
"Yang mulia putra mahkota hentikan ini, lihat lah, bahkan orang yang kalian perebutkan sudah pergi" Ucap Chan Li pelan, sang putra mahkota menghela nafas kesal setelahnya segera meninggalkan tempat pertarungan, toh orang yang di perebutkan telah pergi, tidak ada guna lagi meneruskan pertarungan ini
"Yang mulia, redakan amarah anda" Ucap Chan Li pelan, kaisar Wu liang menghela nafas kesal dan menghempas lengan jubahnya dengan kasar
"Siapa dia" Ucapnya dingin sembari menatap nyalang pria kecil yang baru saja berlalu, mahluk itu sungguh tak sopan berani mengusik seorang kaisar, pemuda itu benar benar bernyali besar
"Dia adalah putra mahkota dari kerajaan ini yang di didik di bawah naungan permaisuri" Ucap Chan Li pelan, tak ada jawaban dari sang tuan, Kaisar Wu menghela nafas kesalĀ dan segera meninggalkan Chan Li sendirian
"Aku di tinggal lagi, dan lagi benar benar menyebalkan dan bernasib malang, apakah kalian tau betapa sedihnya di tinggalkan sendiri" Ucap Chan Li dengan penuh dramatis setelahnya tentu saja ia juga ikut pergi, emang mau ngapain di sini sendirian?, tak ada yang bisa ia lakukan, akan lebih baik mengikuti sang tuan, setidaknya ia bisa menjadi penegah dari tuan dan putra mahkota di Kerajaan ini
"Jie" Ucap putra mahkota pada ku, aku hanya menatapnya sekilas
__ADS_1
"Yang mulia, duduk lah, Ming ji segera siapkan teh dan kudapan untuk putra mahkota" Ucap ku pelan
"Bagai mana perkembangan belajar anda yang mulia" Ucap ku membuka suara sembari menuangkan teh ke dalam gelas kecil di hadapan ku, setelahnya aku mendorongnya mendekat ke hadapan sang putra mahkota
"Kita sudah tak bertemu dalam waktu lama, bahkan jie tak mempertanyakan keadaan ku"
"Yang mulia, anda adalah pemuda yang di didik di bawah naungan saya, jelas saya harus memantau perkembangan anda, dan memastikan jika anda berlatih dengan baik" Ucap ku lagi
"Bagus, anda adalah pemuda yang cerdas dan sangat cepat tanggap, bahkan saya bahkan tak pernah mendengar keluhan dari guru tua itu, teruslah belajar agar di masa depan anda mampu menjadi pemimpin yang baik untuk kerajaan knk" Ucap ku pelan, benar sekali, saat di awal putra mahkota datang mereka selalu mengeluh pada ku karena ulah putra mahkota yang benar benar merepotkan, dan dalam waktu dekat ini semua keluhan itu sudah perlahan menghilang
"Menjauh darinya" Ucap seorang pria tampan menjauhkan sang putra mahkota dari samping ku
__ADS_1
"Jie, dia?"
"Ah dia, mahluk tersesat di kediaman yu ku ini" Ucap Ku menghela nafas pelan, sang putra mahkota hanya mengguk pelan sebagai tanggapan
"Lekas membungkuk dan memberi hormat pada Zen" Ucap sang kaisar dengan bangga
"Apakah seorang kaisar besar sangat gila akan hormat" Ucap sang putra mahkota, aku memijit kening ku kesal, hey aku sedang tidak baik baik saja loh, mengapa harus berdebat di depan ku, cari tempat lain saja
"Kau!!" Ucap kaisar mengeram kesal, sedangkan aku?, aku hanya menatap keduanya jengah, dunia memang penuh tipuan dan rumor bahkan sangat tak dapat di percaya
"Sudahlah, Ming ji bawakan makan siang" Ucap ku pelan, jujur saja aku merasa jengah dan muak jika harus melihat perdebatan antara keduanya, mereka hanya akan membuatnya tambah pusing, dari itu akan lebih baik menghindari sebuah perdebatan
__ADS_1