
Aku mengeliat pelan, ternyata hari sudah beranjak malam, dan untuk kedua kalinya aku tertidur di pelukan pria gila ini, menyebalkan bahkan aku merasakan kenyamanan, dan tenang di sini, menyebalkan,
"Sudah bangun?" Suara serak khas bangun tidur itu menarik paksa aku dari lamunan ku,
"Lepas" Ucap ku tampa expresi, bagai mana bisa?, aku ketahuan menatapnya dan yah mengagumi ketampanannya, tidak tidak aku harus tenang dan tidak boleh gelagapan, hey jantung jangan berdebar seperti ini, pipi sialan jangan memanas gini, hanya seorang pria, ini masalah kecil bagi seorang yi yanli, pria bukan apa apa bagi sosok yi yanli dari masa modern
"Apakah kau tak ingin lanjut istirahat?, Zen akan menemani mu di sini, tidak ada bantahan" Ucap si pria, aku hanya bisa menghela nafas, dan apa itu?, tatapan hangat dan wajah yang di elus dengan begitu lembut, tolong lah jantung sialan jangan begini, jika sampai ketahuan aku berdebar kemana aku akan meletakan wajah ku, memalukan
"Saya lapar" Ucapku berdehem pelan, aku tak bisa lepas dari pria gila ini dan aku perlu tenaga, dengan makan aku bisa mendapatkan kekuatan itu dan tentu saja mendiamkan cacing yang pada demo sedari tadi
"Chan Li, Chan li, di mana dia mengapa tak datang?" Ucap si pria dengan wajah kesalnya, apakah ini benar benar pria yang ku tolong itu?, pria yang dingin bahkan tak mau di sentuh tapi nyatanya?, malah ia yang tak mau melepaskan ku, dan selalu menempeli ku setiap saat, benar benar kenyataan hidup yang menyebalkan
"Yang mulia sepertinya ini sedikit tak pantas, anda akan menjadi bahan olokan orang orang, lepaskan saya, saya, biarkan saya membersihkan diri" Ucapku, saat ini aku hanya menggunakan gaun tidur yang sedikit tipis, meski di zaman moderen ini biasa namun masa kuno ini?, sangat tidak pantas bukan?, setidaknya aku memiliki alasan untuk lepas dari pelukan ini, aku tak mungkin langsung memukulnya, karena aku tau hasilnya akan seperti apa, aku akan kalah dan ia memiliki kesempatan untuk memanfaatkan ku, sorry aja ya, aku belum siap buat yang gituan, masih 19 tahun coy, muda pake benget, walaupun Yi Yanli sudah dewasa tapi tubuh yang ku tepati hanya seorang gadis yang baru beranjak remaja, ngak boleh cinta cintaan, ku lihat kaisar bodoh itu menghela nafas dan dengan enggan melepaskan pelukannya, aku tersenyum lebar, akhirnya aku bisa lepas, aku beranjak turun untuk mengunakan pakaian yang lebih layak
__ADS_1
"Apa yang anda lakukan?" Ucapku saat tangan besar itu memakaikan jubah untukku, dan apa itu, nafasnya yang hangat berhembus di leher ku, hal itu tentu saja membuat tubuh ku sedikit merinding
"Membantu permaisuri Zen mengenakan pakaiannya, Zen tak sabar ingin membawa anda ke istana Zen" Ucap kaisar Wu tersenyum lebar, aku hanya memutar mata ku malas, siapa juga yang mau jadi permaisuri, siapa juga yang mau di bawa ke istana, aku tak akan memilih bangsawan untuk menjadi suami ku, enak saja, kalo dia mengambil seorang selir gimana?, demi apapun aku tak akan pernah menerima kedatangan orang ketiga, dan cara efektif membuang yang namanya selir adalah hidup dengan sederhana dan bahagia, uh masa depan yang menyenangkan
"Pria gila" Guman ku pelan, yang hanya dibalas dengan kekehan halus dari si kaisar gila ini, tapi ia lebih baik saat tersenyum, ia terlihat lebih.. sudah lah, apa yang ku pikirkan, mana mungkin aku mengakui jika ia terlihat lebih tampan jika tersenyum, aku benar benar gila jika terus seperti ink
"Bou zi" Ucapku pelan, pintu perlahan terbuka, Bou Zi berjalan pelan mendekati ku, sudah ku tebak, pasti hanya Bou Zi yang menjaga, Xio bai, akhir akhir ini ia terlihat sedikit sibuk, entah apa yang ia lakukan, aku tak ingin menunggunya, Ming ji, tentu saja melepas rindu bersama Chan Li, bagai mana pun, aku faham bagai mana kerinduan sepasang kekasih
