
"Yang mulia" Ucap Chan Li pelan, saat ini ia sedang berlutut di tengah lapangan, meski ia sudah menceritakan segalanya panjang kali lebar namun bahkan itu tak membantu untuk lepas dari sebuah hukuman, Chan Li menghela nafas pelan, sungguh nasib yang malang, sudah jatuh tertimpa tangga lagi, nasib nasib
"Sudah lah saudara ku" Ucap Xi Lin pelan, Xi lin bahkan juga ikut mendapat hukuman karena ulahnya yang mengompori sang kaisar, dan di sinilah mereka berada di lapangan yang begitu panas, dan dengan kondisi berlutut
"Tapi aku masih tak percaya, jika kau sangat cantik mengunakan?" Ucap Xi lin yang masih menggoda saudaranya, ia bahkan tak percaya dari ke enam keindahan itu yang original hanya dua, selebihnya kw semua
"Berhenti menggoda ku, atau aku akan berdoa supaya kau menjadi perjaka tua sampai mati" Ucap Chan Li kesal, ia sudah menjadi bahan olokan di valium sang permaisuri, menanggung ke marahan kaisar dan yah mendapat hukuman seperti ini
"Ah kau ini, mentang mentang sudah memiliki kekasih, mendoakan saudara sendiri dengan begitu kejam" Ucap Xi lin menggeleng pelan, apa itu?, pejaka tua?, bukankah ini adalah doa yang sangat mengerikan, meski ia tak memiliki kekasih ia tak akan sudi menjadi perjaka tua, yang benar saja, hidup sendiri saat semua orang hidup bahagia dengan pasangan mereka
"Maka diam dan jalani hukuman mu" Ucap Chan Li kembali fokus ke depan, ia berharap waktu berjalan dengan cepat
Chan li menghela nafas pelan, mentari sudah kembali ke persembunyian, dan itu berarti hukuman sudah berakhir, dengan malas ia perlahan berdiri
"Kau segeralah beristirahat, kau menghadapi hari yang berat, aku akan menemui yang mulia" Ucap Xi lin pelan, keduanya sama sama di hukum berlutut selama hampir 11 jam,
"Beristirahat lah dengan baik" Ucap Xi lin menepuk pundak Chan Li pelan, setelahnya ia segera meninggalkan Chan Li untuk segera menuju tempat sang kaisar
"Menghadap yang mulia" Ucap Xi lin pelan, ia datang dengan peralatan medisnya, yah sudah waktunya pemeriksaan dan minum obat, kaisar tak boleh melewatkan itu, jika ia tak minum obat maka ia akan semakin merasa kesakitan
"Bagai mana menurut mu?" Ucap sang kaisar pelan, kaisar semakin gila beberapa waktu belakangan ini, meskipun mereka tumbuh bersama namun bahkan kaisar tak pernah terlihat seperti ini, bahkan ia bertanya hal yang sama berkali kali, nona muda kediaman Yu memang telah berhasil membuat gunung es ini menggila, sungguh cinta adalah hal yang aneh
"Yang mulia, jendral ying menghadap" Ucap salah seorang prajurit membukukuk di hadapan sang kaisar
__ADS_1
"Suruh dia masuk" Ucap sang kaisar pelan, wajah frustasinya hilang entah kemana, bahkan Xi Lin merasa jika tuanya semakin pandai berexpresi sekarang, tentu saja ia bersyukur, sejak kematian sang ibu 12 tahun lalu sang kaisar yang ceria berubah menjadi sosok yang dingin dan kaku, tak menyangka jika cinta bisa membuat gunung es ini melelah,
Seorang dengan pakaian jendralnya beranjak masuk, dan memberi hormat pada sang kaisar
"Yang mulia, pemberontakan di perbatasan timur telah selesai, peperangan di menangkan oleh jendral Yu, mereka akan kembali ke Kekaisaran lusa" Ucap seorang yang merupakan berlutut di hadapan sang kaisar
"Baiklah, buat penyambutan untuk para jendral dan prajurit yang berjuang" Ucap sang kaisar pelan
"Mematuhi yang mulia" Ucapnya dan segera meninggalkan ruangan
"Sudah waktunya minum obat yang mulia" Ucap Xi lin mengulurkan sup obat yang selalu menemani hari harinya
