
Waktu berjalan begitu saja, hari hari berlalu dengan begitu lambat, seolah penderitaan ini tak memiliki titik akhir yang pasti, di atas ranjang nan mewah milik kerajaan Xiao wan tubuh Yu Ahli masih terbujur kaku,
Mata indah itu bahkan masih begitu setia terpejam seolah benar benar tak ingin untuk membukanya lagi, di sisi lainya masih terduduk seorang wanita cantik bersama wajah sembabnya, ia adalah Yu Ming Li, orang yang sangat menyayangi Yu Ahli melebihi dirinya sendiri, ia masih bertahan meskipun beberapa tabib sudah meminta nya untuk segera melepaskan kepergian saudaranya dengan ikhlas,
Namun ia akan selalu pada pendiriannya, ia tak akan membiarkan saudaranya pergi, ia sudah mengalami begitu banyak kehilangan dan ia tak ingin kehilangan saudaranya lagi, para tabib bahkan mengatakan jika hanya keajaiban lah yang mampu menarik Yu Ahli kembali ke alam sadarnya, namun dengan keras kepala ia menolak,
Adiknya baik baik saja, adiknya adalah gadis yang sangat kuat, ia Tak akan percaya jika adiknya pergi dengan cara seperti ini, adiknya bahkan sangat bersemangat dan kuat, ia percaya jika saat ini adiknya hanya terlalu terlena di alam mimpi, ia terlalu larut di sana hingga enggan untuk terbangun dan melihat dunia yang kejam ini,
Sebagai seorang kakak ia jelas menghargai keputusan saudaranya, ia yakin selama apapun adiknya terlelap suatu saat pasti akan ada masanya saat mata indah itu kembali terbuka dan dengan berani menerjang dunia yang kejam ini, rumor bahkan sudah menyebar di seluruh kerajaan Xiao Wan ini,
Rumor yang mengatakan jika permaisuri Ming Li yang bijaksana, cantik dan begitu agung menjadi gila karena kehancuran keluarganya, tak sedikit orang yang mencelanya, dan menyebarkan rumor yang tak berdasar itu namun?, Ia bahkan tak akan pernah ingin perduli dengan ucapan dan pandangan orang orang pada dirinya, Apapun yang terjadi ia tak akan menyerah, ia akan melakukan apapun demi nyawa sang saudara
Hingga pada akhirnya keajaiban itu datang tangan kecil Yu ahli perlahan bergerak membuat Ming Li yang berada di sampingnya dengan segera berteriak memanggilkan tabib, ia begitu bahagia saat melihat tanda tanda kehidupan yang kembali
"Segera bawa tabib Yun datang" Suara menggelegar Ming Li bahkan terdengar hampir di seluruh kediaman anggrek ini, ia yakin akan ada masanya, ia bahkan tak keberatan jika harus menunggu, satu Minggu dua Minggu, sebulan atau bahkan satu tahun, ia yakin dan percaya jika saudaranya tak akan melepaskan nyawanya dengan begitu mudah, ia yakin itu
"Xiang Er, bertahan lah, jie tau kau adalah gadis yang sangat kuat" Ucap Ming Li menggenggam tangan saudaranya dengan erat, sembari tersenyum dengan penuh bahagia
"Jie tau, jie tau jika kau kuat, jie juga tau jika mereka semua hanya berbohong, mereka berbohong dengan mengatakan kau tak bisa terselamatkan lagi mereka berbohong hanya untuk membuat Jie kehilangan diri mu, mereka benar benar tak mampu menjadi tabib, jika kau sembuh tentu saja tak akan keberatan bukan jika Jie membunuh para mahluk tua tak berguna itu, mereka sudah mengatakan hal buruk tentang mu, Jie jelas tak bisa mendiamkan hal itu, Jie akan membayar lunas atas segala kesulitan yang kau alami selama ini" Ucap Ming Li dengan nada pelan pelan,