"Panggil pelayan untuk menyiapkan air mandi ku, dan segera siapkan makan malam" Ucapku, biarkan tangan itu, ia akan lepas sendiri jika telah merasa lelah, yah semoga saja dia merasa lelah, berurusan dengan orang yang memiliki kekuasaan tinggi seperti pria gila ini benar benar menyebalkan, bahkan kedudukan keluarga Yu yang selalu ku banggakan tak berguna, paria ini bahkan melakukan apapun sesukanya tampa memikirkan rumor yang akan tersebar keluar, sepertinya penulis sedikit keliru saat menulis novel itu, mereka selalu mengatakan jika rumor adalah hal yang paling di hindari oleh orang orang kuno, mereka bahkan sangat memperdulikan hal itu, tapi pria gila ini?, jika tak salah ingat kami pernah di tangkap basa berbagi ranjang di Kerajaan Xiou Wan, dan kali ini?, apa lagi?, orang gila ini mengunjungi kediaman mentri Kerajaan kecil seperti Xi'ang?, dan tertidur di paviliun seorang nona muda?, yang selalu di kelilingi oleh segara rumor buruk, jika ia memiliki otak yang baik tentu saja ia akan merasa malu karena melakukan hal tak terhormat seperti ini, tapi nyatanya?, ya tanya ia tak memiliki otak dan urat malu, ah lupakan saja, sepertinya pengetahuan ku di novel tak bisa ku andalkan di sini, sangat berbeda dan menyebalkan, apa itu?, seorang selalu menyukai gadis cantik lembut dan juga anggun, tapi Yu Ahli beserta rumornya?, tak ada satupun yang bisa di lihat dari itu, tapi kenapa?, bahkan pangeran dari selir saja menolak dan kali ini aku malah terjebak dengan kaisar gila ini
"Mematuhi nona" Ucap Bou Zi setelahnya ia pamit undur diri
"Apakah anda sudah selesai?, jika sudah maka kembali lah ke tempat anda yang semestinya, yang mulia" Ucap ku ketus, aku bosan, semua orang mengekang ku, aku tak bisa melakukan ini, tak bisa melakukan itu, aku hanya ingin bermain dan menghabiskan waktu dengan bahagia seperti waktu lalu, apakah itu sulit?, menggoda bou zi, menjahili jendral Fu dan menindas Xio Bai dan Ming ji, tapi?, hari bahagia ku di ambil paksa oleh Kaisar bodoh ini
__ADS_1
"Zen tak akan pernah selesai permaisuri, Zen tak akan pernah selesai jika itu berkaitan tentang mu" Ucap Wu Liang masih memeluk pinggang gadis yang telah ia klim sebagai permaisurinya
"Yang mulai, pasti banyak hal yang harus anda selesaikan, saya tak akan menggangu" Ucapku dengan nada sopan, meskipun dia orang gila ia adalah kaisar dari Dinasti ini, aku tak mungkin menyinggungnya, aku tak ingin mati muda, apa lagi aku belum kawin, mama ngak aku belum mau mati
"Zen tidak terlalu sibuk, Zen akan kembali besok, malam ini Zen ingin menghabiskan waktu bersama dengan permaisuri Zen" Ucapnya pelan, aku menghela nafas pelan
"Lakukan sesuka anda yang mulia" Ucapku menghela nafas beranjak menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri, Setelah beberapa saat akhirnya acara mandi ku selesai, Ming ji pun sudah kembali dan membantuku untuk merapikan rambut, sedangkan pria gila itu?, tentu saja ia sedang menatap ku dari kejauhan, ia tak bisa di hentikan, dan tak ada yang berani mengusirnya, dan biarkan saja, dia menjadi penonton
"Apakah anda tak ingin membersihkan diri yang mulia" Ucapku pelan, aku lelah bahkan terlalu lelah untuk ribut, biarkan semua berjalan dengan normal, aku tak ingin ayah mendapat rumor buruk karena ke tidak sopanan ku, ayah pasti akan di cap sebagai ayah yang tak becus karena tak mendidik putrinya dengan baik, pria bodoh berhentilah membuat ku dalam masalah
"Zen telah membersihkan diri di kamar lain," Ucap Wu liang pelan
"Baiklah, pelayan siapkan makanan" Ucapku, para pelayan mulai berdatangan untuk mempersiapkan makanan, acara makan di lalui dengan keheningan, aku tak berniat membuka suara, apa lagi ribut, aku terlalu lelah, berhadapan dengan kaisar gila ini menghabiskan seluruh tenaga ku, setelah selesai aku memilih untuk kembali merebahkan tubuhku di peraduan, dan yah aku kembali terlelap dalam pelukan hangat seorang kaisar gila, aku tak bisa menolaknya, jika bukan karena terpaksa aku pasti telah menendangnya keluar dari halaman ku, enak saja blom nikah udah sekamar, seranjang, trus peluk peluk lagi benar benar gila, walaupun tak terjadi apapun antara kami tapi jika di dengar oleh orang awam maka mereka tentu memikirkan yang aneh aneh, ah lupakan saja sejak kapan aku meperdulikan orang lain, lupakan mereka, aku beserta otak kecil ku harus beristirahat, agar malam cepat berlalu, dan kaisar bodoh ini cepat pergi.
__ADS_1