Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Qing wa


__ADS_3

Malam sudah menyapa saat ini aku hanya sedang menikmati keindahan yang terjadi di paviliun, aku sudah berada di istana Xiou Wan, jendral Fu sampai saat sore hari dan langsung membawaku memasuki istana, aku tak bisa menolak dan di sinilah aku berada


"Keponakan ini menyapa bibi" Ucap seorang bocah berusia 8 tahun, ia mengejutkan ku, aku segera berbalik, mu dapati keponakan cantik ku berdiri dengan tersenyum lebar, ah ia sangat menggemaskan ternyata,


"Qing er" Ucapku tersenyum lembut,


"Apa yang sedang bibi lakukan?, apakah bibi tak ingin memeluk ku?" Ucapnya pelan, aku tersenyum dan langsung memeluknya serta mencium kedua pipi gembulnya, uh dia sangat menggemaskan ingin sekali aku cubit sampai puas, tapi aku masih menyayangi nyawaku, raja akan memotong kepala ku jika aku melakukan hal itu pada putri tunggalnya, raja kerajaan Xiou Wan ini adalah raja yang hanya memiliki satu permaisuri tampa selir, dan itu adalah kakak ku, Yu Ming Li, ia sangat beruntung menikahi pria yang sangat mencintainya, di seluruh daratan cina bagian timur ini hanya beberapa raja yang hanya memiliki satu permaisuri dan kakak ku salah satunya, dan aku tak akan mau kalah dong sama kakak ku, aku sangat tak menoleransi sebuah pengkhianatan, dan dalam jenis apapun itu,


"Tidak ada, mari mencari tempat yang lebih nyaman" Ucapku, aku menggendongya dan beranjak menuju gazebo yang berada tak jauh dari tempat ku tadi


"Bibi, apakah paman jendral tidak datang?" Ucap Qing Wa pelan,


"Hm paman jendral masih memiliki banyak urusan Kekaisaran, hm bagai mana dengan pelajaran Qing er?" Ucap ku pelan


"Hm, masih seperti biasa bi, nyonya Young sangat membosankan" Ucap Qing Wa menggembungkan pipinya kesal, ia baru saja menempuh pembelajaran namun mengapa harus di hadapkan dengan guru yang sangat membosankan ini


"Yaa, memang belajar sangat tidak mengenakan" Ucapku menangkup pipinya pelan


"Bi, apakah mau menemani ku bermain? "


"Malam sudah larut Qing er, hm lebih baik Qing er segera beristirahat,"


"Berjanji terlebih dahulu"


"Janji seperti apa yang Qing er inginkan?" Ucapku


"Bibi akan menemani ku bermain ke pasar besok, aku sangat penasaran dengan luar tembok kerajaan"

__ADS_1


"Tidak masalah, asal mendapat izin dari Ayah dan bunda mu, bibi akan mengajarkan mu bagai mana cara bersenang senang" Ucapku terkekeh pelan, kapan lagi memiliki kesempatan bermain ke pasar kota secara resmi, ia tak bisa bergerak bebas beberapa hari kedepan, dan itu di sebabkan oleh panjagaan dari jendral Fu yang sangat ketat itu, uh menyebalkan memang


"Baik lah, Qing er mohon diri" Ucap Qing wa tersenyum senang, ia akan keluar tembok kerajaan besok, tentu saja ia merasa senang karena dapat melihat keindahan dunia yang selama ini ia impikan, ia sudah berumur 8 tahun namun ia bahkan tak pernah menghirup segarnya udara di luar tembok kerajaan, Ayah dan Ibunya sangat ketat,


"Ming ji bahkan makanan lezat ke mari, aku merasa lapar" Ucapku pelan,


"Makan malam di atas jam tujuh tidak baik untuk kesehatan dan tubuh anda" Ucap Ming ji pelan


"Ah sekali tak masalah bukan?, aku merasa lapar setelah bermain seharian, apakah kau tak mengasihani ku" Ucapku merengek, yah beginilah sifat ku di hadapan Ming ji, lagi pula kami teman, tak masalah kan?


"Tapi nona?"


