Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Manusia Kuat Namun Rapuh


__ADS_3

Yu ahli menghela nafas pelan sembari menatap pria yang masih memejamkan matanya di atas ranjang, yah dialah kaisar Wu, setelah selesai mengamuk ia kelelahan dan jatuh pingsan dan seperti biasa Xi Lin yang akan mengurus sisanya, melihat hal ini Yu Ahli jelas merasa sedikit cemas, seorang yang begitu menyebalkan sedang dalam keadaan begitu lemah, sosok yang di Angung agungkan oleh orang luaran sana tak lebih dari sosok yang rapuh dan penyakitan, untuk hal ini ia jelas merasa sedikit prihatin


"Lalu?, apakah ada cara menghilangkan racun itu, ia sudah terinfeksi selama bertahun tahun hal ini jelas tak mudah" Ucap Yu Ahli pelan


"Kami masih terus mencari yang mulia, hanya saja benda itu bahkan mungkin mustahil di temukan, dan mungkin saja tumbuhan itu hanyalah sebatas cerita belaka"

__ADS_1


"Setiap penyakit tentu saja memiliki jalan untuk mengobatinya, aku yakin kalian akan menemukanya, jangan berputus asa"


"Ah baiklah yang mulia, sepertinya hari sudah cukup larut, saya harus ke dapur untuk membuat obat yang mulia"


"Baiklah, lanjutkan saja pekerjaan mu, aku akan menemaninya, siapa yang menyangka jika mahluk menyebalkan ini begitu lemah" ejek yu ahli dan hanya mendapat senyuman samar dari Xi Lin, dan setelahnya Xi Lin segera membungkukkan tubuhnya sebagai salam perpisahan

__ADS_1


setelah Xi Lin menghilang dari balik pintu Yu Ahli menghela nafas pelan, dan lagi lagi menatap sang kaisar yang masih betah memejamkan matanya


"Buka mata mu, jangan membuat orang lain di merepotkan" Ucap Yu Ahli dengan nada lirih, namun masih mendudukkan diri di samping sang kaisar


"Kau pasti menjalani kehidupan yang sulit, harus terlihat kuat saat kau sebenarnya rapih, harus terlihat kejam meskipun sebenarnya kau memiliki perasaan yang begitu lembut, aku juga bukan orang bodoh yang tak mengerti dengan niat tulus mu, hanya saja, kita berasal dari dunia yang berbeda, kau akan menjadi semakin buruk jika suatu saat aku pergi" Ucap Yu Ahli pelan, dengan semua perjuangan dan kebaikan sang kaisar mustahil jika ia tak jatuh hati, namun?, ia harus menekan perasaanya sendiri, ia tak ingin menghancurkan orang lain di saat ia harus pergi, dan ia juga tak ingin menyakiti hatinya sendiri di saat berada di dua pilihan terberat, di antara meninggalkan cinta dan kembali ke dunia nyata, bagai manapun ia jelas sadar jika tempat ini hanyalah persinggahan, ia bisa pergi meninggalkan tempat ini dan itu bahkan tak dapat ia kendalikan, ia tak menyalahkan takdir yang mempertemukan mereka, hanya saja, ia harus sadar dari mana asalnya

__ADS_1


"Jangan memejamkan mata mu seperti ini, apakah kau mau melihat aku sedih karena mu?, segeralah sembuh dan kuasai dunia, sejahterakan rakyat mu dan ayomi mereka karena Tampa mereka maka kau tak akan pantas di sebut pemimpin" Ucap Yu Ahli pela sembari menyeka keringat yang ada di pelipis kaisar Wu, sudah tiga jam berlalu dan bahkan sampai saat ini pun sang kaisar tak kunjung membuka matanya, Yu Ahli sudah menunggu sedari tadi, namun sepertinya penantiannya memerlukan waktu yang cukup lama


__ADS_2