Benar ia sudah membunuh puluhan tabib selama hampir dua bulan ini, tabib yang dengan lancang memastikan kematian saudaranya, selama ini bahkan ia bertindak seolah bukan seorang Yu Ming Li yang selama ini di kenal oleh rakyat Xiao wan ini, setelah kehancuran keluarganya Yu Ming Li yang anggun menjadi monster ganas yang akan menghabisi siapapun yang membuatnya tak bahagia
__ADS_1
"Menghadap yang mulia" Ucap seorang pria paruh baya membungkam tubuhnya sebagai salam hormat pada sang permaisuri,
Wajah sang permaisuri bahkan tak jauh lebih baik dari yu ahli yang terbaring di ranjang, begitu pucat, begitu sembab dan lingkaran mata yang menghitam di karenakan kurangnya waktu beristirahat
"Segera periksa keadaannya tabib" Ucapnya pelan, sang tabib mengguk patuh dan melangkah pelan mendekati tubuh Yu Ahli yang masih terbaring kaku tak berdaya, tangan tua itu mulai bergerak untuk memeriksa denyut nadi milik Yu ahli
"Bagai mana tabib?" Ucap Ming Li tak sabar
"Ming Er biarkan tabib memeriksa dengan baik terlebih dahulu" Ucap raja Xiao Wan dengan nada pelan,
Sejak kejadian hari itu permaisurinya tak pernah kembali ke kediamannya, sejak hari itu ia bahkan mendengar begitu banyak hal mengerikan yang di lakukan oleh sang permaisuri, namun meskipun begitu ia tak pernah merasa keberatan,
Selama permaisurinya bahagia ia akan mengorbankan puluhan, ratusan bahkan ribuan nyawa manusia,
"Tenanglah Ming Er, biarkan tabib yang memeriksa" Ucap raja Xiou dengan nada lembut,
Sebelumnya sempat mendengar teriakan menggelegar milik sang permaisuri, dari itu ia bergegas mendekati kamar yang di tempati permaisuri dan Yu Ahli, sejak kekacauan hari itu ia memindahkan kamar dan ruang kerjanya, ia tak akan pernah bisa tenang saat permaisuri tak berada dalam pengawasannya
"Yang mulia, bukankah sudah ku katakan?, Mei mei akan segera bangun, dan lihat lah, tangganya bahkan sudah mulai bergerak" Ucap Ming Li dengan nada lembut
"Semua berkat ketulusan doa mu Ming Er" Ucap raja Xiao wan pelan, yang hanya di balas anggukan pelan oleh Ming Li
__ADS_1
"Bagai mana keadaanya" Ucap raja Xiao wan
"Keadaan nona sudah perlahan membaik, dalam hitungan hari ia akan membukakan matanya, biarkan ia beristirahat dengan baik" Ucap sang tabib pelan
"Baiklah"
"Hamba mohon diri yang mulia" Ucap sang tabib dan setelahnya segera meninggalkan kamar milik Yu ahli
"Apakah kau mendengarkan yang di katakan tabib Ming Er?, Dia hanya membutuhkan waktu istirahat dengan baik"
"Aku sangat cemas yang mulia"
"Apakah Ming Er tak mengasihani ku, sudah berapa lama Ming Er membiarkan aku sendirian?, Sudah berapa lama Ming Er tak menemani ku tidur, dan sudah berapa lama Ming Er membuat ku tak beristirahat dengan baik" Ucap raja Xiao wan menatap lekat mata permaisurinya, melihat tatapan itu Ming Li jelas mengetahui kemana arah pembicaraan tersebut
"Yang mulia, aku masih dalam masa berkabung, dan masih memiliki waktu dua bulan kedepan" Ucap Ming Li dengan tegas, ayahnya baru meninggal beberapa waktu yang lalu, dan ia jelas harus berkabung untuk ayahnya
"Baiklah baik lah, jika tak memikirkan ku setidaknya pikirkan kesehatan mu dan Qing Er"
"Aku tak mau meninggalkan paviliun anggrek ini"
"Baik lah baik lah, masih begitu banyak tempat di sini, mengapa kita tidak berada di salah satunya"
__ADS_1
"Yang mulia, saat ini aku sedang bersedih, jangan sesekali menggoda ku"
"Baiklah baiklah, Ming Er ku memang sangat menggemaskan" Ucap raja Xiao wan dan setelahnya sepasang suami istri itu bergerak meninggalkan kamar untuk membiarkan yu ahli beristirahat dengan baik