
"Nona kemana saja kau?, perdana menteri sangat cemas" Ucap Ming ji, dan yah acara mengomel akan di mulai mari bersiap menutup telinga, seperti biasa mahluk ini akan memulai sesi mengomel rianya
"Nona, anda pergi begitu saja, saya sangat takut nona, berjanjilah itu tidak melakukan itu lagi di masa depan" Ucapnya yang malah terisak
"Hey, sudah lah, kau berlebihan sekali, aku baik baik saja, masih bernyawa dan kembali dengan tubuh yang utuh, jangan menangis, dari pada kau sibuk menghabiskan air mata mu lebih baik kau siapkan aku air mandi, tubuh ku sudah terasa lengket karena berkeliaran seharian" Ucapku cepat, oh tidak jangan biarkan dia mengoceh, ia sangat betah jika di biarkan begitu saja
"Baik nona" Ucap Ming Ji menepis air matanya
"Kau cengeng sekali nona Ming" Ucap Xio Bai terkekeh pelan, yah keduanya memiliki tuan yang sama dan cukup sering berinteraksi,
"Kau selalu mengejek ku, apa kau tau bagai mana khawatirnya aku?, hanya nona satu satunya penopang kehidupan ku, jika nona pergi bagai mana mungkin aku mampu melanjutkan kehidupan ku ini" Ucap Ming ji merengek, nonanya ini sangat suka melakukan hal sesuka hati, ia tak ingin
"kemanapun aku pergi jelas rumah tempat ku berpulang, kau ini selalu memikirkan hal yang tidak berguna, segera panggilan Xio Bai dan pria yang datang bersama ku tadi" Ucapku pelan
"Dia siapa nona?"
"Bandit gunung, pembunuh bayaran, penculik dan penolong" jawab ku dengan nada ringan
"Lalu mengapa Anda membawanya ke kediaman?, bukankah itu membahayakan anda nona, ku mohon jangan lakukan hal yang membuat ku mati muda" Ucap Ming Ji merengek dan tentu hanya ku balas dengan kekehan ringan
__ADS_1
"Tentu saja memperkerjakannya apa lagi, lagi pula siapa yang berani pada ku, aku adalah gadis yang cerdas dan kuat, aku sudah mempertimbangkannya"
"Tapi nona, bukankah sangat bahaya, menyimpan penjahat di kediaman" Ucap Ming Ji pelan
"kejahatan terjadi karena kesempatan dan tekanan, cara mengantisipasinya itu mudah jangan beri dia kesempatan dan jangan buat dia merasa tertekan, maka kejahatan itu tak akan terjadi, sudah lah, jangan terlalu cerewet aku tau apa yang ku lakukan" Ucap ku, Ming hanya bisa menghela nafas pelan
"Ada yang anda inginkan nona?" Ucap Bao Zi formal, kedua pria tampan itu melangkah pelan mendekat ke arah ku
"Hey kau terlihat manis jika begitu, tapi aku tak suka, jangan terlalu formal, Xio Bai, kau hanya perlu memastikan kemanan kerajaan ini, aku tak ingin terjadi hal yang buruk saat hari ulang tahun kakak pertama, dan kau Bao Zi kau hanya perlu mengawasi kakak ketiga ku, jangan sampai lengah, mereka benar benar akan membuat mu kerepotan" Ucap ku pelan, sebenarnya ini sedikit berlebihan, menggunakan Bao Zi untuk mengawasi putri Selir itu, tapi tak masalah, aku tak ingin terjadi hal apapun di perayaan nanti, aku yakin pasti para rubah sudah menyiapkan rencana besar untuk menjebak ku
"Mematuhi nona"
"Ah iya bukankah kau mengatakan jika ibumu tinggal di pinggiran hutan?, kau bisa membawanya ke kerajaan Xi'ang dan tinggal bersama di kediaman mentri, agar kau mudah menjaganya" Ucapku pelan, aku hanya ingin membuat Bou Zi dekat dengan keluarganya, lagi pula pelayan di paviliun ku cukup baik, aku yakin keduanya akan nyaman
