
Hari beranjak siang dan aku masih berada di tempat yang sama dan dalam keadaan yang sama, aku masih begitu setia di dalam kamar, duduk menghadap jendela sembari melihat pemandangan luar, sedangkan , namun si kaisar gila masih begitu bersemangat menemani ku dan mendengarkan segala ocehan ku, aku sudah sangat kesal, aku salah keadaan yang tidak baik baik saja, dan mahluk astral itu datang hanya untuk sekedar mengusik ketenangan ku
"Permaisuri, wajah mu sedikit pucat, jangan menolak untuk di periksa oleh tabib" Ucapnya pelan, ke khawatirannya dapat ku lihat dengan jelas, aku bahkan tak habis pikir bagai mana bisa mahluk ini jatuh cinta pada ku, ada begitu banyak gadis yang akan merangkak ke ranjangnya, namun?, ia bahkan dengan tak tau malu mengemis cinta dari seorang putri bangsawan
"Aku sudah mengatakan jika aku tak mau di periksa dan meminum sup pahit itu lagi, hanya datang bulan mengapa harus serepot ini?" Ucap ku tak suka, hari sudah beranjak siang dan pelayan baru saja pergi setelah mengantarkan sup pait dengan dalih obat untuk ku
"Keadaan mu sedang tak baik baik saja, kau harus menghabiskan obat mu permaisuri" Ucapnya dengan begitu lembut, ia bahkan dengan begitu bodoh menggerakkan sendok ke arah ku
"Aku sudah mengatakan tidak maka aku tak akan membiarkan siapapun memeriksa ku" Ucap ku tak suka, menjauhkan diri darinya yang sedari tadi memaksa ku untuk meminum sup racun itu
"Baiklah baik lah, jadi?, apakah kau ingin melihat perayaan?, ada pesta tahunan di kota, apakah kau tak ingin melihat lihat?" Ucapnya pelan sembari meletakan kembali mangkuk giok itu kembali ke tempatnya, aku bahkan dapat melihat jika ia menghela nafas pelan, mungkin saja menahan emosi, dan aku bahkan tak ingin perduli, aku tak ingin meminum sup titik
"Tidak" jawab ku lagi, aku bahkan hanya bisa melihatnya tapa minat, memutar bola mataku dengan malas
"Kenapa?, bukankah kau sangat suka bermain?" Ucapnya dengan nada yang begitu lembut, yang ia katakan memang benar, sejak awal aku memang sangat suka bermain namun?, saat ini?, apakah pantas untuk berfikir tentang sebuah permainan
"Apakah kau buta?, lihat lah wajahku sedang pucat, aku sedang tidak baik baik saja, bagai mana bisa kau mengajak ku keluar saat udara sedingin ini, jika ingin membunuh ku maka kirimkan saja racun terbang" Ucap ku kesal, hey bahkan aku sendiri tak tau, mengapa menjadi seheboh ini, aku sudah melewati segala macam tantangan datang bulan, lalu?, mengapa ini terasa lebih menyakitkan dari biasa?