"Aku tak ingin bicara dengan mu" Ucap ku pura pura merajuk, kulihat perubahan dari wajah Ming ji, dan itu sangat menggemaskan


"Ini yang terakhir" Ucap Ming ji lagi, aku mengguk pelan, lagi pula aku sudah terbiasa makan, bahkan aku makan banyak saat menikmati malam di pasar kota, dan tentu saja di kerajaan Xi'ang,


"Nona" Ucap Ming ji pelan, aku menghela nafas pelan, sudah lah tak perlu di fikirkan, makanan sudah tersaji di depan ku, yah aku tak mungkin menolaknya


"Kau makan lah, makanan ini sangat lezat" Ucapku yang hanya di balas dengan gelengan pelan, ternyata Ming ji adalah salah satu gadis yang sangat memperhatikan tubuhnya,


"Baik lah, jika kau tak mau maka ku habiskan sendiri" Ucap ku menaikan bahu dan sibuk menyantap ayam bakar kesukaan ku ini


"Nona, kurangilah sedikit"


"Ini salah mu, mengapa kau membawa makanan yang begitu lezat ke mari, jangan  salahkan aku jika aku menghabiskannya" Ucapku pelan, aku menikmati acara makan ku dengan tenang, Ming ji hanya memandangi ku, tak masalah kau tak akan langsung gendut saat makan malam,


"Aku kenyang sekali" Ucapku mengelus perutku yang penuh, sungguh makanan lezat adalah hal yang sangat sulit di tolak, Ming ji hanya mendengus pelan, ia meminta beberapa pelayan untuk membereskan sisa makanan ku, sedangkan kami beranjak menuju jembatan untuk menikmati bulan lebih dekat

__ADS_1


"Nona, udara sangat dingin, dan malam pun sudah semakin larut, akan lebih baik jika kembali ke kamar" Ucap Ming ji pelan


"Sebentar lagi, jika kau lelah kau kembali lah, aku masih ingin menikmati cahaya bulan" Ucapku sembari menatap rembulan malam yang begitu indah, ku dengar ia menghela nafas dan meninggalkan ku,


"Udara semakin dingin, gunakan jubah yang lebih tebal nona" Ucap Ming ji memasangkan jubah bulu rubah ke tubuh ku, aku hanya mengguk pelan sebgai jawaban


"Akhir akhir ini terlalu tenang" Ucapku pelan


"Semoga saja ini bertahan lama" Ucapnya pelan


"Aku merasa khawatir, khawatir jika para rubah itu tengah menyusun rencana besar" Ucapku pelan


"Tenang lah nona, semua pasti baik baik saja, anda tak perlu cemas" Ucap Ming ji pelan, aku hanya menghela nafas,


"Mari kembali" Ucapku pelan, yah Ming ji pun terlihat sedikit gelisah, entah apa yang ia fikirkan, ku lihat tatapannya kosong


"Ah mari nona" Ucap Ming ji dengan  wajah yang sedikit kaget


"Ada apa?, tak biasanya kau melamun" Ucap ku pelan


"Aku hanya merasa khawatir"


"Ada apa?, terjadi masalah?"


"Aku dapat melihat jika pengeran ke empat menargetkan nona, aku merasa sedikit cemas" Ucap Ming ji pelan, siapa yang tidak tau jika seorang Yu Ahli telah mengejar pangeran Lie Wang selama bertahun-tahun, aku tau Ming ji pasti khawatir jika aku goyah dan kembali menginginkannya


"Kau tak perlu cemas, biar Xio bai yang mengatasinya" Ucapku pelan, pangeran Lie Wang tak terlalu berbahaya, meskipun ia adalah spesies pria mata keranjang tapi ia masih sangat menjaga reputasinya, dan ia tak akan bertindak ceroboh.

__ADS_1


"Benar, aku hanya terlalu memikirkannya, mari kembali" Ucap Ming ji, keduanya beranjak meninggalkan taman menuju kamar untuk segera meng istirahatkan diri, ada banyak hal yang akan ia lakukan besok, ia harus bersiap, dengan baik, ini adalah pengalaman pertamanya keluar dari Kerajaan dengan di temani kponakan kecilnya, dan yah uang adalah hal yang paling penting


__ADS_2