"Ada begitu banyak pelayan yang mengurus vapiliun ku, tenga ibu mu tak ku butuhkan, tapi dirimu tentu menginginkan keluarga mu aman kan?, para organisasi itu mungkin akan mencelakai orang tuamu jika tau kau tak mati dalam penyerangan itu, jangan berfikir terlalu jauh, aku bahkan tak sekejam itu" Ucapnku pelan, aku tak terlalu menginginkan pelayan, aku hanya tak ingin memisahkan keluarga yang harmonis, karena pada dasarnya Xio Bai, Ming ji, dan aku sendiri tak memiliki keluarga di sini, aku hanya jiwa yang tersesat dan beruntung menjadi putri kesayangan perdana menteri Yu
"Terimakasih atas kebaikan mu nona," Ucap Bao Zi pelan
"Kalian bisa kembali ke kamar masing masing, Xio Bai tunjukan kamar mereka" Ucap ku pada seseorang pelayan yang berada di kediaman ku,
__ADS_1
"Mematuhi nona" Ucap si pelayan dengan patuh, dan menggiring langkah keduanya menuju kamar yang telah di siapkan, seperti instruksi sang nona para pelayan memperlakukan mereka dengan hormat dan ramah,
Setelah semuanya pergi aku menarik menghela nafas pelan, semua sudah selesai bukan?, dan melepaskan segala perhiasan dan tatanan rambut ku, membiarkan rambut ku terjadi dengan indah, jujur saja menjadi putri bangsawan ini sedikit merepotkan
"Air mandi anda sudah siap nona" Ucap Ming Ji yang saat ini sudah berdiri di hadapan ku, aku hanya mengguk sembari bangkit dari tempat tidur
"Siapkan makanan" Ucapku, setelahnya aku segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, bagai mana pun aku baru saja keluar dari hutan begitu banyak kuman yang menempel pada ku, aku menikmati mandiku dengan begitu tenang, setelah menyelesaikan segala ritual mandi aku mengambil baju tipis, setelah terpasang aku segera keluar
"Nona, nona kedua dan Pangeran Lie Wang ingin menemui anda" Ucap Ming Ji pelan
"Suruh mereka menunggu di luar saja" Ucapku, Ming ji hanya mengguk dan meninggalkan kamar, beberapa pelayan membantuku berpakaian dan menata rambut serta berhias agar terlihat cantik dan menawan
"Nona, apakah ini baik?" Ucap Ang Li pelan, Ang Li juga salah satu pelayan terbaik yang mengurus ku selama di kerajaan ini, ia cukup menyenangkan, saudara perempuan ku benar benar memiliki penglihatan yang baik
"Tidak masalah, kalian bisa siapkan teh, Ang li bantu aku berhias"
"Baik nona" Ucapnya, ia memiliki kemampuan yang baik dalam menghias wajah, sangat natural namun cantik, aku menyukai keterampilannya, kakak pertama ku memang sangat perhatian, memberikan Ang li untuk ku, dan menemani hari ku di kerajaan ini
"Selalu sempurna seperti biasanya" Ucap ku memandangi pantulan diri ku dari kaca
__ADS_1
"Wajah anda benar benar cantik nona, di hias seperti apapun pasti akan terlihat mempesona" Ucap Ang Li sembari menusukan beberapa tusuk rambut di atas kepala ku, aku masih seorang nona bangsawan, tentu saja harus terlihat cantik anggun dan mempesona, aku jelas tak ingin mempermalukan ayah ku, di masa lalu yu ahli sudah membuat banyak masalah, dan saat ini aku di paksa untuk menyelesaikannya
"Nona terlalu memuji" Ucap Ang Li tersenyum senang, aku membalas senyuman itu, perlahan bangkit untuk menemui kakak tercinta ku yang menyebalkan itu