"Baik lah, baiklah, jika tak ingin bermain pun tak masalah, Zen akan membantu mu ke kamar untuk segera beristirahat"
__ADS_1
"Hueee aku tak mau, tidak malu" teriak ku kesal, aku sedang sakit loh, mengapa kaisar bodoh ini selalu menganggu ku, aku capek, aku takkan suka melihatnya, tapi kenapa ia selalu menempeli ku
"Jie" teriakan itu membuat ku menghentikan tangis ku, di depan sana sudah berdiri seorang remaja 16 tahun, dengan langkah tergesa mendekati ku, yah dia adalah putra mahkota, yang mungkin baru saja menyelesaikan latihannya
"Kau, menjauh dari jiejie ku" Ucap si putra mahkota ketus, ia meraih tangan ku dan memeriksanya dengan penuh kahwatir
"Apa kau baik baik saja jie?, apa dia menindas mu?, apa dia berbuat tidak sopan pada mu" Ucap si putra mahkota pelan, aku membalas dengan anggukan sembari menunjukan wajah paling teraniaya yang ku punya,
Baik lah mari melihat pertunjukan, sudah lama aku tak melihat orang ribut, jadi kangen, si putra mahkota natapin si kaisar bodoh dengan segitu begitupun sebaliknya dan setelahnya, yah pertarungan terjadi, dan hiburan live ku pun di mulai Tampa salam pembuka
"Ayo, kalahkan pria tua menyebalkan itu, kau pasti bisa putra mahkota, usir pria tua itu, dia memang sangat menyebalkan dan merepotkan" Ucap ku bertepuk tangan girang bahkan aku sampai melompat lompat karena terlalu bersemangat,
Lihat lah bagai mana gerakan itu, sangat bagus, meski kaisar bodoh itu memiliki kultivasi yang cukup tinggi, tapi putra mahkota?, tentu saja tak akan mengalah dengan mudah, meskipun ia tau kemampuannya jauh di bawah sang kaisar bodoh, ia cukup berkemampuan hanya perlu lebih lama berlatih, perjuangan memang tak mudah bukan
"Mengapa kau menghentikan" Ucapku menggembungkan pipi ku kesal,
Tontonan yang menyenangkan di hentikan begitu saja benar benar Chan li menyebalkan itu, ia berani menganggu kesenangan ku, awas saja aku pasti tak akan melepaskannya, ia sudah membuat ku kesal dan aku harus membalas rasa kesal ku itu
"Paman, menjauh dari pria tua itu dia adalah seorang yang berbahaya, bahkan dia sudah melukai jie aku tak akan membiarkanya lepas" Ucap sang putra mahkota dengan sedikit berteriak, sedangkan aku?,
__ADS_1
Bahkan hampir tersedak air liurku sendiri, pria tua?, yang benar saja?, bahkan mereka hanya terpaut usia beberapa tahun saja dan sang putra mahkota dengan begitu kejam menjuluki kaisar yang berkuasa sebagai seorang pria tua yang begitu jahat
"Apa yang Zen lakukan dengan permaisuri Zen itu bukan urusan mu bocah ingusan" Ucap sang kaisar dengan nada datar, jelas tak saat putra mahkota ingusan itu mengatainya tua
"Hey pria tua, siapapun yang menindas jie ku harus berhadapan dengan ku, aku tak akan diam jika ada yang menyakiti orang yang paling ku sayangi" Sang putra mahkota tak terima dengan nada tak mengenakan itu, hal itu jelas membuat sang putra mahkota terprovokasi
"Yang mulia, jangan terpancing emosi anda berdua bisa membicarakan dengan baik" Ucap Chan Li yang masih berusaha menengahi keributan antara dua pria berbeda usia ini,
"Diam"
Keduanya berucap secara bersamaan, aku tertawa terbahak bahak, kasihan sekali kau Chan li, niat ingin menghentikan malah jadi amukan, malang bukan
"Nona, apa yang kau lakukan, udara begitu dingin" Ucap Ming Ji yang baru saja datang, aku tak terlalu terkejut karena sejak awal aku juga udah mengetahui kedatanganya
"Menikmati sedikit pertunjukan, jangan terlalu cemas"
"tapi udara dingin seperti ini akan membuat anda merasa tidak nyaman"
"aku hanya di luar Tampa mantel bukan berenang di danau es, tak perlu cemas, aku sedang melihat pertunjukan yang sangat seru" Ucapku dengan semangat menggebu, keributan antara keduanya benar benar menghibur suasana hati ku yang sangat mudah berubah ini
__ADS_1
"Tapi nona, jika hal buruk terjadi sayalah yang akan di marahi"
"baiklah baiklah, dasar Ming Ji, selalu keras kepala, Ayo kembali, aku sudah selesai melihat pertarungan mereka"