mentri Yu yang memegang kendali penuh atas kerajaan ini, sebagai raja ia hanya menjadi pajangan saja, ia baru bisa mengambil keputusan setelah mendapat persetujuan

__ADS_1


"Bajingan Tua itu?"


"Hal yang tidak di ketahui oleh sang raja adalah rencana pemberontakan yang akan di lakukan oleh sang pangeran, pangeran begitu bersemangat menghabisi keluarga yu di karenakan keluarga yu yang terlalu setia pada raja, hal itu jelas akan membuatnya terusik, selagi kelurga yu berdiri maka memiliki tahta hanya sebatas mimpi bagi mereka" Ucap Chan Li lagi


"Mari kita lihat, apa yang akan mereka lakukan"


"Apakah kita akan menghabisi mereka?"


"Permaisuri Zen tak akan menyukai itu, untuk saat ini biarkan mereka menggap jika rencana mereka berjalan dengan baik"


"Apakah anda benar benar tak akan membalas untuk yang mulia?"


"Wow yang mulia, kemampuan bicara anda sudah semakin meningkat, bahkan anda sudah mengatakan begitu banyak kata dalam satu kalimat" Ucap Chan Li dengan penuh semangat, ternyata yu ahli memang benar benar merubah segalanya, kaisar kejam itu sudah kembali memiliki hati, gunung es itu bahkan sudah hampir longsor dan hanya akan tersisa seorang pria tampan yang bersemangat dan penuh cinta


Kaisar Wu menatap Chan Li dengan tatapan datar dan setelahnya kembali melangkah menuju kamar, ia tak akan mungkin meninggalkan permaisurinya sendirian


"Tenang saja, Zen berjanji untuk takĀ  menggangu proses balas dendam mu, namun Zen tidak berjanji jika tidak menjaga mu" Ucap kaisar Wu mengelus pucuk kepala Yu Ahli dengan lembut


"A.. ayah.. ibu.. jangan tinggalkan Xiang Er, ayah..." Suara itu berasal dari Yu Ahli yang masih berbaring di ranjang dan tentunya dengan mata yang masih terpejam

__ADS_1


"Jangan pergi,.. jangan.. Xiang Er takut.. Xiang Er tak ingin sendirian.. Xiang Er ingin ikut serta"


"Tidak boleh, sampai kapan pun kau tak boleh pergi dan meninggalkan Zen permaisuri" Ucap kaisar Wu cepat, ia sudah mendengar beberapa racauan dari Yu Ahli, namun untuk yang terakhir ia tak akan pernah membiarkan itu terjadi


"Jangan pergi" Ucap Yu Ahli sembari menggenggam erat tangan kaisar Wu yang sedari tadi di sisinya


"Zen akan selalu di samping mu, maafkan Zen yang sempat meninggalkan mu" Ucap kaisar Wu sembari merebahkan tubuhnya di samping Yu ahli, menarik tubuh yu ahli ke dalam pelukanya


"Tenang lah, Zen sudah di sini, Zen tak akan membiarkan siapapun menyakiti mu, jika itu terjadi maka Zen berjanji akan membunuh seluruh klan mereka" Ucap kaisar Wu dengan nada lembut, ia mengelus punggung Yu Ahli dengan penuh kasih


"Maaf" Ucap kaisar Wu berbisik pelan dan mengeratkan pelukanya, setelahnya tentu saja ia memejamkan mata untuk segera menyusul permaisurinya ke alam mimpi.


Di luar, Chan Li dan Ming Ji masih duduk di bawah pohon rindang


"Ming Er, jangan terlalu larut dalam kesedihan, saat ini yang mulia sudah berada di sisinya" Ucap Chan Li dengan nada lembut


"Nona menjadi begitu hancur, aku adalah pelayan yang tak berguna, aku pantas untuk mati" Ucap Ming Ji dengan nada menyesal


"Jangan menyalahkan diri mu semua terjadi begitu saja, aku yakin yang mulia permaisuri adalah gadis yang kuat, terlebih saat ini kaisar sudah kembali, kau bisa tenang" Ucap Chan Li dengan nada lembut sembari memeluk erat tubuh sang kekasih

__ADS_1


__ADS_2