"Berapa lama lagi akan selesai?" Ucap sang kaisar pelan
"Jika aku tak bersabar maka aku sudah terbang ke kediaman permaisuri ku" Ucap sang kaisar ketus, ia beranjak duduk di kursi kebesarannya setelah itu?, tentu saja sibuk dengan dokumen yang banyak itu
"Yang mulia, waktunya anda beristirahat" Ucap Xi lin pelan
"Aku akan kembali beberapa saat lagi, kau kembali" Ucap sang kaisar masih sibuk dengan tumpukan kertasnya, setelah menghela nafas pelan ia beranjak meninggalkan ruang kerja sang kaisar, ia akan kembali ke valiumnya melihat ke adaan saudaranya, ia terlihat sedikit tak baik
"Apa yang kau lakukan di sini? " Ucap chan li saat Xi lin masuk ke kamarnya tampa permisi
"Duduk lah, dan tenang, waktu pemeriksaan" Ucap Xi lin pelan
__ADS_1
"Kau ini kenapa?" Ucap Chan Li merasa sedikit curiga dengan melakukan saudaranya ini, jika ia tak salah jika beberapa waktu lagi ia akan menjadi korban kejahilan saudaranya
Xi lin diam tak menanggapi, ia beralih mendekati si Saudara dan
"Bugg" Pukulan itu berhasil membuat Chan Li meringis pelan, sekuat apapun ia menyembunyikan lukanya pasti tak akan lepas dari mata elang Xi lin
"Kau ini apa apaan sih?" Ucap chan li pelan, memegang dadanya yang terasa sedikit sakit
"Luka seperti ini adalah hal yang wajar untuk seorang pendekar, lepas lakaianmu" Ucap Xi lin pelan, ia sudah bersiap mengeluarkan beberapa ramuan untuk menjadi obat luar luka yang di alami saudaranya
"Tenyata tak ada yang bisa sembunyi dari pengawasan mu" Ucap Chan Li terkekeh pelan,
"Lain kali katakan jika terluka" Ucap Xi lin setelah membaluti beberapa luka yang berada di tubuh saudaranya
"Begitu banyak orang yang ingin mencelakai permaisuri bagai mana mungkin aku tak mendapat luka, aku lebih baik mendapat ribuan sayatan pedang dari pada harus menanggung amukan yang mulia karena permaisurinya terluka" Ucap Chan Li menghala nafas pelan, nyatanya memang seperti itu, setiap hari selalu saja ada yang berniat mencelakai, entah dari pihak saudara perempuan, Selir bahkan pangeran Lie Wang sekalipun, pangeran ke tiga itu masih terobsesi pada yu ahli
"Bukankah ada banyak yang mengawal permaisuri di sana?" Ucap Xi lin pelan, permaisuri memiliki dua pengawal hebat, mengapa harus saudaranya yang mengatasi ini?, lalu para pengawal itu untuk apa?
"Mereka tentu saja menyelesaikan pekerjaan yang lain, kau fikir permaisuri itu gadis yang manis dan penurut?, banyak hal yang sangat merepotkan untuk mereka lakukan, bahkan aku yang baru menujukan wajah sekali tak lepas dari kekejamanya" Ucap Chan Li menghela nafas pelan, ia bahkan masih sangat ingat saat nona muda keluarga Yu itu membuatnya melenggok lenggok bahkan mengalahkan bunga bunga rumah bordir, bahkan saat kembali pun ia harus mendapat kemalangan, kenapa ia harus mengetahui rencana penyerangan itu, benar benar bernasib malang, setelah selesai meladeni Yu Ahli bermain ia harus menghadapi beberapa orang bayaran hingga meninggalkan beberapa luka di tubuhnya, dan saat Kemabli pun ia tak bisa bernafas lega, karena harus di introgasi dan menerima hukuman dari sang atasan
"Baik lah, baik lah, kau bisa segera beristirahat, kau masih memiliki banyak pekerjaan besok, permaisuri memang bukan wanita yang mudah untuk di atasi" Ucap Xi lin membereskan peralatan medisnya dan segera meninggalkan kamar sang saudara
"Hari yang benar benar melelahkan" Ucap Chan Li menghela nafas pelan dan merebahkan tubuhnya dan beristirahat, untuk mengumpulkan tenaga di esok hari.
__ADS_1